Sunday, January 20, 2008

Khilafah membantu Kelaparan di Irlandia (1845)

Tahun 1845, adalah awal tahun dimana terjadi kelaparan besar yang melanda Irlandia yang mengakibatkan lebih dari 1,000,000 orang meninggal. Ketika itu Khilafah Usmani, Sultan Abdülmecid menyatakan keinginannya untuk mengirimkan 10,000 sterling kepada para petani Irlandia tapi Ratu Victoria meminta Sultan untuk mengirim hanya 1,000 sterling, karena dia telah mengirim hanya 2,000 sterling. Sultan mengirim 1,000 sterling. Namun secara diam-diam mengirim 3 kapal penuh makanan. Pengadilan Inggris berusaha untuk memblokir kapal itu, tapi makanan sampai di pelabuhan Drogheda dan ditinggalkan di sana oleh para Pelaut Usmani. Dikarenakan peristiwa ini rakyat Irlandia, khususnya mereka yang tinggal dii Drogheda, menjadi bersahabat dengan orang Turki. Peristiwa ini juga menyebabkan munculnya symbol-simbol Usmani (source: http://en.wikipedia.org/wiki/Drogheda) Sebuah Blog Osmanli Traveller telah mengcopy sebuah laporan oleh seorang Pendeta Kristen yang menulis mengenai Sultan pada saat pengembaraanya. Laporanya menyebutkan peristiwa ini secara singkat. Apa yang menarik adalah bahwa tanpa mengetahui pengiriman kapal secara diam-diam itu, pendeta tadi telah terkesan dengan karakter Sultan dalam menanggapi permintaan Ratu. Mengenai karakter Sultan Abdul Majid Khan, yang ditulis Rev. Henry Christmas M.A. (Pendeta Kristen) tahun 1853: Satu atau dua anekdot akan memberikan karakter dia yang sebenarnya. Selama tahun kelaparan di Irlandia, Sultan mendengar penderitaan yang dialami oleh negara malang itu, maka dia langsung mengutarakan kepada Duta Besar Inggris niatnya untuk membantu meringankan keadaan itu, dan menawarkan bantuan sejumlah besar uang. Dia maklum bahwa adalah hak dari Ratu untuk membatasi jumlah uang, sehingga uang yang lebih besar tidak bisa diterima dari Sultan. Untuk sopan santun maka diapun setuju atas keinginan Ratu itu, dan dengan rasa penuh simpati mengirimkan bantuan yang terbesar yang dibolehkan. Tercatat dalam sejarah mengenai perasaan pribadinya untuk memberikan jawaban atas ancaman tuntutan dari Austria dan Rusia bagi dilakukannya ekstradisi pengungsi Polandia dan Hongaria. “Saya bukan tidak peduli,” jawabnya. “atas kekuatan imperium itu, bukan juga atas maksud tersembunyi dari isyarat yang mereka tunjukkan tunjukkan , tapi saya dipaksa oleh agama saya untuk memperhatikan aturan aturan sopan santun, dan saya percaya atas perasaan dan niat baik Eropa tidak akan mengizinkan pemerintah saya untuk terlibat pada perang ini, karena saya memutuskan dan percaya pada mereka.” Ini memang adalah semangat sejati dari Kristen, tapi ada yang lebih dari itu atas diri Muhammad Sultan dari Turki, lebih daripada semua pangeran Kristen di Eropa Timur. ‘ (Sultan Turki, Abdul Medjid Khan: A Brief Memoir of His Life and Relign, with Notices of The Country, its Navy, & present Prospects” by the Rev. Henry Christmas, M.A., 1853) Juga tercatat, kedermawanannya dan kesabarannya yang terjadi selama apa yang dianggap sebagai ‘kejatuhan’ Imperium Usmani menurut buku-buku sejarah Barat, padahal Sultan Abdul Madjid sendiri tidaklah dianggap sebagai salah satu Sultan terbesar dari Imperium Usmani. Peristiwa membuktikan ketinggian karakter Sultan yang digabungkan dengan kemampuan lihai mereka untuk melalui rintangan politik untuk mencapai tujuan moral yang Islami. Dan berapa banyak lagi misi-misi rahasia yang hingga sekarang belum terungkap?

