Thursday, May 27, 2010

Kematian, Perpisahan dan Penghisaban


Saat ini, banyak orang yang hidup sesukanya hingga melupakan Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam menjalani hidup, ia tak peduli halal-haram. Dalam kamus hidupnya hanya satu: yang penting enak, nikmat! Mereka antara lain pelaku seks bebas, pemabuk/penikmat narkoba dan tentu saja kalangan hedonis lainnya. Setiap hari yang mereka kejar hanyalah kesenangan. Mereka tak mau dipusingkan oleh masalah.

Saat ini pun tak sedikit orang yang begitu dalam cintanya kepada seseorang; entah kepada pasangan hidupnya, pujaan hatinya, anak-anaknya, kedua orang-tuanya, dll. Begitu dalamnya cintanya kepada seseorang tersebut hingga melebihi cintanya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Akibatnya, ia menomorduakan Allah SWT dan Rasul-Nya serta menomor-satukan seseorang yang ia cintai. Bukan-kah tak sedikit orang mengorbankan agama demi menyenangkan orang-orang yang ia cintai. Bukankah banyak orang mau mengorbankan apa saja, termasuk agamanya, demi menyenangkan dan membahagiakan pasangan hidup yang dia cintai? Banyak pula orang yang tergila-gila mencintai sesuatu; entah harta-kekayaan, jabatan, pangkat, kehormatan, hobi dll. Begitu cintanya pada sesuatu itu, ia pun tak jarang melupakan Allah SWT dan Rasul-Nya. Bukankah tak sedikit orang yang menggadaikan agamanya demi mengejar kekayaan, jabatan, pangkat, kehormatan atau bahkan hobi? Bukankah ada orang yang nekad melakukan suap-menyuap demi pangkat/jabatan; melaku-kan manipulasi demi meraih gelar/kehor-matan; atau menghabiskan waktu berjam-jam seharian (juga tenaga, pikiran dan tentu saja uang) demi memuaskan hobi-nya hingga lupa shalat, baca Alquran atau berzikir kepada Allah SWT?

Jika kita termasuk ke dalam orang-orang yang semacam ini, layaklah kita merenungkan sebuah hadits, sebagaimana yang dituturkan Sahal bin Saad, bahwa Nabi SAW pernah bersabda: Jibril pernah berkata, ”Muhammad, hiduplah sesukamu, namun sesungguhnya akhir kehidupanmu adalah kematian; cintailah siapa saja sekehendakmu, tetapi sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya; lakukanlah apa saja semaumu, namun sesungguhnya engkau akan diberi balasan.” (HR al-Hakim, al-Haitsami dan ath-Thabrani).

Sayang, meski banyak orang tahu bahwa ujung kehidupan adalah kematian dan kefanaan, faktanya mereka menjalani hidup ini seolah-olah kehidupan itu abadi dan tak bertepi. Akibatnya, mereka terus menumpuk harta-kekayaan, sesuatu yang pasti akan mereka tinggalkan; terus mengejar pangkat dan jabatan, sesuatu yang pasti akan mereka tanggalkan; serta terus mereguk berbagai macam kese-nangan, sesuatu yang pasti segera terlupakan. Tak jarang semua itu semakin menjauhkan dirinya dari Allah SWT. Tak jarang semua itu menjadikan dirinya lupa mempersiapkan amal kebajikan, bekal pasca kematian, sesuatu yang justru akan menjadi satu-satunya teman di Hari Penghisaban. Tak jarang pula semua itu menjadikan dirinya bakhil, terus menuruti hawa nafsu dan cenderung berbangga diri. Semua itu pada akhirnya menghancurkan dirinya. Yang demikian ini persis sebagaimana sabda Nabi SAW dalam sebuah riwayat yang dituturkan oleh Ibn Umar ra., yang menyatakan bahwa, ”Ada tiga perkara yang menghancurkan, yaitu: sifat bakhil yang kelewatan, hawa nafsu yang dituruti dan membanggakan diri sendiri.."(HR ath-Thabrani. Lihat: Ismail Muhammad al-'Ajiluni al-Jarahi, Kasyf al-Khifâ' II/381).

Orang-orang yang seperti ini biasa-nya adalah orang-orang yang tak punya adab (baik kepada Allah ataupun makh-luk), tidak sabar (terutama dalam menjauhi ragam maksiat dan dalam menunaikan berbagai kewajiban) dan tidak memiliki sikap wara' (menjauhi keharaman dan syubhat). Padahal, sebagaimana dinyata-kan oleh Imam Hasan al-Bahsri, seorang ulama besar generasi tabi'in, ”Siapa saja yang tak punya adab (baik kepada Allah ataupun kepada makhluk), berarti ia tak punya ilmu. Siapa saja yang tak bersabar (terutama dalam menjauhi ragam maksiat dan dalam menunaikan berbagai kewajib-an), berarti ia bukan orang beragama. Siapa saja yang tak bersikap wara' (dari perkara yang haram maupun yang syubhat), berarti ia tak punya martabat (di sisi Allah SWT).” (Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi, Nashâ'ih al-'Ibâd, hlm. 11).

Karena itu, marilah kita segera bertobat kepada Allah 'Azza Wajala dari segala dosa dan kesalahan, karena itu adalah kewajiban. Namun, meninggalkan ragam dosa dan kemaksiatan adalah lebih wajib lagi. Demikianlah sebagaimana kata penyair:

Manusia wajib tobat dari dosa

Lebih wajib lagi meninggalkannya



Kita pun mesti selalu menyadari, bahwa kematian itu sangat dekat, bahkan lebih dekat dari siapapun dan apapun yang bakal datang menghampiri kita, sebagaimana pula kata penyair:

Setiap yang bakal datang itu dekat

Lebih dekat lagi adalah kematian





Oleh arief b. Iskandar

Saturday, May 22, 2010

TeRoRisMe dan NegaRa IsLam




Kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam

Presiden SBY dalam keterangan persnya Bandara Halim Perdanakusumah, Senin (17/5) sebelum bertolak ke Singapura dan Malaysia menegaskan tujuan dari para teroris adalah mendirikan negara Islam. Padahal, menurut SBY, pendirian negara Islam sudah rampung dalam sejarah Indonesia. Aksi teroris juga bergeser dari target asing ke pemerintah. Ciri lain, menurut Presiden, para teroris menolak kehidupan berdemokrasi yang ada di negeri ini. Padahal, demokrasi adalah sebuah pilihan atau hasil dari sebuah reformasi. Karena itu menurut presiden keinginan mendirikan negara Islam dan sikap anti demokrasi tidak bisa diterima rakyat Indonesia .

Ada beberapa catatan penting kita dari pernyataan SBY ini. Antara lain , masalah pendirian negara Islam. Negara Islam adalah negara yang menjadikan Islam sebagai asasnya dan syariat Islam sebagai aturan segala aspek kehidupan. Hal ini bukanlah persoalan sejarah, atau masalah diterima oleh mayoritas rakyat banyak atau tidak. Tapi ini adalah masalah kewajiban dalam agama. Sudah seharusnya siapapun yang menjadi muslim terikat pada syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupannya termasuk bernegara, politik, ekonomi, dan pendidikan. Kewajiban ini merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim kepada Allah dan juga cerminan dari kecintaan kepada Allah SWT dan Rosul-Nya yang seharusnya dijadikan teladan. Semuanya itu diwujudkan dengan terikat pada hukum-hukum Allah SWT yang bersumber dari Al Qur’an dan as Sunnah.

