Friday, June 18, 2010

Soccer Industry


Penggila sepakbola sudah mulai dimanjakan dengan hajatan akbar di Afrika Selatan. Ya, World Cup 2010! Pesta pembukaannya sudah dilakukan di Johannesburg pada 11 Juni 2010 lalu. Gelaran ini akan berlangsung sebulan penuh. Mulai 11 Juni hingga 11 Juli 2010. Afrika Selatan menjadi tuan rumah ajang pesta bola empat tahunan kelas dunia tahun ini. Sepuluh stadion megah di sembilan kota siap menampung ribuan penonton dan menjadi saksi sejarah helatan akbar sepakbola sejagat. Soccer City Stadium, salah satu stadion yang berkapasitas 94.700 tempat duduk akan menjadi stadion yang menggelar laga perdana dan laga final.

Bro en Sis, membangun sepuluh stadion untuk menggelar ajang sekelas piala dunia tentu nggak mudah. Butuh waktu, perlu dana banyak dan mempertaruhkan kepercayaan dunia. Maka, pemerintah Afrika Selatan pasti sudah menghitung dengan cermat sebelum nekat menjadi tuan rumah. Faktor duit yang bakalan dikeruk dari ajang itu sekaligus ketenaran nama negara bisa menjadi pemicu untuk menggelar event tersebut. FIFA sendiri, sebagai badan resmi yang mengatur turnamen ini, sudah menghitung laba. Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, menyebutkan bahwa keuntungan FIFA yang bakal didapatkan di Piala Dunia nanti mencapai 1,65 miliar pounsterling atau sekitar Rp 22 triliun. Keuntungan tersebut berasal dari pendapatan dari sponsor, hak tayang, dan sumber lainnya (dapunta.com, 4 Juni 2010)

Itu baru FIFA lho yang menangguk untung. Di era industri sepakbola ini, bagi mereka yang ngurusin event sebesar piala dunia pasti kecipratan ‘rejekinya’. Kalo FIFA dapetin untung segede gitu, maka tuan rumah pun pasti dapat untung. Kerjasama lah. Ini kan bisnis, bos. Sebagai tuan rumah, pemerintah Afsel memiliki pos-pos yang sudah pasti jadi tambang duit adalah dari tiket penonton, sponsor, merchandise resmi, jatah prosentase dari hak siar. Pemilik hotel dan pengusaha café atau sejenisnya juga ketiban rejeki nomplok. Gimana nggak, ratusan ribu atau bahkan jutaan orang yang bakalan tumplek blek datang ke Afsel pasti butuh tempat tinggal, butuh makan, butuh minum dan keperluan hajat hidup lainnya. Sudah pasti putaran duit dari industri sepakbola itu bakalan berpusat di sana. Wrrr.. siapa yang nggak ngiler kalo urusan duit?

Sepakbola dan industri olahraga

Tak seperti olahraga lainnya, sepakbola adalah olahraga yang bisa disulap jadi industri. Maklum, olahraga ini memiliki penggemar fanatik dan jumlahnya miliaran di seluruh dunia. Itu artinya, jika ngomongin soal bisnis, maka tentu saja jumlah penggila sepakbola adalah potensi bisnis yang sangat besar. Tak heran jika event akbar seperti piala dunia adalah saatnya panen duit bagi semua pihak yang terlibat dalam ajang tersebut. Tukang cetak termasuk yang kecipratan duit segar lho. Bayangin aja, tiket kan perlu dicetak tuh. Nah, so pasti orderan kenceng banget kalo kudu cetak tiket resmi piala dunia. Meski tiket yang dicetak hanya sekitar 3,5 juta lembar, tapi kalo per lembarnya dapat laba bersih sepuluh ribu rupiah saja, yang dapet tender tersebut bisa kebagian 35 miliar rupiah. Sampe bulan Maret 2010 saja, tiket resmi yang sudah terjual adalah 2,1 juta dari total 3,5 juta tiket yang dicetak. Mau tahu berapa harga tiket termurah dan termahal? Pada laga pertama antara Afsel lawan Meksiko, tiketnya Rp 1,8 juta. Untuk pertandingan lainnya, termurah adalah Rp 740 ribu. Dan, untuk nonton laga final piala dunia pada 11 Juli 2010, tiketnya Rp 8,3 juta. Terus, kalikan dengan ribuan penonton yang bakal memenuhi stadion. Kamu udah bisa ngitung sendiri deh. Benar-benar bisnis yang menggiurkan! BTW, berarti orang yang bisa nonton langsung ke Afsel (selain yang dapat jatah nonton gratis karena menang undian) pastinya berkocek tebal dong ya. Indonesia sendiri dikasih jatah 1500 tiket.

Selain gelaran piala dunia yang pastinya bertabur duit, klub-klub sepakbola di liga-liga Eropa doyan menghambur-hamburkan duitnya untuk menggaji pemain topnya. Bagi kamu yang ngikutin info sepakbola dunia, pasti pernah tahu nilai transfer termahal yang saat ini dipegang oleh Cristiano Ronaldo. Yup, nilai transfer yang nyaris mimpi untuk bisa mempercayainya. Kepindahannya dari Manchester United ke tim berjuluk Los Galacticos, Real Madrid dihargai Rp 1,3 triliun. Ini lebih mahal dari biaya operasi Dono di film yang diproduksi tahun 80-an: “Manusia 6 juta Dolar” (hehehe.. nyambung nggak sih?)