Catatan: tahun 1845, 10,000 ponds yang diberikan kepada penduduk Irlandia dari Sultan itu bernilai kurang lebih 800,000 pond pada hari ini, itu sama dengan $1,683,280 US Dollar. Di sisi lain, Ratu memberikan uang senilai 160,000 pond pada hari ini atau 336,656 US Dollar. (Riza Aulia; www.khilafah.com)

Thursday, January 17, 2008

MeNjaWab KeBoHoNgAn AhMaDiYah

Oleh: H.M. Amin Jamaluddin

*Berbagai aliran sesat sudah terbiasa menggunakan kiat-kiat untuk mengelabui dan membohongi masyarakat dalam menyebarluaskan paham-pahamnya. Berbagai kebohongan, pengaburan, dan tipu daya juga seringkali dimunculkan dalam kasus seputar Ahmadiyah. Pada tanggal 3 Januari 2008, Jemaat Ahmadiyah Indonesia berkirim surat berupa “Ringkasan Penjelasan tentang Jemaat Ahmadiyah Indonesia” kepada Azyumardi Azra di kantor Sekretariat Wakil Presiden.Tulisan ringkas berikut ini merupakan jawaban-jawaban ringkas dan jitu untuk meluruskan beberapa penjelasan kaum Ahmadiyah, seperti dalam surat mereka ke Azyumardi Azra di kantor Wapres tersebut. Berikut ini beberapa penjelasan Ahmadiyah dan jawaban kita. Ahmadiyah mengatakan:

1. “Syahadat kami adalah syahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”

Jawab kita: Kita perlu berhati-hati dan mencermati pengakuan semacam itu. Sejak berdirinya, Jemaat Ahmadiyah sudah mengaburkan makna syahadat, meskipun lafalnya sama dengan syahadat orang Islam. Kaum Ahmadiyah mengklaim bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul Allah. Simaklah buku Memperbaiki Kesalahan (Eik Ghalthi Ka Izalah), karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Ponto, (terbitan Jamaah Ahmadiyah cab. Bandung, tahun 1993). Di situ tertulis penjelasan terhadap ayat al-Quran berikut ini:محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم Dalam buku ini, Mirza Ghulam Ahmad menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan “Muhammad” dalam ayat tersebut, yakni: “Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul…(hal. 5). Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara Ahmadiyah dengan orang Muslim. Sebab, bagi umat Islam, kata Muhammad dalam syahadat, adalah Nabi Muhammad saw yang lahir di Mekkah, bukan yang lahir di India. Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini:“Dan 20 tahun yang lalu, sebagai tersebut dalam kitab Barahin Ahmadiyah Allah Taala sudah memberikan nama Muhammad dan Ahmad kepadaku, dan menyatakan aku wujud beliau juga.” (Hal. 16-17). “….. Dalam hal ini wujudku tidak ada, yang ada hanyalah Muhammad Musthafa SAW, dan itulah sebabnya aku dinamakan Muhammad dan Ahmad.” (Hal. 25)

Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Nopember 1985 (Nubuwwah 1364 HS), rubrik “Tadzkirah”, disebutkan:“Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku Rasul-Nya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah membuatku manifestasi dari semua Nabi, dan memberiku nama mereka. Aku Adam, Aku Seth, Aku Nuh, Aku Ibrahim, Aku Ishaq, Aku Ismail, Aku Ya’qub Aku Yusuf, Aku Musa, Aku Daud, Aku Isa, dan Aku adalah penjelmaan sempurna dari Nabi Muhammad SAW, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi. (Haqiqatul Wahyi, h. 72).” (Hal. 11-12)