Bukankah dalam berbagai kesempatan presiden SBY sering mengatakan kita harus menjadikan Rosulullah SAW sebagai teladan kehidupan kita ? Kita tentu masih ingat ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membacakan sambutan pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) V, Jum’at (7/5) di Jakarta. Dalam pidatonya, presiden sendiri mengatakan Islam hadir sebagai jalan kehidupan manusia dan rahmat bagi seluruh alam. Tuntunan Alquran dan Sunnah adalah pedoman hidup dan jalan yang lurus untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.Rasulullah pun telah mencontohkan tatanan peradaban yang dibangun atas dasar iman dan takwa. “Kita memiliki tugas sejarah untuk membangun dan mengembalikan kejayaan Islam!” tegas Presiden saat itu.

Kita juga ingat, ketika SBY memberikan kata sambutannya dalam Forum Ekonomi Islam Sedunia di Jakarta (2 /3/2009),SBY juga mengajak negara Islam bersatu atasi krisis dengan bersatu, negara-negara Islam akan bisa mengenang kembali kejayaan abad 13. Kalau bicara kejayaan Islam abad 13, tentu tidak bisa dipisahkan bahwa saat itu negara Islam yang dikenal dengan Khilafah Islam tegak dan menjalankan syariah Islam.

Menjadikan Al Qur’an dan as Sunnah sebagai pedoman hidup tentu bukan hanya dalam masalah ibadah ritual, moral, atau individual saja tetapi dalam seluruh aspek kehidupan. Disinilah urgensi negara Islam yang akan menerapkan syariah Islam secara keseluruhan. Adalah mustahil menerapkan syariah Islam secara keseluruhan kalau negaranya tidak berdasarkan kepada Islam.

Tentu saja meskipun mendirikan negara Islam adalah kewajiban agama (syar’i), kita sepakat secara realita sosiologis, apakah negara Islam tegak atau tidak, sangat tergantung kepada masyarakat, dalam pengertian dukungan dan kesadaran masyarakat. Sistem apapun akan berjalan akan tegak dan berjalan baik kalau di dukung oleh kesadaran masyarakat. Sistem demokrasi yang saat ini masih kita jadikan panutan karena masyarakat kita masih mendukungnya. Artinya, kita tentu tidak bisa menolak takdir perubahan, kalau ternyata rakyat Indonesia yang mayoritas Islam ini kemudian mendukung penegakan negara Islam.

Namun, kita setuju bahwa upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menegakkan negara Islam dilakukan bukan dengan jalan teror. Jalan ini , bukanlah jalan yang ditempuh oleh Rosulullah SAW. Jalan ini bahkan bisa kontraproduktif. Bagaimana mungkin rakyat akan mendukung syariat Islam kalau mereka ditakut-takuti dengan bom atau pembunuhan ? Hizbut Tahrir sendiri yang memang menginginkan negara Islam global berupa Khilafah dengan sangat tegas menggariskan metode perjuangannya yang tidak menggunakan jalan kekerasan atau angkat senjata (non violence)

Takdir perubahan ini tidak bisa dicegah, apalagi kalau perubahan ini mengantarkan kepada kebaikan. Adalah sangat bodoh siapapun yang tidak mau berubah, gigih mempertahankan status-quo yang buruk padahal ada sistem yang lebih baik di depan matanya. Justru kita mempertanyakan sikap-sikap mempertahankan sistem demokrasi dan kapitalisme yang jelas-jelas didepan mata tampak kebobrokannya. Berbagai persoalan yang diderita rakyat sekarang ini seperti kemiskinan ,pengangguran yang tinggi, kebodohan ,kriminalitas, adalah buah dari sistem kapitalisme dimana diantara pilar pentingnya adalah sistem demokrasi?

Alih-alih mensejahterakan masyarakat , sistem demokrasi justru telah menjadi alat penjajahan baru yang melahirkan berbagai UU dan kebijakan yang mengokohkan penjajahan asing. Demokrasi ternyata juga melahirkan corporation state, hanya menguntungkan segelintir pemilik modal dan elit politisi bermoral bejat yang menumbuh suburkan praktik suap menyuap dan tipu menipu .

Disisi lain, adalah suatu kebohongangan sekaligus kebodohan mengkaitkan kewajiban penegakan negara Islam dengan tindakan terorisme. Kita melihat ada agenda busuk dibalik pengkaitan ini, agenda agar masyarakat kemudian takut , tertipu dan akhirnya tidak setuju dengan penegakan negara Islam. Upaya ini memang secara sistematis dilakukan oleh kekuatan-kekuatan imperialism yang khawatir akan kebangkitan Islam.

Upaya memberikan citra jelek terhadap syariah Islam ini disebutkan dalam rekomendasi Ariel Cohen (The Heritage Foundation). Dia menulis : AS harus menyediakan dukungan pada media lokal untuk membeberkan contoh-contoh negatif dari aplikasi syariah, seperti potong tangan untuk kejahatan ringan atau kepemilikan alkohol di Chechnya, keadaan Afghanistan di bawah Taliban atau Saudi Arabia, dan tempat lainnya. Perlu juga diekspose perang sipil yang dituduhkan kepada gerakan Islam di Aljazair. (Hizb ut-Tahrir: An Emerging Threat to US Interests in Central Asia )

Memang tegaknya negara Islam apalagi dalam wujud negara Islam global (al Khilafah al Islamiyah) sangat ditakuti oleh Barat. Mereka tahu persis tegaknya Khilafah akan menghentikan agenda penjajahan mereka di negari Islam. Pada 14/5/2010, salah seorang mantan petinggi Angkatan Bersenjata Inggris yang baru saja pensiun, Jenderal Richard Dannat dalam BBC’s Today Program dengan sangat gamblang menyatakan perang di Afghanistan adalah perang melawan Islam.

Ketika ditanya tentang alasan pendudukan Afghanistan dengan tegas dinyatakan untuk mencegah agenda Islamist yang ingin menegakkan Khilafah Islam abad ke 14 dan 15, yang sekarang bergerak tumbuh dari Asia Selatan, Timur Tengah hingga Afrika Utara. Karena itu kita tentu sangat kita sayangkan kalau SBY terjebak dalam propaganda Barat ini yang mengkaitkan terorisme dengan upaya penegakan syariah Islam atau negara Islam. (Farid Wadjdi)


Komentar : Terorisme bukan dari Islam tetapi pesan sponsor dari pemerintah AS yang tercantum dalam dokumen NSS 2006 untuk menciptakan phobia Islam dan agar perjuangan menegakkan Islam dibawah naungan Islam bisa dihentikan dengan phobia tersebut. Padahal suka atau tidak suka, jika Allah menghendaki dien dan pejuangNya menang dengan lahir dan tegaknya khilafah kembali atas manhaj kenabian untuk kedua kalinya sebelum kiamat tiba, maka kehendak Allah pasti terjadi meski manusia membencinya. Tinggal mau atau tidak kita mendukung dan memperjuangkannya. Mau atau tidak kita termasuk orang-orang yang beruntung berada di samping perjuangan dan pejuang dienNya

Friday, April 30, 2010

UmaT IdaMan IsLaM


UMAT ISLAM DALAM AL QUR'AN

" Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk menusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah " ( Qs Ali Imran : 110)

Umat Terbaik adalah :
@ Umat nomer satu
@ Umat terdepan
@ Umat terunggul
@ Umat teladan dan panutan
@ Umat yang menjadi rujukan
@ Umat terhebat
@ Umat yang menjadi rahmatan lil alamiin (sesuai Islam)
@ Umat yang memimpin dunia
@ Umat yang mengayomi,dan melindungi
@....

REALITAS UMAT ISLAM (Dulu & Sekarang serta yang akan datang)

Realitas umat Islam sebagai umat terbaik,senantiasa terwujud.sebagaimana yang digambarkan Allah SWT dalam Qs ali Imran di atas,tatkala mereka "...menyuruh kepada yang ma'rf dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah "

Realitas umat Islam sebagai Khoiru Ummah terbukti eksis pada masa kegemilangan Islam sejak Rasulullah di bai'at di madinah sebagai kepala negara Islam (daulah Islam) pertama (622 M) hingga kekhilafahan islam terakhir (Turki Utsmaniy-1924 M),selama kurang lebih 14 abad.