Selain nilai transfer termahal, ternyata industri sepakbola royal menggelontorkan duitnya untuk menggaji pemain top mereka. Saat ini, rekor gaji tertinggi dipegang Lionel Messi. Pemuda asal Argentina yang menunjukkan permainan atraktifnya ini dibandrol 33 juta euro atau sekitar Rp 406 miliar per tahun oleh manajemen Barcelona (mengungguli David Beckham, 30,4 juta euro dan Cristiano Ronaldo, yang digaji 30 juta euro). Artinya, Messi digaji Rp 33,8 miliar per bulan atau sama dengan Rp 8,5 miliar per pekan. Waduh, itu duit semua. Bukan daun!

Bagaimana para pemain di liga Indonesia? Hmm.. memang jauh banget sih nilainya. Rekor gaji tertinggi pemain ISL (Indonesia Super League) dipegang Bambang Pamungkas (Persija), Rp 1,37 miliar per tahun. Disusul Abanda Herman (Persija) Rp 1,315 miliar dan di urutan ketiga C. Gonzales (Persib) Rp 1,3 miliar. Wedeh, gaji ilmuwan dan para guru kalah tuh kayaknya (hehehe).

Kapitalisme dalam sepakbola

Sobat muda muslim, yang paling mencolok dalam sistem ekonomi kapitalisme adalah modal. Duit dan selalu duit yang jadi ukuran. Maka tak heran jika dalam industri sepakbola pun hukum itu berlaku. Menang dan selalu menang yang ditargetkan dalam setiap pertandingan. Kalo kalah sekali aja berarti bencana bagi pelatih dan pemain. Pasti kena semprot manajemen klub. Sebab, jika selalu menang, pendapatan juga meningkat. Jika juara, bukan saja pretasi yang didapat, tapi juga duit. Dan, itu jumlahnya pasti berlipat.

Bagi para pemain di liga-liga Eropa, mereka harus selalu siap bertanding. Kalo klub besar dan berprestasi maka pertandingan bukan hanya sekali sepekan. Bisa jadi maksimal 3 kali dalam sepekan di semua kompetisi yang diikuti. Waktu habis hanya dengan sepakbola. Mungkin itu pula yang akhirnya para pemain topnya dihargai miliaran rupiah per pekan. Meski demikian, gaji tinggi tak membuat mereka menikmati sepenuhnya profesi tersebut. Setidaknya Nemanja Vidic, bek Manchester United asal Serbia ini pernah bilang, “Bermain sepakbola di Inggris sangat menguras waktu, kita harus selalu bermain, dan harus selalu dalam kondisi prima. Kita tidak bisa menikmati setiap waktu kita, karena semuanya habis oleh sepakbola.”

Nah, karena ukurannya adalah uang bin duit, maka industri sepakbola ini dimanfaatkan juga oleh para penjudi. Lho kok bisa? Taruhan, Bro! Ya, pasar taruhan di setiap pertandingan liga-liga Eropa termasuk di Indonesia selalu ramai. Bahkan ada judi online segala. Para bandar judi ini ada juga yang berani masang logo usahanya di kaos klub. Itu pula yang sempat membuat Frederick Kanoute, pemain Sevilla yang kebetulan muslim, menolak mengenakan kaos yang disponsori perusahaan judi online. Bayangin aja sekarang saat digelar hajatan sepakbola sedunia, pasti pasar taruhan bakalan lebih ramai dari biasanya. Waktu Piala Dunia 2006 di Jerman saja, menurut Titan Sports Weekly, Cina menghabiskan sampai 500 milyar yuan (73 miliar dolar AS) untuk judi “online” selama Piala Dunia tahun 2006. Jumlah tersebut sebanding dengan dua persen dari PDB Cina. Waduh!

Inilah kapitalisme, Bro. Segalanya memang hanya diukur dengan duit dan asas manfaat yang ujungnya juga duit. Meski di beberapa negara judi diangap ilegal, tapi jika duit yang bicara, siapa yang nggak tergiur? Seperti di Korea Selatan misalnya, ada institusi khusus yang memegang ijin dari pemerintah untuk menyelenggarakan taruhan di segala turnamen olahraga, termasuk piala dunia, dengan syarat harus memberikan 25 % pendapatannya kepada pemerintah. Ya, duit lagi, duit lagi.

Namun bersamaan dengan itu, kemiskinan tetap menjadi problem tersendiri di tengah gemerlapnya industri sepakbola. Pada gelaran Piala Dunia saja, meski Afsel terus berbenah dengan membangun stadion-stadion megah tapi kemiskinan tetap ada di Capetown. Menurut Harian Belanda, Trouw, betapa kemewahan akan sangat kontras dengan kemiskinan Capetown. Di kota ini 26.2% penduduk berpenghasilan tidak lebih dari 1.25 dolar–atau sekitar Rp 12.000– per hari. “Dengan stadion-stadion baru, hidup kami tidak akan jadi lebih baik. Afrika Selatan tidak akan jadi lebih maju,” kata Simon Nomolkma, penduduk Capetown. Sayang, lanjut Trouw, pendapatnya tidak akan terdengar sampai ke gelanggang-gelanggang besar yang baru dibangun. Tidak juga sampai ke pembuat kebijakan yang seolah tak melihat kenyataan di balik pagar stadion.

Gedenya gaji para pemain sepakbola di Eropa pun sering mendapat kritikan. Ketimpangan itu sangat nyata terlihat. Di Inggris saja, para pekerja rumah sakit (perawat) pernah protes karena gaji mereka setahun masih kalah jauh dengan gaji para pemain sepakbola liga Inggris dalam sepekan. Brasil, negara pemegang rekor dengan 5 kali juara dunia, negerinya tetap dibelit kemiskinan. Karena yang makmur hanyalah para pemain bintangnya saja yang merumput di liga-liga Eropa. Tak heran pula, jika para orang tua di negara-negara Afrika lebih memilih anaknya jadi pemain sepakbola di liga-liga Eropa demi meraih mimpi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Oke deh, sampe sini dulu ya, insya Allah pekan depan kita lengkapi dengan pandangan Islam terhadap permasalahan ini. Stay tune terus di buletin gaulislam. So, jagain terus waktu terbit buletin ini. Kalo nggak dapet edisi cetak, ada kok edisi internetnya. Jangan sampe nggak baca ya!
(Bersambung...)