Sekali lagi, yang menjadi masalah adalah bahwa bagi kaum Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad juga mengaku sebagai Muhammad saw, sebagaimana disebutkan sebelumnya. Bahkan, dalam buku Ajaranku, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s., Yayasan Wisma Damai, Bogor, cetakan keenam,1993, disebutkan: “….. di dalam syariat Muhammad s.a.w akulah Masih Mau’ud. Oleh karena itu aku menghormati beliau sebagai rekanku …..” (Hal. 14)

2. Ahmadiyah mengatakan; “Kitab Suci kami hanyalah Al Qur’anul Karim.” Ahmadiyah juga mengatakan, bahwa “Tadzkirah” bukanlah kitab suci mereka, tetapi merupakan pengalaman rohani Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad yang dikumpulkan dan dibukukan serta diberi nama Tadzkirah oleh pengikutnya pada tahun 1935 (27 tahun setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal dunia tahun 1908).

Jawab kita: Penjelasan Ahmadiyah ini juga tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam kitab Tadzkirah yang asli tertulis di lembar awalnya kata-kata berikut ini: “TADZKIRAH YA’NI WAHYU MUQODDAS”, artinya TADZKIRAH adalah WAHYU SUCI. Jadi, kaum Ahmadiyah jelas menganggap bahwa kitab Tadzkirah adalah “wahyu yang disucikan”. Karena itu, sangat tidak benar jika mereka tidak mengakuinya sebagai Kitab Suci. Sangat jelas, mereka memiliki kitab suci lain, selain al-Quran, yaitu kitab Tadzkirah. Tentu saja, umat Islam seluruh dunia menolak dengan tegas, bahwa setelah Nabi Muhammad saw, ada nabi lagi, atau ada orang yang menerima wahyu dari Allah SWT.

Dalam buku Apakah Ahmadiyah itu? Karangan HZ. Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad disebutkan: Hadhrat Masih Mau’ud a.s tampil ke dunia dan dengan lantangnya menyatakan, bahwa Allah Ta’ala bercakap-cakap dengan beliau dan bukan dengan diri beliau saja, bahkan Dia bercakap-cakap dengan orang-orang yang beriman kepada beliau serta mengikuti jejak beliau, mengamalkan pelajaran beliau dan menerima petunjuk beliau. Beliau berturut-turut mengemukakan kepada dunia Kalam Ilahi yang sampai kepada beliau dan menganjurkan kepada para pengikut beliau, agar mereka pun berusaha memperoleh ni’mat serupa itu.” (hal. 63-64).

3. “Kami warga Jemaat Ahmadiyah tidak pernah dan tidak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah, baik dengan kata-kata maupun perbuatan.”

Jawab kita:Pengakuan kaum Ahmadiyah ini pun nyata-nyata tidak sesuai dengan fakta yang ada pada buku-buku dan terbitan mereka. Dalam buku Amanat Imam Jemaat Ahmadiyah Khalifatul Masih IV Hazrat Mirza Tahir Ahmad Pada Peringatan Seabad Jemaat Ahmadiyah Tahun 1989 terbitan Panita Jalsah Salanah 2001, 2002 Jemaat Ahmadiyah Indonesia, disebutkan:“Saya bersaksi kepada Tuhan Yang MahaKuasa dan Yang Selamanya Hadir bahwa seruan Ahmadiyah tidak lain melainkan kebenaran. Ahmadiyah adalah Islam dalam bentuknya yang sejati. Keselamatan umat manusia bergantung pada penerimaan agama damai ini.” (Hal. 6)Bilakhir, perkenankanlah saya dengan tulus ikhlas mengetuk hati anda sekalian sekali lagi agar sudi menerima seruan Juru Selamat di akhir zaman ini.” (Hal. 10)