Bagaimana realitas umat Islam sekarang?
Lihatlah apa yang sudah,sedang dan akan terus terjadi di bosnia,kashmir,moro,poso,ambon,aljazair,pattani,Iraq,afghanistan,palestina,hingga belahan dunia Islam lainnya yang masih terjajah baik secara fisik dan non fisik,termasuk negeri kita, Indonesia.
Kini umat Islam menjadi umat :
@ terburuk
@ terpuruk
@ terbelakang
@ kalah bersaing dengan umat non Islam
@ umat yang mengikuti 'milah' dan jalan hidup umat selain mereka
....dalam segala aspek kehidupan ( life style,pandangan hidup,pemikiran,budaya,pergaulan,hingga hukum-hukum yang diterapkan dalam kehidupan mereka---bukan berdasarkan standard Allah i.e.hukum Islam)

Mengapa dalam al Qur'an umat Islam dikatakan sebagai umat terbaik dan bangkit namun faktanya kini umat Islam menjadi generasi terburuk dan terpuruk? Apa dan siapa yang bersalah? Al Qur'an?atau umat Islam?
Al Qur'an tidak pernah salah. Tentu umat Islam-lah yang bersalah.
Umat Islam menjadi berubah 360% dari umat terbaik ke umat terburuk karena mereka belum 100% menjalankan 'syarat' menjadi umat terbaik,yakni "...menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar,dan beriman kepada Allah"
Memang benar. Sebagian dan banyak dari umat Islam saat ini yang masih menjalankan kewajibannya untuk berdakwah,mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar di sekolah,universitas,kampus,kampung,perumahan,instansi pemerintah dan swasta,dll...
Namun,mengapa hingga kini nasib umat Islam masih terpuruk?
Adakah yang tidak beres dan tidak adil dalam aktivitas dawah kita?

Ya!
Ketidakberesan dan ketidakadilan tersebut tampak tatkala kita tebang pilih dalam menyampaikan dan menjalankan syariahNya secara kaffah.

Sikap tebang pilih ini amat dibenci Allah :

" Sesungguhnya orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al Kitab, mereka itu dila'nati Allah dan dila'nati pula oleh semua makhluk yang dapat mela'nati " (Qs al Baqarah : 159).

Bagaimana nasib mereka yang tebang pilih dalam beriman kepada Allah dan Islam?

" Apakah kamu beriman kepada sebagian al Kitab dan ingkar terhadap sebagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan 'kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat'. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat " (Qs al Baqarah : 85)

Jika ketidakberesan dan ketidakadilan dalam dawah kita bersumber dari 'sikap tebang pilih' kita dalam berdawah, maka solusinya adalah : jangan tebang pilih dalam menyampaikan bahwa haq adalah haq dan batil adalah bathil, dan kita harus menjalankan syariahNya secara kaffah.


Jika umat Islam melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara kaffah, sehingga al Qur'an dan as Sunnah dapat diamalkan secara kaffah pula, niscaya Allah menepati janjiNya,

" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kalian dan mengerjakan amal-amaln sholih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoiNya untuk mereka,dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang tetap kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang fasik " (Qs An Nuur : 55)

" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa seluruhnya, niscaya Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya " (Qs Al A'raaf : 96)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya dan janjiNya!

Sudah saatnya bagi kita, umat Islam, untuk bangkit dari keterpurukan dan keburukan nasib kita saat ini dengan melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara kaffah dan tidak tebang pilih dalam menyampaikan dan menjalankan syariahNya ; sehingga syariahNya dapat diamalkan secara kaffah pula.

Insya Allah, Allah akan senantiasa menolong hambaNya dan memberikan kemenangan kepada siapa saja yang ikhlas dan sabar dalam memperjuangkan agamaNya.

Allahu Akbar!

Friday, April 23, 2010

Kebenaran Itu... bernama Islam


بسم الله الرحمن الرحيم



"kebenaran itu adalah dari Rabb~mu,maka jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu"(Qs al baqarah:147)

"jika ada 1000 orang yang membela kebenaran,aku salah seorang diantaranya.jika ada 100 orang yang membela kebenaran,aku tetap diantaranya.jika ada 10 orang pembela kebenaran,aku tetap ada di barisan itu.dan jika ada 1 orang yang tetap membela kebenaran,akulah orangnya"(Umar bin Khaththab ra)


KEBENARAN ITU ISLAM

ISLAM? ya! ISLAM..
Kebenaran absolut hanya milik raja segala raja,rabb al alamiin,Allah SWT. Dimana lagi kita ketahui bahwa kebenaran itu milik Allah selain dalam Islam?

"sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah Islam.."(Qs ali imran:19)

"pada hari ini telah Kusempurnakan bagimu agamamu,dan telah Kucukupkan atasmu ni'matKu,dan telah Kuridhai Islam sebagai agama bagimu..."(Qs al maaidah:3)

"barang siapa yang mencari agama selain Islam,maka sekali-kali tidak akan diterima agama itu daripadanya,dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi"(Qs ali imran:85)


ISLAM AJARKAN KEBENARAN

Islam mengajarkan kita kebenaran hingga kita layak bersyukur dan berkata,"i'm proud to be a muslim".

Kebenaran itu beberapa diantaranya:

1. Allah adalah rabb kita
"katakanlah:'Dialah Allah,yang maha esa.Allah adalah tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan.Dan tidak seorangpun yang setara dengan Dia"(Qs al ikhlas:1-4)

2. Al Qur'an itu petunjuk hidup manusia
"kitab(al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya,petunjuk bagi mereka yang bertaqwa"(Qs al baqarah:2)
"dan kami telah turunkan kepadamu kitab al Qur'an dengan membawa kebenaran,membenarkan apa yang sebelumnya,yakni kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya,dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu"(Qs al maaidah:48)

it's such an amazing book,hingga mendorong seorang W.E Hocking untuk berkomentar,'oleh karena itu,saya merasa benar dalam penegasan saya,bahwa al Qur'an mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri.sesungguhnya dapat dikatakan,bahwa hingga pertengahan abad ke tiga belas,islamlah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan olek dunia barat'.

3. Nabi dan rasul kita adalah Muhammad SAW
"muhammad itu sekali-kalli bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu,tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi"(Qs al azhab:40)
"sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para khalifah"(HR Bukhari)
"sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu,yakni bagi orang-orang yang mengaharp rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menebut Allah"(Qs al azhab;21)

Tak hanya Al Qur'an,hadist dan sahabat yang memuliakan Rasulullah, tetapi juga musuh Allah dan musuh rasulNya,..

* Michael Hart,penulis 100 tokoh paling berbengaruh di dunia,
'dia (Muhammad) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia.lebih dari newton dan yesus(nabi isa)atau siapapun di dunia ini.'

* Lamartine,pemikir barat;
'bila kebenaran tujuan dan kecilnya alat serta hasil yang menakjubkan merupakan tiga ukuran kebesaran manusia,maka siapakah yang berani membandingkan muhammad dengan orang besar dalam sejarah modern?orang-orang yang paling mashyur menciptakan senjata,undang-undang dan eksperimen belaka.yang mereka bangun tidak lebih dari kekuatan materiil yang sering ambruk dihadapan mereka sendiri.sementara laki-laki ini (Muhammad) tidak hanya menggerakkan dinasti-dinasti,melainkan juga berjuta-juta manusia dalam sepertiga bagian dunia yang telah dikenal pada masa itu.dan lebih dari itu,ia menggoncangkan rumah-rumah berhala,mengobarkan ide-ide agama,kepercayaan-kepercayaan di setiap jiwa manusia.diatas dasar sebuah kitab(al Qur'an)ia menciptakan kebangsaan spiritual yang mempersatukan manusia dari segala ras dan bahasa'.