By Oleh Solihin

Tuesday, June 15, 2010

Nasihat Rasulullah Jelang Ramadhan


NASIHAT RASULULLAH MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
(diriwayatkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib r.a.)

Wahai manusia!
Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat, dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia di sisi Allah.
Hari-harinya
adalah hari-hari yang paling utama,
malam-malam di bulan Ramadhan
adalah malam-malam yang paling utama,
jam demi jamnya adalah jam yang paling utama.

Inilah bulan yang ketika engkau diundang menjadi tamu Allah
dan dimuliakan oleh-Nya.

Pada bulan ini napasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, amal-amalmu diterima,
dan
doa-doa diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk menjalani shaum dan membaca kitab-Nya

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin.

Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu

“Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.”


Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-'Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi makanan berbuka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat bertanya: " Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.“ Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath/jalan pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur'an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib k.w. berkata,:Aku berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama dibulan ini?”
Jawab Nabi:Ya abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah".

Di kutip dari:"Puasa Bersama Rasulullah", karangan Ibnu Muhammad, Pustaka Al Bayan Mizan.

Monday, June 14, 2010

Jelang Ramadhan...


Bulan rajab sudah tiba
Bulan sya'ban akan kita sambut
dan akan berakhir
berganti dengan bulan ramadan

Khusus dalam ketiga bulan itu
Rasulullah berdoa :
" Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighnaa ramadhaan wa hashshil maqaashidanaa"
(yaa Allah,berkahilah kami di bulan rajab dan sya'ban serta sampaikanlah diri kami pada bulan ramadhan dan tunaikanlah keinginan-keinginan kami)
--HR Ahmad


yaa Allah,
tak terasa tahun ini ramadhan kian dekat
Namun hamba harap cemas
akankah hamba temui ramadan tahun ini
sebagaimana hamba temui ramadhan tahun-tahun sebelumnya?
Hamba :
~berdoa sebagaimana Rasulullah SAW berdoa dalam menyambut kedatangannya---smoga Engkau mengabulkannya
~menyiapkan ruh dan fisik serta menyempurnakan amalan-amalan wajib dan memperbanyak amalan-amalan sunnah sejak dini sebagai warming up sambut ramadan
~berharap warming up sambut ramadan itu akan selalu istiqamah hamba lakukan di dalam dan di luar bulan ramadhan
~smoga persiapanku jelang dan tibanya ramadan tahun ini, jika Engkau panjangkan usiaku, bisa optimal dan kualitas ramadhan tahun ini lebih baik dari pada tahun lalu
~smoga dengan persiapan ini Engkau mudahkan hamba dalam menunaikan/mewujudkan keinginan-keinginan hamba di bulan yang suci nan agung ini...

Monday, June 7, 2010

Kastanisasi Pendidikan


Kasihan anak-anak Indonesia sekarang. Memang bukan masa yang teramat indah bila dibandingkan dengan setelah mengetahui bagaimana kekhilafahan menjamin pendidikan rakyatnya, tetapi setidaknya masa SMP saya tidak semenyedihkan anak-anak sekarang. Setiap murid masih bisa duduk di bangku yang seragam, mengecap fasilitas laboratorium bersama, berjalan-jalan untuk studi sekolah di tempat yang sama. Ternyata ini tidak bisa dirasakan semua murid sekarang.

Meski banyak dibantah para penyelenggara pendidikan dan negara, tetapi fakta kastanisasi pendidikan semakin terasa. Harian Kompas (Kamis, 3 Juni 2010) memberitakan kondisi sekolah internasional dengan sekolah regular yang amat mencolok.

Di SMP 19 Jakarta, misalnya, kursi yang digunakan siswa kelas reguler hanyalah kursi kayu yang keras. Sementara siswa internasional duduk nyaman di kursi plastik dengan rangka stainless steel dan meja terpisah. Saya pernah mendengar pembedaan (bukan perbedaan, untuk menekankan kesengajaan membedakan) juga pada ruangan berpenyejuk udara dengan yang cukup berjendela di tengah udara Jakarta yang panas. Tidak hanya itu, siswa kelas internasional juga memiliki ruang khusus yang digunakan sebagai klinik, berikut dokter umum dan dokter spesialis gigi, yang siap sedia memeriksa setiap senin hingga kamis. Soal kunjungan kegiatan juga belum tentu dinikmati siswa sekolah reguler, karena mereka harus membayar kalau mau ikut kegiatan. Belum lagi guru-guru siswa kelas internasional adalah tenaga ahli atau guru outsourcing, yang konon ahli mengajar dengan dua bahasa, tentunya Inggris dan Indonesia.

Soal biaya, nah di sanalah masalahnya. Biaya masuk di sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) atau SBI (Sekolah berstandar Internasional) ini memang tarifnya juga internasional. Biaya masuknya Rp 8 juta- Rp 10 juta, sementara biaya bulanan Rp 450.000 hingga Rp 850.000.

Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sangat sulit seperti sekarang ini, tentu sekolah-sekolah ini hanyalah memunculkan kalangan elit saja. Wajar kalau banyak pengamat pendidikan menyebut, perilaku pemerintah Indonesia sekarang seperti pemerintah Kolonial Belanda. Masyarakat terpilah menjadi ningrat dan kebanyakan, kaya dan miskin. Yang kaya diperlakukan baik, yang miskin diabaikan. Lama-kelamaan yang miskin akan tersingkir juga.

Kini sejumlah sekolah mulai menghapuskan kelas reguler. Kenyataannya RSBI dan SBI memang menguntungkan para penyelenggara pendidikan yang mencintai uang.

Bicara soal berita Kompas, saya mengenang keindahan belajar di sebuah SMP yang disebut dalam berita tadi. Letaknya di jalan Bumi, bilangan Kebayoran Baru, Jakarta.

Semua sudut bisa dirasakan. Tidak ada perasaan terbedakan. Kami mengagumi mereka-mereka yang berprestasi. Teman-teman kami, banyak yang tinggal di pelosok-pelosok kumuh Jakarta. Para juara kelas putra seorang tambal ban dan putra pejabat eselon satu duduk bersama.

Tak ada beda kawasan perumahan pondok indah, permata hijau, dan wilayah kumuh belakang gedung-gedung bertingkat. Semua murid bisa saling menyapa, duduk bersama dan menikmati keindahan bersekolah. Para guru menikmati mengajar dan selalu memacu para siswa untuk berprestasi.

Kini semua sudah tidak dirasakan lagi. Pemerintah telah membangun kastanisasi di antara kami. Saya tidak bisa membayangkan sosok yang menyebabkan kesalahan-kesalahan ini terjadi. Apakah dia sedang merenungi kesalahan kebijakannya? Atau tertawa puas melihat pendidikan Indonesia di ambang kehancuran!
(Lathifah Musa)

Saturday, June 5, 2010

PeSan SingKat ...






السلام عليكم ورحمة الله وبركاته




Teman-teman,

Kebiadaban Israel tidak bisa dilepaskan dari sikap kita, umat Islam, yang gemar mengabaikan firman Allah dalam al Qur'an.
Salah satu contoh :
Ketika Allah berfirman bahwa kita akan mendapati musuhNya yang paling keras permusuhannya adalah yahudi termasuk bani israel (sehingga jangan heran jika kita mendapati tabi'at asli bani israel benar adanya seperti yang dinarasikan oleh Allah dalam al Qur'an) ; sebagian umat Islam justru bersikap lunak dan lemah lembut kepada mereka. Wajar jika Israel semakin santai membantai umat Muhammad SAW.

Tragisnya, di tengan hujatan dunia pada Israel yang itu saja tak cukup, dan upaya pemutusan hubungan diplomatik sebagian negeri (yang notabene sebagian dari mereka bukan negeri Islam) dengan Israel, ada upaya yang dilakukan beberapa pihak didalam negeri agar Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia ini menjalin hubungan intim dengan Israel, negara zionist laknatullah alayh yang telah membantai dan menumpahkan darah suci saudara-saudara seiman kita di Palestina selama puluhan tahun dan yang berusaha melenyapkan masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam....
( lihat http://www.petitiononline.com/IsraelRi/petition.html , http://www.facebook.com/pages/Jakarta-Jerusalem/Muslim-Indonesia-Dukung-Pembukaan-Hubungan-Diplomatik-Dengan-Israel/322650675796 selain masukan-masukan pihak-pihak pro Israel dalam acara debat pro dan kontra di media tentang perlu tidaknya menjalin hubungan diplomatik dengan Israel di negeri ini)

Alhasil, jika upaya keji beberapa pihak tersebut di 'GOL' kan pemerintah suatu saat, kita akan semakin melukai dan menodai perjuangan suci saudara-saudara kita di Palestina..dan menyia-nyiakan simpati dan empati kita untuk mereka. Dan yang terburuk, akan menambah kemurkaan Allah pada kita dan membuka peluang bagi terbukanya azhabNya pada kita

Yaa Allah, sadarkanlah mereka hamba-hambaMu yang gemar berbuat zhalim padaMu, pada orang lain, dan diri mereka sendiri...Jika tidak, niscaya Engkau akan mengazhab mereka

from JahiLiyah to IsLam...




I have much hard if not busy times these days
that i have to find a day or night
just to write what I'm thinking and feeling
through something kind of DiaRy

I'm often thinking and feeling...

When I'm about to sleep
I'm bothered
with lotsa stuffs around
disturbing my life

I've seen much crime
I've seen much sins
I've seen much sadness
I've seen much injustice

I'm thinking
I can get over it for a while
while I sleep

When I wake up from sleep
I'm bothered still
with the same lotsa stuffs
disturbing my life

I've seen ...
~ people cry for and suffer from injustice
they're hurt
when they starve to death
when they drop out from schools
when they have to kill their own children even themselves
owing to poverty and no money

when they have to see themselves homeless
owing to be sent away from homes for no reason
but one i.e.capitalistic interests

when they commit sins
such as adultery (free sex), drugs, and abortion

when they feel secured,happy and fine in their troubles around
while in the eyz of Allah and His deen (Islam), they're in huge troubles
and these troubles around are an eYeSoRe
that is something unpleasant to look at

when they think of people who're aware of this eyesore
and give them option to implement ISLAM whole heartedly
in all aspects of life
as strangers needed to be hunted like terrorists at every hand
when they think of people who're against Allah's laws/ shari'a
and strive to get their fellows to sink deeper into much sins
through the KUFR life style,and way of life
as common people needed to be well-understood

~ people die for help ..being massacred by the evils of humanity
~ people do nothing while the world needs for urgent help
to get it out from the whole crises