* Arthur Glyn Leonard,penulis her moral and spiritual value;
'seorang laki-laki yang bukan saja besar,tapi salah sorang yang terbesar...yang paling besar..yang dihasilkan kemanusiaan.pembangunan material dan spiritual yang membangun suatu bangsa yang besar,suatu imperium besar dan bahkan lebih dari segalanya ini,suatu agama yang lebih besar lagi..'

* Boyd Carpenter,penulis the permanent element in religion;
'muhammad,oleh banyak orang dilihat dari balik kabut hitam dan dengan penuh ketololan yang ditutupkan pada dirinya. bagi dia hanya ada ketakutan dan kengerian serta perkataan-perkataan keji yang dapat diberikan..tetapi kini kabut ketidakadilan ini sudah mulai menghilang,yang memungkinkan kita melihat pembangunan islam ini dengan cahaya yang adil'

* George Benhard Shaw;
seperti napoleon,sayapun lebih suka akan ajaran muhammad.saya yakin bahwa seluruh imperium inggris akan menganut ajarannya sebelum abad ini berakhir. pribadi muhammad sangat agung.saya kagumi dia dan saya menganut ajarannya dalam pandangan hidupnya'


4. Para sahabat nabi dan rasulullah adalah teladan kedua
"orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk islam diantara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik,Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang megalir sungai-sungai didalamnya;mereka kekal didalamnya selama-lamanya.itulah kemenangan yang besar"(Qs at taubah:100)

"bintang-bintang adalah kepercayaan bagi langit,jika bintang telah pergi maka datangilah langit yang telah dijanjikan,sedangkan aku adalah kepercayaan para sahabatku.maka jika aku telah wafat,datangilah para sahabatku terhadap apa-apa yang mereka janjikan"(HR Muslim)

"janganlah kalian mencela para sahabatku,janganlah mencela sahabatkku.maka demi jiwaku yang berada di tanganNya,meskipun salah seorang diantara kalian menginfakkan emas sebesar uhud tidak akan menyamai satu mud pun salah seorang dari mereka,juga tidak separuhnya"(HR Muslim)


KEBENARAN ITU HARUS KITA PERJUANGKAN

Sebagian kecil kebenaran diatas amat berpengaruh dalam sejarah perubahan dunia menuju dunia lebih baik seperti yang pernah dibuktikan oleh sejarah peradaban Islam selama 13 abad. Islam menjadi rahmat bagi semesta alam.

Maka,
apakah layak kebenaran Allah,Islam,rasulNya,al Qur'an di nistakan oleh ajaran sesat seperti ahmadiyah yang mengkufuri semua keimanan ini?
apakah layak seorang agung seperti nabi Muhammad yang dimuliakan Allah disamakan dengan seorang zindiq bernama mirza ghulam ahmad laknatullah?
apakah layak al Qur'anul kariim wahyu Allah disamakan dengan kitab palsu karangan mirza ghulam ahmad?
apakah layak seorang muslim disamakan dengan pengikut ahmadiyah yang telah tersesat dari islam?
apakah layak Islam disamakan dengan ajaran sesat ahmadiyah?

Kebenaran itu milik Allah di dalam Islam semata. Maka hanya Islamlah yang layak diperjuangkan oleh seorang manusia yang mengaku dirinya muslim.

Tuesday, April 13, 2010

...No Title...





It dawns on me,..
That one's time is only limited to 24 hours each day;
That one lives for certain time;


On the other side,
It dawns on me...
That inside one's limited time for life
Is fraught with lotsa bussiness to accomplish, and s/he'll be held in pledge for his deeds on hereafter


Thus,
No time
For boredom
No time
For being lonely
No time
For not knowing what to do
No time
For hopelessness
No time
To waste


Hurry up spending time
For the purpose of our creation

" I have only created Jinns and men, that they may serve Me " (Qs adz dzaariyaat:56)

Before our time runs out

Saturday, April 3, 2010

Nasehat Untuk Para Netter


Internet dewasa ini menjadi sebuah piranti yang tidak bisa dibendung lagi. Kebutuhan manusia kepada inernet menjadi sebuah trend yang semakin menggejala. Daya rambah internet semakin luas, tak kenal status, agama dan budaya. Bahkan bagi kalangan tertentu sudah menjadi gaya hidup. Seolah-olah, tanpa internet hidup sudah tidak berarti lagi.

Seorang muslim meyakini, hidup secara keseluruhan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Waktu yang dihabiskannya, kesematan yang diberikan oleh Allah, juga kesehatan, harta yang dianugerahkan, kekuatan, ilmu dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itulah hendaklah setiap muslim selalu berhitung setiap akan melangkahkan kaki menuju suatu amal. Demikianlah seorang muslim dalam berinteraksi dengan nternet.

Sudah berhitung dengan masak sebelum mengawali langkah kaki, kadang-kadang di tengah jalan masih ada rintangan yang membelokkan rencana semula. Jalan yang licin terkadang membuat kaki terpeleset, menuju jurang kehinaan. Agar semua itu tidak terjadi pada seorang muslim, ia perlu merencanakan sesuatu dan kuat memegang prinsip.

Di antara prinsip yang harus dipegang ketika memasuki dunia maya, adalah sebagai berikut;

1- Ridlo Allah adalah tujuan tertinggi.
Agaknya hal ini asing dalam telinga manusia, memasuki dunia maya kok mau cari ridlo Allah. Tetapi bagi seorang muslim tidak. Bukan persoalan yang aneh, bahkan harus demikian.

Ini adalah point terpenting. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam point ini. Tetapi secara umum, ridlo Allah akan dapat diraih secara maksimal dengan mengintegrasikan antara kebenaran amal dan keikhlasan. Adapun kebenaran amal harus memperhatikan soal tujuan, kontent, kemampuan, waktu dan lain-lainnya. Aspek-aspek tersebut harus dimuhasabah, jangan sampai terjadi kedhaliman kepada pihak lain saat kita memasuki ruang maya. Jika hal ini sudah, niatkan aktifitas itu semata-mata karena Allah saja.

Persoalan inilah yang harus selalu dijaga oleh setiap muslim ketika memasuki dunia maya. Jangan sampai aktifitas dalam hal ini menjadi sebab masuk ke dalam neraka.

2- Memanfaatkan internet untuk sharing ilmu
Seorang ahli hikmah mengatakan, “seorang yang berilmu akan tetap menjadi orang berilmu, tetapi jika ia mengatakan aku sudah mengetahui (berilmu) maka ia menjadi orang bodoh”. Intinya, jangan merasa sudah banyak ilmu lalu tidak menafaatkan internet sebagai tempat mencari ilmu. Tetapi ingat, ilmu untuk meraih ridlo Allah.

3- Jaga hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan akhirat
Ketika masuk ke dunia maya, di sana telah tersedia berbagai macam informasi. Kadang-kadang di tengah kesibukan kita membuka-buka halaman ilmu, muncul tawaran sampah. Waspadalah. Batasilah interaksi di dunia maya ini dalam hal-hal yang bermanfaat bagi agama dan akhirat saja. Adapun berbagai tawaran sampah ini, segeralah singkirkan dan jangan sekali-kali mencoba untuk menyambutnya. Sesungguhnya kida tidak tahu, alau saat ini kuat mengendalikan diri apakah nanti juga masih kuat untuk tidak melakukan kemaksiatan?

4- Tuliskanlah sesuatu yang bermanfaat bagi diri dan orang lain;
Dalam forum-forum internet, jejaring sosial sepeti facebook, atau ketika chating dengan kawan, tulskanlah hal-hal yang bermanfaat. Jangan sekali-kali mengetikkan kata-kata kotor, atau kata-kata yang tidak bermanfaat. Ingatlah, semua yang tertulis kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Apa yang akan menjadi alasan ketika menuliskan kata-kata yang tidak bermanfaat?