I was a bad selfish one
the one merely busy with her own personal stuffs
Having learned Islam by doing it insha Allah,
Islam leads me to have my Voice of Islam (VOI)

that is :

my Lord is Allah.He is my armour and best friend
my prophet SAW is Muhammad PBUH.he is my hero
my Qur'an is my guidance
my deen is my weapon
the world as well as mine is my aquarium
muslims are my brothers and sisters
the ummah is my body~when one of whom is hurt,it'll hurt me too
the enemies of Allah and of muslims are my enemies
the caliphate is my state
a caliph is my imam
shariah is my laws
my life is nothing but a soul waiting for akhiraat
my scarf is my respect
my hijab is my dress
my musala is my comfort
my family is my love and support

Post Script...

for those who knew me in the past
they may think of me as a different one they knew
whether they like it or not
Now that I commit to my new different life
I have to take any consequences
No matter what people say about the option
taken by people of my ilk...
I do not care of what they think and say
as long as Allah cares about me
What i feel and think now
comes very deep in the heart
and I think what happens to this ummah is kind of an EyEsoRe..
something unpleasant to look at
but we have to care and think about it and the solution
This eyesore needs for Change
i.e.from Jahiliyah into Islam
from SEPILIS i.e.secularism,pluralism,liberalism into ISLAM only
Noone's faultless
I always learn Islam by doing it to be a good,better and the best of me anyway


(To Be continued...)

Thursday, June 3, 2010

Doa Qunut Nazilah untuk Relawan Kemanusiaan ke Gaza




Assalamualaikum Wr Wb,


kaum muslimin rahimakumullah,
Mohon di doakan kepada saudara2 kita yang sedang di perangi ketika melakukan misi kemanusiaan ke Gaza. berikut kami kirimkan doa qunut nazilah..
Semoga bermanfaat. Syukron
Wassalamualaikum Wr Wb


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَاَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَاَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Ya Allah, ampunilah kami dan kaum mukminin dan mukmininat muslimin dan muslimat; dan tautkanlah hati-hati mereka dan perbaikilah hubungan mereka; dan tolonglah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka

اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ اَهْلِ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُوْنَ اَوْلِيَائَكَ

Ya Allah, kutuklah kaum kuffar dari kalangan ahli kitab yang menghalang-halangi jalan-Mu dan mendustakan Rasul-Mu dan memerangi para wali-Mu

اَللَّهُمَّ اَنْجِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَانَ وَ فِي الْعِرَاقِ وَفِيْ فَلَسْطِيْنِ وَ سَائِرِ بِِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ

Ya Allah, selamatkanlah kaum muslimin di Afghanistan, Irak, dan Palestina serta seluruh negeri kaum muslimin

اَللَّهُمَّ انْصُرِِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي أفغانستان و في العراق وفي فلسطين و في كُلِّ مَكَانٍ

Ya Allah, tolonglah para mujahidin yang berjihad di Afghanistan, Irak, Palestina, dan di mana saja berada

اَللَّهُمَّ قَاَتِلْ جُيُوْشَ أَمْرِيْكَا وَ حُلَفَائِهِمْ وَاشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ وَاجْعَلْهُمْ مُنْهَزِمِيْنَ

Ya Allah, perangilah tentara Amerika dan para sekutunya; keraskanlah injakan-Mu kepada mereka; dan jadikanlah mereka kalah

اَللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ وَاجْعَلْهُمْ عِبْرَةً لِلْمُعْتَبِرِيْنَ
وَ دَمِّرْ هُمْ بِعِزَّتِكَ يَاعَزِْيزُ يَاقَهَّارُ ياَجَبَّارُ يَامُنْتَقِمُ

Ya Allah, ceraiberaikanlah barisan mereka, dan pecahkanlah kesatuan mereka, dan jadikanlah kehancuran mereka sebagai pelajaran bagi siapa saja; dan hancurkanlah mereka dengan kekuatan-Mu, wahai Dzat yang Maha Kuat, Paling Berkuasa, Paling bisa berbuat sewenang-wenang dan Zat yang Maha Pembalas.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ


P.S copied from brother Syaiful Falah

Thursday, May 27, 2010

Kematian, Perpisahan dan Penghisaban


Saat ini, banyak orang yang hidup sesukanya hingga melupakan Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam menjalani hidup, ia tak peduli halal-haram. Dalam kamus hidupnya hanya satu: yang penting enak, nikmat! Mereka antara lain pelaku seks bebas, pemabuk/penikmat narkoba dan tentu saja kalangan hedonis lainnya. Setiap hari yang mereka kejar hanyalah kesenangan. Mereka tak mau dipusingkan oleh masalah.

Saat ini pun tak sedikit orang yang begitu dalam cintanya kepada seseorang; entah kepada pasangan hidupnya, pujaan hatinya, anak-anaknya, kedua orang-tuanya, dll. Begitu dalamnya cintanya kepada seseorang tersebut hingga melebihi cintanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Akibatnya, ia menomorduakan Allah SWT dan Rasul-Nya serta menomor-satukan seseorang yang ia cintai. Bukan-kah tak sedikit orang mengorbankan agama demi menyenangkan orang-orang yang ia cintai. Bukankah banyak orang mau mengorbankan apa saja, termasuk agamanya, demi menyenangkan dan membahagiakan pasangan hidup yang dia cintai? Banyak pula orang yang tergila-gila mencintai sesuatu; entah harta-kekayaan, jabatan, pangkat, kehormatan, hobi dll. Begitu cintanya pada sesuatu itu, ia pun tak jarang melupakan Allah SWT dan Rasul-Nya. Bukankah tak sedikit orang yang menggadaikan agamanya demi mengejar kekayaan, jabatan, pangkat, kehormatan atau bahkan hobi? Bukankah ada orang yang nekad melakukan suap-menyuap demi pangkat/jabatan; melaku-kan manipulasi demi meraih gelar/kehor-matan; atau menghabiskan waktu berjam-jam seharian (juga tenaga, pikiran dan tentu saja uang) demi memuaskan hobi-nya hingga lupa shalat, baca Alquran atau berzikir kepada Allah SWT?