5- Jangan mengharapkan kemasyhuran
Kadang-kadang, ketika memulai tema tertentu di dalam forum, atau ketika mempostingkan suatu tulisan di dalam blog, kita berharap banyak pengunjungnya. Setelah sekian waktu mempostingkan sebuah tulisan, lalu melihat statistiknya, berapakah yang telah membacanya, dan berapakah yang telah memberikan komentar.

Obsesi banyak pengunjung itu wajar, tetapi janganlah hal ini menjadi tujuan utama. Allah telah mengingatkan kita di dalam al-Qur’an, “Berlomba-lomba dalam meraih yang banyak telah melalaikanmu, sehingga kalian masuk ke dalam kubur…(at-takatsur;1-2).

Berlomba-lomba mendapatkan pengunjung blog yang banyak, atau banyak peminat dalam suatu diskusi, kadang melalaikan seseorang. Semangat berlomba ini bisa mendorong seseorang untuk mementingkan sensasi yang tak jarang menjurus ke hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena itu, kembalilah kepada niat awal, masuk ke dunia maya adalah dalam rangka mencari ridlo Allah. Dalam hal ini apa yang harus dilakukan harus memiliki tingkat kebenaran yang akurat, dan keikhlasan yang tinggi.

Itulah beberapa kaidah yang harus dipegangi agar selamat dalam berinteraksi dengan internet. Khususnya selamat hati dari kemaksiatan, dan selamat agama dari godaan syetan. Selain itu juga selamat diri dari penipuan.

Sangat menyedihkan, saat ini banak kasus penipuan melalui internet. Sesungguhnya kasihan, baik kepada yang meniu dan terlebih lagi pihak yang tertipu. Ini semua karena mereka tidak memiliki kaedah yang benar ketika memasuki dunia maya ini.

Yang lebih mengenaskan lagi, ada beberapa wanita yang mudah saja percaya kepada rayuan gombal hidung belang. Dengan dijanjikan sedikit pekerjaan, atau iming-iming yang lain, lalu dirinya dirampok luar dalam. Maka selain kelima hal di atas, ada beberapa hal yang menjadi pantangan di daunia maya;

1- Jangan mempercayai segala informasi dari seseorang begitu saja.
Sebagai contoh, ketika Anda sedang chating, atau melalui facebook, ada yang mengenalkan diri sebagai seorang direktur sebuah perusahaan terkenal. Jangan mudah percaya terhadap informasi ini. Dunia internet adalah dunia maya. Seseorang akan dengan mudah menyebut dirinya direktur, kepala, boss dan segala jabatan indah. Tetapi itu hanya didunia maya.

Tidak semua orang lugu memberikan informasi dirinya sebagaimana adanya. Ada yang menyebut dirinya dengan segala atribut hebat hanya sekedar untuk gagah-gagahan saja, ada pula yang memang niatnya untuk mencari mangsa.

Ada pula yang mencoba mengenalkan diri sebagai kawan dari kawan kita. Atau kawan dari famili kita. Entah bagaimana ketika dicoba cross-cek mereka bisa menyebutkan data yang cukup meyakinkan. Tetapi sekali lagi, kalau bukan orang yang kita kenal jangan percayai mereka. Kepercayaan kita kepada seseorang yang tidak dikenal, berarti satu pintu kecelakaan diri kita telah terbuka.

2- Jangan mudah memberikan informasi pribadi
Setelah sekian lama berkenalan di dunia internet, mula-mula basa basi, kadang-kadang ada yang bertanya tentang identitas pribadi. Saat seseorang masuk ke ruang ini, segera alihkan ke hal yang lain. Jangan pernah melepaskan identitas pribadi kita, atau famili kita kepada orang yang tidak dikenali.

Nomor handphone, alamat, kondisi keluarga, dan hal-hal yang bersifat pribadi jangan diobral di dunia maya. Tidak semua orang yang mengunjungi dunia maya ini orang baik-baik. Informasi yang terlalu pribadi bisa menjadi senjata bagi orang jahat untuk melakukan kejahatan. Sebagai misal, ketika kita sebutkan beberapa informasi tentang keluarga kita. Lalu informasi ini jatuh ke tangan orang jahat. Orang tersebut yang menelphone orang tua dengan memberikan kabar adanya kecelakaan atau apalah yang buntutnya meminta ditransfer uang. Jika benar ada transfer, maka ia sudah tertipu, dan kita telah memberikan informasi untuk menipu keluarga kita sendiri.

3- Jangan menyambut ajakan untuk ketemu.
Beberapa kasus hilangnya seseorang bermula dari chating, atau aktifitas di dalam jejaring sosial internet. Masih boleh dikatakan beruntung kalau sekedar dirampok harta saja, bagaimana kalau sampai dirusak kehormatannya, atau sampai menjadi korban pebunuhan?

Mereka hilang setelah dua langkah sebelumnya ditempuh, yakni mempercayai informasi sampah, lalu mau memberikan informasi pribadi. Bermodalkan info-info ini orang jahat menyusun rencana untuk keuntungan dunianya. Sayang rencana itu merugikan pihak lain… setelah rencana matang, mereka undang lawan chatingnya untuk ketemu, dan saat ketemu mereka menghabisi lawannya…

Tiga pantangan ini harus dipegang kuat ketika kita berhadapan dengan pihak yang tidak kita kenali secara langsung. Tetapi jika orang yang menjadi lawan interaksi benar-benar telah diketahui, maka ketiga pantangan ini bisa diabaikan. Allahu a’lam bish-Shawab.

Thursday, April 1, 2010

Mulia Menjadi Ibu Rumah Tangga!


Survei membuktikan: gaji seorang ibu rumah tangga di atas Rp. 1 Milyar

DEWASA ini, bila Anda memiliki seorang anak gadis, saudara perempuan yang beranjak dewasa, dan memasuki masa nikah, cobalah tanyakan kepada mereka, apakah opsi yang akan mereka pilih setelah mereka menikah nanti; menjadi seorang wanita (istri) yang bekerja meniti karier atau menjadi seorang ibu rumah tangga?

Kemungkinan besar opsi pertama akan menjadi opsi favorit mereka lantaran “profesi” ibu rumah tangga adalah sebuah status atau profesi yang kurang (atau bahkan tidak) menjanjikan secara materi dan kurang menantang di tengah tuntutan aktualisasi diri yang mereka butuhkan, apakah benar demikian?

Menjadi ibu rumah tangga? Ah, kalimat itu sering hanya sebagai kata-kata sinis bagi wanita-wanita sejawat jika menemui teman wanitanya yang tak meniti karier. Tapi jangan keliru, ibu rumah tangga tak seremeh yang Anda bayangkan. Ibu rumah tangga atau dikenal dengan istilah stay at home mom, homemaker pada hakikatnya justru adalah sebuah medan aktualisasi diri seorang wanita yang sungguh-sungguh membutuhkan ruh dedikasi yang cukup tinggi, betapa tidak? Seorang wanita dituntut untuk menunaikan sekian banyak tugas dan pekerjaan domestik dalam rentang waktu yang tidak mengenal batas, bahkan bisa dikatakan bahwa seorang ibu rumah tangga jauh lebih tangguh dan super ketimbang suaminya.

Di sebuah situs media, www.reuters.com, disebutkan bahwa setelah dilakukan survei kepada 18.000 ibu-ibu rumah tangga di Toronto, Kanada, mengenai daftar pekerjaan rumah tangga mereka sehari-hari seperti memasak, membersihkan rumah, merawat anak, mengurus keluarga, dan sebagainya. Maka sebuah perusahaan standar penggajian mendeskripsikan nilai, harga, gaji atas “pekerjaan” para kaum ibu ini bila mereka digaji atas pekerjaan mereka.

Di Kanada, dari sekian banyak tugas dan pekerjaan domestik seorang ibu rumah tangga jika digaji maka pendapatan per bulannya mencapai $124.000, bila dikurskan rupiah dengan kurs Rp 9.000/$ = Rp 1. 116.000.000 per bulan (baca: satu milyar seratus enam belas juta rupiah). Subhanalloh!

Jika sekian gaji yang harus diperoleh oleh seorang ibu rumah tangga maka hanya seorang suami yang CEO yang bisa memberinya uang bulanan atau minimal suaminya adalah seorang pemilik multi usaha yang sukses. Nominal tersebut tentu tidak bisa disebut sedikit dilihat dari standard negara manapun, hatta, negara paling modern dan maju sekalipun.

Perhitungan pendapatan/gaji tersebut dikalkulasi berdasarkan jenis dan jumlah pekerjaan yang mereka lakukan, serta kuantitas waktu yang mereka habiskan sehari-hari, maka nominal Rp 1,116 M. adalah nominal yang layak bagi mereka.

“Adalah sebuah kesalahpahaman yang sangat jamak jika pilihan seorang wanita untuk menjadi seorang ibu rumah tangga dianggap lebih mudah dan lebih ringan daripada menjadi seorang wanita karier (yang bekerja ) karena seorang ibu rumah tangga digambarkan hanya duduk manis di rumah, menonton TV sambil makan camilan,” kata Lena Boltos, seorang surveyor yang melakukan survey dan kalkulasi tersebut.

Ibu adalah Sekolah

Bahkan pada hakikatnya, dalam kacamata Islam, seorang ibu rumah tangga bertanggung jawab penuh atas banyak hal, mulai dari permasalahan domestik rumah tangga, seperti memasak, bersih-bersih, mengatur anggaran pembelanjaan, lebih-lebih merawat, dan mendidik anak. Problematika anak-anak pada masa kini jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan.

Para ibu benar-benar menjalankan sebuah “bisnis” rumah tangga, jika arti kata “business’ dikembalikan kepada makna aslinya, (busy: sibuk).

Seorang penyair Arab mengatakan, “Al Ummu Madrosatul Ula, Idzaa A’dadtaha A’dadta Sya’ban Khoirul ‘Irq” (Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan).

Kalimat ini sering menjadi ikon dalam dunia pendidikan Islam. Maka bukanlah sebuah hal yang berlebihan bila Islam sangat mendorong kaum perempuan agar senantiasa meningkatkan kualitas pengetahuannya demi terciptanya suasana yang kondusif bagi keluarga yang membagi peran mereka sesuai kodrat alamiah yang telah Allah Ta’ala gariskan.

Karenanya, adalah sangat keliru, jika para ibu masih merasa tak berharga dan menganggap dirinya tak memiliki nilai ketika menjadi ibu rumah tangga dan sibuk mengurus anak-anak mereka di rumah.

Wahai para ibu yang sibuk di rumah, Cheer up! Berbahagialah dan berbanggalah, ucapkan Alhamdulillah karena ternyata dan terbukti “karier” Anda sangat bernilai tinggi bila dibandingkan para wanita karier konvensional di mata dunia. Yakinlah, bahwa Anda jauh lebih bernilai dan ber”gaji” tinggi di mata Allah Ta’ala jika Anda niatkan khidmah Anda semata-mata ikhlas lillahi Ta’ala.

Sebagai penutup, ada pesan mulia, dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: “Kaum wanita datang menghadap Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bertanya: “Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan jihad di jalan Allah. Adakah perbuatan bagi kami yang dapat menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah?” Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Barangsiapa di antara kalian berdiam diri di rumahnya maka sesungguhnya ia telah menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah.” (HR Al-Bazzar).

Monday, March 22, 2010

Sudahkah Aku Beriman?


Sudahkah aku beriman?

Jika sudah,@least:
1. Tak ada toleransi dengan sifat terjajah (malas,ga pe-de,pesimis,utopis,kurang inisiatif,suka menunda alias tak bersegera raih pahala dan surga dengan amal shalih dan jauhi neraka dengan hindari dosa)

2. Tak ada toleransi dengan sekulerisme dalam diri (jangan merasa belum ada atsar tatsqif dalam hidup tapi hargai ilmu dengan terapkan thoriqah Islam fii darsi/metode pembelajaran dalam Islam)

3. Cintaku pada Allah dan rasul adalah cinta yang benar jika kubuktikan dengan perbuatanku yang melebihi cintaku pada dunia. Jika bukan cinta yang benar,Qs at taubah:24 akan menjawabnya.

4. Selalu ada upaya diri jadi lebih baik dari kemarin.
Eksplorasi kelebihan sebagai potensi pemberdayaan diri dan eliminasi kekurangan yang akibatkan kegagalan dalam pengembangan diri dan da'wah islam.
Jika aku kurang dalam:

* tsaqafah islam,
sudahkah aku lakukan dirasah fardiyah dengan baca literature islam dan berusaha memahaminya dengan diskusi bersama teman?

* bahasa arab,
sudahkah aku belajar bahasa arab,bahasa persatuan islam dan umat islam?

* interaksi,
sudahkah aku jadikan interaksi islam sebagai hobi?

* baca dan tulis,
sudahkah aku jadikan membaca dan menulis sebagai hobi?

* ikuti fakta/persoalan dunia,
Sudahkah aku jadikan ikuti fakta/persoalan dunia sebagai hobi?

P.S jika aku jadikan interaksi,baca dan tulis,ikuti perkembangan fakta/persoalan dunia sebagai hobi, da'wah islam bukan beban tapi tanggung jawab yang memang selayaknya diemban seorang muslim karena Allah. Sudahkah aku jadikan da'wah sebagai poros hidupku? Sudahkah islam sebagai way of life dan mabda (ideologi) Islam mengkristal dalam hidupku?

* manajemen waktu,
Sudahkah aku jadi manajer waktu yang baik dalam kegiatanku di dalam rumah (domestik) dan diluar rumah (publik) ?
Sudahkah aku sempurnakan kewajibanku sebagai seorang anak bagi orang tua atau seorang istri bagi suami / suami bagi istri dan ibu bagi anak / ayah bagi anak?
Sudahkah aku sempurnakan kewajibanku sebagai seorang muslim / muslimah untuk berda'wah?
Sudahkah aku kerjakan PR da'wah islam-ku?

* de el el,sudahkah aku reformasi jika tak dikatakan revolusi kekuranganku?

5. 'Dan tiadalah kehidupan dunia ini kecuali main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?'(Qs.6:32) Sudahkah aku jadikan dunia tempat singgah~bukan tujuan~dan rendah dalam pandanganku,sebagaimana dalam pandangan Allah?
Sudahkah aku jadikan kampung akhirat sebagai tujuan akhir hidupku?
Sudah,sedang dan akan beramal sholih apa saja untuk meraih tujuan akhir hidupku?