Jika kita termasuk ke dalam orang-orang yang semacam ini, layaklah kita merenungkan sebuah hadits, sebagaimana yang dituturkan Sahal bin Saad, bahwa Nabi SAW pernah bersabda: Jibril pernah berkata, ”Muhammad, hiduplah sesukamu, namun sesungguhnya akhir kehidupanmu adalah kematian; cintailah siapa saja sekehendakmu, tetapi sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya; lakukanlah apa saja semaumu, namun sesungguhnya engkau akan diberi balasan.” (HR al-Hakim, al-Haitsami dan ath-Thabrani).

Sayang, meski banyak orang tahu bahwa ujung kehidupan adalah kematian dan kefanaan, faktanya mereka menjalani hidup ini seolah-olah kehidupan itu abadi dan tak bertepi. Akibatnya, mereka terus menumpuk harta-kekayaan, sesuatu yang pasti akan mereka tinggalkan; terus mengejar pangkat dan jabatan, sesuatu yang pasti akan mereka tanggalkan; serta terus mereguk berbagai macam kese-nangan, sesuatu yang pasti segera terlupakan. Tak jarang semua itu semakin menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Tak jarang semua itu menjadikan dirinya lupa mempersiapkan amal kebajikan, bekal pasca kematian, sesuatu yang justru akan menjadi satu-satunya teman di Hari Penghisaban. Tak jarang pula semua itu menjadikan dirinya bakhil, terus menuruti hawa nafsu dan cenderung berbangga diri. Semua itu pada akhirnya menghancurkan dirinya. Yang demikian ini persis sebagaimana sabda Nabi SAW dalam sebuah riwayat yang dituturkan oleh Ibn Umar ra., yang menyatakan bahwa, ”Ada tiga perkara yang menghancurkan, yaitu: sifat bakhil yang kelewatan, hawa nafsu yang dituruti dan membanggakan diri sendiri.."(HR ath-Thabrani. Lihat: Ismail Muhammad al-'Ajiluni al-Jarahi, Kasyf al-Khifâ' II/381).

Orang-orang yang seperti ini biasa-nya adalah orang-orang yang tak punya adab (baik kepada Allah ataupun makh-luk), tidak sabar (terutama dalam menjauhi ragam maksiat dan dalam menunaikan berbagai kewajiban) dan tidak memiliki sikap wara' (menjauhi keharaman dan syubhat). Padahal, sebagaimana dinyata-kan oleh Imam Hasan al-Bahsri, seorang ulama besar generasi tabi'in, ”Siapa saja yang tak punya adab (baik kepada Allah ataupun kepada makhluk), berarti ia tak punya ilmu. Siapa saja yang tak bersabar (terutama dalam menjauhi ragam maksiat dan dalam menunaikan berbagai kewajib-an), berarti ia bukan orang beragama. Siapa saja yang tak bersikap wara' (dari perkara yang haram maupun yang syubhat), berarti ia tak punya martabat (di sisi Allah SWT).” (Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi, Nashâ'ih al-'Ibâd, hlm. 11).

Karena itu, marilah kita segera bertobat kepada Allah 'Azza Wajala dari segala dosa dan kesalahan, karena itu adalah kewajiban. Namun, meninggalkan ragam dosa dan kemaksiatan adalah lebih wajib lagi. Demikianlah sebagaimana kata penyair:

Manusia wajib tobat dari dosa

Lebih wajib lagi meninggalkannya



Kita pun mesti selalu menyadari, bahwa kematian itu sangat dekat, bahkan lebih dekat dari siapapun dan apapun yang bakal datang menghampiri kita, sebagaimana pula kata penyair:

Setiap yang bakal datang itu dekat

Lebih dekat lagi adalah kematian





Oleh arief b. Iskandar

Saturday, May 22, 2010

TeRoRisMe dan NegaRa IsLam




Kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam

Presiden SBY dalam keterangan persnya Bandara Halim Perdanakusumah, Senin (17/5) sebelum bertolak ke Singapura dan Malaysia menegaskan tujuan dari para teroris adalah mendirikan negara Islam. Padahal, menurut SBY, pendirian negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Aksi teroris juga bergeser dari target asing ke pemerintah. Ciri lain, menurut Presiden, para teroris menolak kehidupan berdemokrasi yang ada di negeri ini. Padahal, demokrasi adalah sebuah pilihan atau hasil dari sebuah reformasi. Karena itu menurut presiden keinginan mendirikan negara Islam dan sikap anti demokrasi tidak bisa diterima rakyat Indonesia .

Ada beberapa catatan penting kita dari pernyataan SBY ini. Antara lain , masalah pendirian negara Islam. Negara Islam adalah negara yang menjadikan Islam sebagai asasnya dan syariat Islam sebagai aturan segala aspek kehidupan. Hal ini bukanlah persoalan sejarah, atau masalah diterima oleh mayoritas rakyat banyak atau tidak. Tapi ini adalah masalah kewajiban dalam agama. Sudah seharusnya siapapun yang menjadi muslim terikat pada syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupannya termasuk bernegara, politik, ekonomi, dan pendidikan. Kewajiban ini merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim kepada Allah dan juga cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT dan Rosul-Nya yang seharusnya dijadikan teladan. Semuanya itu diwujudkan dengan terikat pada hukum-hukum Allah SWT yang bersumber dari Al Qur’an dan as Sunnah.