6. Tujuan harakah islam untuk melangsungkan kembali kehidupan islam adalah tujuan mulia dan aktivitas da'wah untuk raih tujuan itu adalah aktivitas mulia yang diwariskan para nabi dan pengikutnya. Taqarrub ilallah mutlak dilakukan.sempurnakan amal wajib, perbanyak amal sunnah dan zikrullah agar pertolongan Allah semakin dekat, "apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum tiba padamu ujian sebagaimana terjadi pada umat islam sebelum kamu? mereka menderita kemiskinan dan kesengsaraan sehingga rasul beserta orang-orang beriman bertanya,'bilakah datang pertolongan Allah'?". Penderitaan,kemiskinan,dan kesengsaraan tidak serta merta selalu menyertai pengorbanan seorang muslim untuk Allah,tapi sudahkaH aku optimal dalam berkorban pikiran,harta,atau apapun yang bisa kuberikan untuk kebesaran Allah dan islam? sudahkah aku berkorban sebagaimana saudara-saudaraku diluar sana berkorban hingga mereka harus diburu,dipenjara,bahkan dibunuh hanya karena apa yang mereka pikirkan dan lakukan demi 'laa illaha ilallah muhammadur rasulullah'? Sebagian dari mereka telah syahid dan itu bukan masalahku. Masalah terbesarku adalah apa yang akan kulakukan untuk membela kehormatan mereka yang masih hidup dan meregang nyawa? Apa yang akan kukatakan pada Allah jika para syuhada berkeluh kesah tentang aksi diam seribu bahasa kaum muslimin(dan aku salah satunya)? Aku tak ingin menjadi pemantau penderitaan mereka tapi ingin menjadi salah satu pembela mereka. 'yaa Allah,kami disini berjuang dengan banyak uslub(sarana) dan wasilah(prasarana) tapi dengan satu thoriqah(metode) yakni thoriqah da'wah Rasulullah. Kami disini berjuang untuk membela saudara-saudara kami di palestine,irak,afghanistan,kashmir,dan bumi manapun yang terzhalimi oleh musuh-musuhMu. Kami disini berjuang dalam wadah gerakan-gerakan Islam yang berbeda namanya namun memiliki kharaksteristik yang serupa sebagaimana yang diserukan dalam Qs Ali Imran : 104, yang diikat dengan satu ikatan akidah,yakni akidah islam dan yang memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah di bumi pertiwiMu. Maka mudahkan dan buka pintu lebar-lebar bagi kami untuk optimal dalam gerak kami dan untuk buktikan iman kami padaMu. Sulitkan dan kunci pintu rapat-rapat bagi kami untuk berbuat dosa sekecil apapun walaupun itu rasa malas,tak pe de,pesimis,utopis,lemah,karena semua sifat itu membunuh komitmen kami untuk bangkit dari keterpurukan dan bukan sifat seorang muslim. "Tolonglah kami"...

Sudahkah aku beriman?

Saturday, March 20, 2010

Soal Kebenaran, Benarkah Relatif?


SELAIN mengatakan bahwa tentang sesat yang tahu hanya Tuhan, kaum Islam liberal-pluralis juga mengatakan bahwa kebenaran adalah relatif. Dengan ini, seolah-olah mereka ingin menyimpulkan: bahwa manusia itu tidak bisa membedakan mana yang sesat dan mana yang benar, karena yang sesat tak dapat diketahui dan yang benar juga tak jelas yang mana. Akibat cara berpikirnya ini, maka tak aneh jika mereka tak pernah khawatir kalau berbuat salah.

Ada sebuah pertanyaan yang yang meski dijawab oleh mereka: jika Tuhan dengan tegas memerintahkan umat manusia untuk menghidari kesesatan karena akan dibalas neraka bagi pelakunya dan Tuhan juga memerintahkan untuk mengikuti kebenaran dengan balasan surga dan neraka bagi yang menolaknya, lalu bagaimana jika kesesatan dan kebenaran itu sendiri tidak bisa dimengerti dan diketahui oleh manusia. Dengan demikian, bagi Allah, perintah tersebut menjadi sia-sia, dan bagi manusia hal itu adalah tanggung jawab yang tidak akan sanggup mereka lakukan (taklif bima la yutoq), karena mereka diberi perintah dan akan diberi sanksi jika melanggar, tapi tak jelas isi perintahnya.

Jika sesat dan kebenaran tak jelas maksudnya, maka bagi manusia keduanya ibarat sebuah nama tanpa ada pemiliknya (al Ismu biduni al musamma) atau sifat tapi tak ada yang disifati (as sifat biduni al mausuf) atau lafadz tak bermakna.

Hal semacam ini sebenarnya bertentangan dengan pernyataan kaum liberal sendiri; bahwa lafadz adalah pertanda dari sebuah realitas atau ma'na dan realitas itu lebih dahulu ada dari lafadznya tsb.

Mencari Kebenaran

Faham relativisme kebenaran adalah bagian dari pluralisme agama yang mengatakan bahwa kebenaran pemahaman tentang Tuhan bagi setiap pemeluk agama adalah relatif, karena mereka sama-sama ingin mencari Tuhan, tapi Tuhan bersifat metafisik dan transendental, hingga akhirnya manusia menjadi beragam dalam memahami Tuhan yang absolut tersebut. Pemahaman manusia ini kemudian diwujudkan dengan nama-nama dan simbol-simbol yang saling berbeda antara pemeluk agama yang satu dengan yang lainnya.

Agama-agama, menurut Fritjhof Schuon, penggagas faham Kesatuan Transenden Agama-agama (transcendent unity of religions) dibagi menjadi dua: tingkat eksoterik (lahiriyah) dan esoterik (batiniyah). Pada tingkat eksoterik agama-agama mempunyai Tuhan, teologi, ajaran yang berbeda. Namun pada tingkat esoterik agama-agama itu menyatu dan memiliki Tuhan yang sama yang abstrak dan tak terbatas.

Dari keterangan di atas dapat kita fahami bahwa kaum pluralis mengangap bahwa akidah semua agama adalah hasil karya manusia, dan pemahaman tentang Tuhan adalah hasil pencarian dan spekulasi manusia sendiri, tidak ada sumber dari Tuhan sendiri yang menjelaskan atau kalau boleh dikatakan manusialah yang menciptakan Tuhan-Tuhan mereka sendiri. Karena setiap agama membuat definisi sendiri-sendiri tentang siapa Tuhan, seperti apa sifat dan nama-Nya, sehinngga wajar jika hasilnya berbeda-beda.

Jika anggapan mereka demikian, maka teori pluralisme agama ini sebenarnya sudah dengan sendirinya tidak berlaku bagi agama Islam, karena asumsi kaum pluralis adalah bahwa pemahaman Tuhan oleh semua agama adalah hasil ciptaan manusia, dan asumsi tersebut ternyata berbeda dengan kenyataan yang ada di dalam agama Islam. Pengetahuan umat Islam tentang Allah, dengan nama-nama-Nya dalam asmaul husna dan segala sifat-Nya adalah bersifat "tauqifiyah", yaitu dari Allah sendiri yang diperkenalkan ke manusia lewat wahyu yang Dia turunkan kepada para Nabi yang Dia utus, mulai dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad. Bukan ciptaan umat Islam atau Nabi itu sendiri, dan di dalam agama Islam tidak ada lahan spekulasi untuk berkata tentang Tuhan

Oleh karena itu, Allah swt. dalam Al-Quran mengatakan bahwa orang yang berkata tentang Tuhan tanpa ada landasan wahyu adalah orang yang berkata tentang Tuhan tanpa pengetahuan.

"Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa Kitab (wahyu) yang bercahaya (yang menjelaskan antara yang hak dan yang batil).” (QS, Al Hajj:08)

"Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui." (QS, Al Baqoroh:169)

"Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempuyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah yang Maha Kaya; Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?." (QS, Yunus:68)

Orang yang ingin memahami sesuatu tanpa didasari ilmu pengetahuan maka tiada cara kecuali dengan mengira-ngira, berhipotesa atau bersepekulasi, karena kalau sudah ada ilmu pengetahuan yang meyakinkan pasti tidak perlu bersepekulsi. Dan orang yang meyakini sesuatu dari hasil spekulasi maka sebenarnya dia telah meyakini sesuatu yang dia sendiri sebenarnya tidak yakin dengan hal tersebut. Meyakini sesuatu yang tidak meyakinkan adalah keyakinan problematik, lalu kenapa diyakini?!