Bukankah dalam berbagai kesempatan presiden SBY sering mengatakan kita harus menjadikan Rosulullah SAW sebagai teladan kehidupan kita ? Kita tentu masih ingat ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan sambutan pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) V, Jum’at (7/5) di Jakarta. Dalam pidatonya, presiden sendiri mengatakan Islam hadir sebagai jalan kehidupan manusia dan rahmat bagi seluruh alam. Tuntunan Alquran dan Sunnah adalah pedoman hidup dan jalan yang lurus untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.Rasulullah pun telah mencontohkan tatanan peradaban yang dibangun atas dasar iman dan takwa. “Kita memiliki tugas sejarah untuk membangun dan mengembalikan kejayaan Islam!” tegas Presiden saat itu.

Kita juga ingat, ketika SBY memberikan kata sambutannya dalam Forum Ekonomi Islam Sedunia di Jakarta (2 /3/2009),SBY juga mengajak negara Islam bersatu atasi krisis dengan bersatu, negara-negara Islam akan bisa mengenang kembali kejayaan abad 13. Kalau bicara kejayaan Islam abad 13, tentu tidak bisa dipisahkan bahwa saat itu negara Islam yang dikenal dengan Khilafah Islam tegak dan menjalankan syariah Islam.

Menjadikan Al Qur’an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup tentu bukan hanya dalam masalah ibadah ritual, moral, atau individual saja tetapi dalam seluruh aspek kehidupan. Disinilah urgensi negara Islam yang akan menerapkan syariah Islam secara keseluruhan. Adalah mustahil menerapkan syariah Islam secara keseluruhan kalau negaranya tidak berdasarkan kepada Islam.

Tentu saja meskipun mendirikan negara Islam adalah kewajiban agama (syar’i), kita sepakat secara realita sosiologis, apakah negara Islam tegak atau tidak, sangat tergantung kepada masyarakat, dalam pengertian dukungan dan kesadaran masyarakat. Sistem apapun akan berjalan akan tegak dan berjalan baik kalau di dukung oleh kesadaran masyarakat. Sistem demokrasi yang saat ini masih kita jadikan panutan karena masyarakat kita masih mendukungnya. Artinya, kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam.

Namun, kita setuju bahwa upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menegakkan negara Islam dilakukan bukan dengan jalan teror. Jalan ini , bukanlah jalan yang ditempuh oleh Rosulullah SAW. Jalan ini bahkan bisa kontraproduktif. Bagaimana mungkin rakyat akan mendukung syariat Islam kalau mereka ditakut-takuti dengan bom atau pembunuhan ? Hizbut Tahrir sendiri yang memang menginginkan negara Islam global berupa Khilafah dengan sangat tegas menggariskan metode perjuangannya yang tidak menggunakan jalan kekerasan atau angkat senjata (non violence)

Takdir perubahan ini tidak bisa dicegah, apalagi kalau perubahan ini mengantarkan kepada kebaikan. Adalah sangat bodoh siapapun yang tidak mau berubah, gigih mempertahankan status-quo yang buruk padahal ada sistem yang lebih baik di depan matanya. Justru kita mempertanyakan sikap-sikap mempertahankan sistem demokrasi dan kapitalisme yang jelas-jelas didepan mata tampak kebobrokannya. Berbagai persoalan yang diderita rakyat sekarang ini seperti kemiskinan ,pengangguran yang tinggi, kebodohan ,kriminalitas, adalah buah dari sistem kapitalisme dimana diantara pilar pentingnya adalah sistem demokrasi?

Alih-alih mensejahterakan masyarakat , sistem demokrasi justru telah menjadi alat penjajahan baru yang melahirkan berbagai UU dan kebijakan yang mengokohkan penjajahan asing. Demokrasi ternyata juga melahirkan corporation state, hanya menguntungkan segelintir pemilik modal dan elit politisi bermoral bejat yang menumbuh suburkan praktik suap menyuap dan tipu menipu .

Disisi lain, adalah suatu kebohongangan sekaligus kebodohan mengkaitkan kewajiban penegakan negara Islam dengan tindakan terorisme. Kita melihat ada agenda busuk dibalik pengkaitan ini, agenda agar masyarakat kemudian takut , tertipu dan akhirnya tidak setuju dengan penegakan negara Islam. Upaya ini memang secara sistematis dilakukan oleh kekuatan-kekuatan imperialism yang khawatir akan kebangkitan Islam.

Upaya memberikan citra jelek terhadap syariah Islam ini disebutkan dalam rekomendasi Ariel Cohen (The Heritage Foundation). Dia menulis : AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah, seperti potong tangan untuk kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afghanistan di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga diekspose perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in Central Asia )

Memang tegaknya negara Islam apalagi dalam wujud negara Islam global (al Khilafah al Islamiyah) sangat ditakuti oleh Barat. Mereka tahu persis tegaknya Khilafah akan menghentikan agenda penjajahan mereka di negari Islam. Pada 14/5/2010, salah seorang mantan petinggi Angkatan Bersenjata Inggris yang baru saja pensiun, Jenderal Richard Dannat dalam BBC’s Today Program dengan sangat gamblang menyatakan perang di Afghanistan adalah perang melawan Islam.

Ketika ditanya tentang alasan pendudukan Afghanistan dengan tegas dinyatakan untuk mencegah agenda Islamist yang ingin menegakkan Khilafah Islam abad ke 14 dan 15, yang sekarang bergerak tumbuh dari Asia Selatan, Timur Tengah hingga Afrika Utara. Karena itu kita tentu sangat kita sayangkan kalau SBY terjebak dalam propaganda Barat ini yang mengkaitkan terorisme dengan upaya penegakan syariah Islam atau negara Islam. (Farid Wadjdi)


Komentar : Terorisme bukan dari Islam tetapi pesan sponsor dari pemerintah AS yang tercantum dalam dokumen NSS 2006 untuk menciptakan phobia Islam dan agar perjuangan menegakkan Islam dibawah naungan Islam bisa dihentikan dengan phobia tersebut. Padahal suka atau tidak suka, jika Allah menghendaki dien dan pejuangNya menang dengan lahir dan tegaknya khilafah kembali atas manhaj kenabian untuk kedua kalinya sebelum kiamat tiba, maka kehendak Allah pasti terjadi meski manusia membencinya. Tinggal mau atau tidak kita mendukung dan memperjuangkannya. Mau atau tidak kita termasuk orang-orang yang beruntung berada di samping perjuangan dan pejuang dienNya

Friday, April 30, 2010

UmaT IdaMan IsLaM


UMAT ISLAM DALAM AL QUR'AN

" Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah " ( Qs Ali Imran : 110)

Umat Terbaik adalah :
@ Umat nomer satu
@ Umat terdepan
@ Umat terunggul
@ Umat teladan dan panutan
@ Umat yang menjadi rujukan
@ Umat terhebat
@ Umat yang menjadi rahmatan lil alamiin (sesuai Islam)
@ Umat yang memimpin dunia
@ Umat yang mengayomi,dan melindungi
@....

REALITAS UMAT ISLAM (Dulu & Sekarang serta yang akan datang)

Realitas umat Islam sebagai umat terbaik,senantiasa terwujud.sebagaimana yang digambarkan Allah SWT dalam Qs ali Imran di atas,tatkala mereka "...menyuruh kepada yang ma'rf dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah "

Realitas umat Islam sebagai Khoiru Ummah terbukti eksis pada masa kegemilangan Islam sejak Rasulullah di bai'at di madinah sebagai kepala negara Islam (daulah Islam) pertama (622 M) hingga kekhilafahan islam terakhir (Turki Utsmaniy-1924 M),selama kurang lebih 14 abad.

Bagaimana realitas umat Islam sekarang?
Lihatlah apa yang sudah,sedang dan akan terus terjadi di bosnia,kashmir,moro,poso,ambon,aljazair,pattani,Iraq,afghanistan,palestina,hingga belahan dunia Islam lainnya yang masih terjajah baik secara fisik dan non fisik,termasuk negeri kita, Indonesia.
Kini umat Islam menjadi umat :
@ terburuk
@ terpuruk
@ terbelakang
@ kalah bersaing dengan umat non Islam
@ umat yang mengikuti 'milah' dan jalan hidup umat selain mereka
....dalam segala aspek kehidupan ( life style,pandangan hidup,pemikiran,budaya,pergaulan,hingga hukum-hukum yang diterapkan dalam kehidupan mereka---bukan berdasarkan standard Allah i.e.hukum Islam)

Mengapa dalam al Qur'an umat Islam dikatakan sebagai umat terbaik dan bangkit namun faktanya kini umat Islam menjadi generasi terburuk dan terpuruk? Apa dan siapa yang bersalah? Al Qur'an?atau umat Islam?
Al Qur'an tidak pernah salah. Tentu umat Islam-lah yang bersalah.
Umat Islam menjadi berubah 360% dari umat terbaik ke umat terburuk karena mereka belum 100% menjalankan 'syarat' menjadi umat terbaik,yakni "...menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah"
Memang benar. Sebagian dan banyak dari umat Islam saat ini yang masih menjalankan kewajibannya untuk berdakwah,mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar di sekolah,universitas,kampus,kampung,perumahan,instansi pemerintah dan swasta,dll...
Namun,mengapa hingga kini nasib umat Islam masih terpuruk?
Adakah yang tidak beres dan tidak adil dalam aktivitas dawah kita?

Ya!
Ketidakberesan dan ketidakadilan tersebut tampak tatkala kita tebang pilih dalam menyampaikan dan menjalankan syariahNya secara kaffah.

Sikap tebang pilih ini amat dibenci Allah :

" Sesungguhnya orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati pula oleh semua makhluk yang dapat mela'nati " (Qs al Baqarah : 159).

Bagaimana nasib mereka yang tebang pilih dalam beriman kepada Allah dan Islam?

" Apakah kamu beriman kepada sebagian al Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan 'kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat'. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat " (Qs al Baqarah : 85)

Jika ketidakberesan dan ketidakadilan dalam dawah kita bersumber dari 'sikap tebang pilih' kita dalam berdawah, maka solusinya adalah : jangan tebang pilih dalam menyampaikan bahwa haq adalah haq dan batil adalah bathil, dan kita harus menjalankan syariahNya secara kaffah.


Jika umat Islam melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara kaffah, sehingga al Qur'an dan as Sunnah dapat diamalkan secara kaffah pula, niscaya Allah menepati janjiNya,

" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal-amaln sholih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka,dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang fasik " (Qs An Nuur : 55)

" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa seluruhnya, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya " (Qs Al A'raaf : 96)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya dan janjiNya!

Sudah saatnya bagi kita, umat Islam, untuk bangkit dari keterpurukan dan keburukan nasib kita saat ini dengan melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara kaffah dan tidak tebang pilih dalam menyampaikan dan menjalankan syariahNya ; sehingga syariahNya dapat diamalkan secara kaffah pula.

Insya Allah, Allah akan senantiasa menolong hambaNya dan memberikan kemenangan kepada siapa saja yang ikhlas dan sabar dalam memperjuangkan agamaNya.

Allahu Akbar!