Dari masalah ini dapat kita metahui pula tentang pentingnya diuutusnya seorang Rasul sebagai penerima wahyu Tuhan. Keyakinan awal umat manusia adalah sama, bahwa alam dunia ini memiliki sang pencipta, yang menciptakan dan yang mengatur alam dunia ini atau mereka sebut Tuhan. Tapi, manusia tak bisa mengetahui secara pasti tentang siapa itu Tuhan, siapa nama-Nya dan bagaiman sifat-sifat-Nya. Akhirnya mereka saling berspekulasi tentang Tuhan. Dengan ini menjadi pentinglah diutusnya Rasul sebagai utusan Tuhan yang menujukan tentang siapa sebenarnya itu Tuhan, dan segala hal terkait dengan keberadaan-Nya agar manusia tidak terus-menerus bersepekulasi.

Selain itu para Rasul lewat wahyu memberi tahu umat manusia bahwa di balik alam nyata ini ternyata ada alam lain, alam yang sekarang tak mampu diketahui oleh panca indera, tapi hal itu ada dan ternyata mempunyai hubungan dengan manusia, yaitu alam ghaib, seperti malaikat, jin, syaitan, surga, neraka, surga, alam mahsar, hisab. Dari semua hal yang bersifat transendental dan metafisik tersebut semuanya tidak bisa diketahui kecuali dengan informasi yang dapat dipercaya(al khobar as shodiq), yaitu wahyu dari yang Maha Mengetahui (Allah swt.) yang diturunkan kepada orang yang jujur, terpercaya dan terjaga dari kesalahan, yaitu para Rasul. Jika tidak, maka tiada pilihan lain bagi manusia kecuali tidak mengakui adanya yang transenden dan metafisik tersebut atau mengakuinya tapi dengan jalan hipotesa atau spekulasi dan hal ini tidak meyakinkan karena hipotesa tidak bisa dipastikan kebenarannya.

Bukti Kebenaran

Telah kita kita ketahui sebelumnya bahwa pengetahuan umat Islam tentang Tuhan dan yang lain yang bersifat metafisik adalah dari al khobar as shodiq, karena manusia tidak bisa mengetahui secara langsung dengan panca indera. Dan di antara hal yang membuktikan bahwa isi khobar tersebut adalah benar-benar meyakinkan, di antaranya sebagai berikut:

1. Khobar tersebut. telah diterima dari sekian banyak Rasul yang dapat dipercaya, mulai dari Nabi Adam as. Sampai Nabi Muhammad saw. dan kondisi antar satu Nabi dengan Nabi yang lainnya adalah sangat plural baik dari segi masa, tempat atau negara, tabiat umat mereka, kondisi sosial dan budaya waktu itu, dan lain-lain. tapi khobar tersebut tetap sama isinya. Hal ini bisa terjadi karena yang menurunkan wahyu tersebut adalah satu (Allah swt.) dan yang menerima(para Rasul) orang yang jujur, dan isi sebuah berita, selama tetap asli, berita tersebut tidak terpengaruh oleh kondisi waktu, tempat, sosial, dan kultur sang penerima berita, dan juga bila ada sebuah berita yang dikabarkan kepada semisal "si A", kemudian diberitakan lagi yang lain semisal ke "si B", tapi isinya ternyata berbeda, berarti ada salah satu dari keduanya yang dibohongi. Dan mustahil Allah swt berbohong kepada Rasulnya.
2. Dan sangat mustahil seandainya setiap Nabi dan Rasul berspekulasi secara sendiri-sendiri, tapi mampu menghasilkan hasil spekulasi yang sama dari segala sisi dari masalah yang dispekulasikan.
3. Masalah akidah adalah nauu' al khobar (jenis berita), oleh karena itu akidah para Nabi dan Rasul adalah sama. Berbeda dengan syari'at, syari'at adalah nuu' al insa (jenis pengadaan) sehingga bisa berbeda-beda, karena untuk mengatur kehidupan umat yang berbeda-beda.


Kesimpulan

Relativitas kebenaran pengetahuan tentang Tuhan oleh umat beragama hanya bisa terjadi bila seluruh umat beragama "tanpa terkecuali" memperoleh pengetahuan tersebut lewat akal budi mereka, dengan berhipotesa, spekulasi atau sejenisnya, tanpa ada wahyu yang dapat dijadikan petunjuk, hingga tidak bisa dipastikan mana yang benar dan mana yang salah, seperti yang dianggap kaum pluralis sendiri. Tapi, telah kita ketahui bahwa pengetahuan tentang yang transendental tersebut tidak dapat diketahui dengan benar kecuali dengan al khobar as shodiq dan sejak dahulu para Rasul telah menerima khobar tersebut.

Maka dengan ini, dari sekian banyak pengetahuan tentang Tuhan yang tadinya mungkin relatif, menjadi tidak relatif lagi, karena yang lain masih berhipotesa, dan belum bisa memastikan benar tidaknya dan al khobar as shodiq yang pasti benar telah memastikan hipotesa-hipotesa tersebut salah.

Dan realitas yang ada bahwa dari sekian banyak pemahaman umat beragama tentang Tuhan semuanya saling kontradiksi, dan sifat di antara dua hal atau lebih yang saling kontradiksi adalah saling membatalkan di antara yang satu dengan yang lainnya, tidak bisa benar secara bersamaan. Dan al khobar as shodiq telah menunjukan mana yang benar.

Di dalam akidah Islam tidak ditemukan dan diterima keyakinan yang kontradiksi, karena hal itu tidak rasional. Pluralisme agama adalah keyakinan penuh kontradiksi dan problematik, maka tidak selayaknya diyakini oleh orang yang masih mampu berpikir rasional. Dan pernyataan kaum liberal/pluralis yang mengatakan bahwa akidah Islam terpengaruh sosial dan kultur waktu turunnya wahyu adalah pernyataan yang keluar karena tidak faham objek masalah.

Ingat! Kondisi sosial dan kultur antarsatu Nabi dengan yang lainnya adalah lebih plural dari kondisi sekarang, tapi kenapa tidak berpengaruh, hal ini yang harus mereka jawab. Dan seandainya mereka mengatakan bahwa relativitas kebenaran terletak pada pemahaman wahyu tersebut, bukan pada kebenaran wahyunya, maka dengan ini ilmu matematika bukan lagi ilmu pasti lagi bagi mereka, karena wahyu mengatakan Tuhan itu hanya satu. Jika pemahaman hanya satu masih relatif kebenarannya, maka satu tambah satu belum tentu dua, tapi masih relatif, mungkin dua, tiga, dan seterusnya. Wallahu a'lam bisshowab.

Tuesday, March 9, 2010

10 aLasaN MenoLaK ObaMa, PreSideN NegaRa ImpeRiaLis


10 aLasaN MenoLaK ObaMa, PreSideN NegaRa ImpeRiaLis:

1. Obama adalah kepala negara dari negara penjajah Amerika Serikat bertentangan dengan sikap politik Indonesia yang anti penjajahan

2. Kedatangan Obama untuk memastikan dan mengokohkan Indonesia sebagai negara kapitalis sekuler yang telah menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia.

3. Kedatangan Obama untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau, hingga Papua.

4. Kedatangan Obama merupakan sebagai bagian dari politik belah bambu di dunia Islam yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya.

5. Obama memerangi kaum muslimin di Afghanistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam termasuk anak-anak dan ibu-ibu.

6. Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam

7. Obama hingga saat ini belum menutup penjara Guantanamo sesuai dengan janjinya yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan Al Qur’an

8.Obama dengan setia menjadi pendukung setia Zionis Israel yang hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina.

9. Obama tidak mengecam sama sekali ketika Israel membantai lebih kurang 1300 muslim di Gaza sebaliknya bahkan mendukung tindakan kejam Zionis Israel itu

10.Status negara Amerika adalah Muhariban Fi’lan karena secara langsung membunuh umat Islam, haram melakukan hubungan dalam bentuk apapun. Islam mengharamkan kaum muslimin menyambut pembunuh umat Islam yang merupakan musuh Allah SWT dan musuh Umat Islam apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu terhormat