Bahkan, Ahmadiyah punya istilah sendiri untuk menamai para pengikut ajarannya, dengan tujuan membedakan diri dari orang-orang Islam lainnya:Dalam buku Riwayat Hidup Mirza Ghulam Ahmad - Imam Mahdi dan Masih Mau’ud Pendiri Jemaat Ahmadiyah, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, Jemaat Ahmadiyah Indonesia, cetakan kedua, 1995, disebutkan: “Pada tahun 1901, akan diadakan sensus penduduk di seluruh India. Maka Hazrat Ahmad as. menerbitkan sebuah pengumuman kepada seluruh pengikut beliau untuk mencatatkan diri dalam sensus tersebut sebagai Ahmadi Muslim. Yakni, pada tahun itulah Hazrat Ahmad as. telah menetapkan nama Ahmadi bagi para pengikut beliau as., untuk membedakan diri dari orang-orang Islam lainnya.” (Hal. 47) Kaum Ahmadiyah juga menyebut, jemaat mereka adalah laksana perahu Nabi Nuh yang menyelamatkan. Yang tidak ikut perahu itu akan tenggelam.

Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Juli 1986 (Wafa 1365 HS), pada salah satu tulisan dengan judul Ahmadiyah Bagaikan Bahtera Nuh Untuk Menyelamatkan Yang Berlayar Dengannya, oleh Hazrat Mirza Tahir Ahmad, Khalifatul Masih IV, dinyatakan:“Aku ingin menarik perhatian kalian kepada sebuah bahtera lainnya yang telah dibuat di bawah mata Allah dan dengan pengarahanNya. Kalian adalah bahtera itu, yakni Jemaat Ahmadiyah. Masih Mau’ud a.s. diberi petunjuk oleh Allah melalui wahyu yang diterimanya bahwa beliau hendaklah mempersiapkan sebuah Bahtera. Bahtera itu adalah Jemaat Ahmadiyah yang telah mendapat jaminan Allah bahwa barang siapa bergabung dengannya akan dipelihara dari segala kehancuran dan kebinasaan.”.………….Ini adalah suatu pelajaran lain yang hendaknya diperhatikan oleh anggota-anggota Jemaat. Sungguh terdapat jaminan keamanan bagi mereka yang menaiki Bahtera Nuh, baik bagi para anggota keluarga Masih Mau’ud a.s. maupun bagi orang-orang yang, meskipun tidak mempunyai hubungan jasmani dengannya, menaiki Bahtera itu dengan jalan mengikuti ajaran beliau”. ………….“Semoga Allah memberi kemampuan kepada kita untuk melindungi Bahtera ini dengan sebaik-baiknya, dengan ketakwaan dan ketabahan yang sempurna, dan dengan kebenaran yang sempurna – Bahtera yang telah dibina demi keselamatan seluruh dunia. Amin!”. (Hal. 12, 13, 16, 30)

Kesimpulan:
Kita jangan mudah tertipu dengan penjelasan-penjelasan yang tampak indah, padahal, dunia Islam sejak dulu sudah tahu, apa dan bagaimana sebenarnya ajaran Ahmadiyah. Intinya, mereka mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi, Isa al-Mau’ud, dan Imam Mahdi. Mereka juga tidak mau bermakmum kepada orang Islam dalam shalat, karena orang Islam tidak mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.
Jadi, antara Islam dan Ahmadiyah memang ada perbedaan dalam masalah keimanan. Oleh sebab itulah, berbagai fatwa lembaga-lembaga Islam internasional sudah lama menyatakan, bahwa Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan. Kita berharap para pejabat dan cendekiawan kita tidak mudah begitu saja menerima penjelasan Ahmadiyah, tanpa melakukan penelitian yang mendalam. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja di dunia, tetapi juga di akhirat. Kita hanya mengingatkan mereka, tanggung jawab kita masing-masing di hadapan Allah SWT.

Penulis adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam

(sumber : www.hidayatullah.com; Rabu, 16 Januari 2008 )

MUI Desak Pemerintah Selesaikan Masalah Ahmadiyah

logomui.jpgDalam rilis nya Majelis Ulama Indonesia mendesak pemerintah menyelesaikan masalah Ahmadiyah. MUI juga meminta masyarakat tak main hakim sendiri

Berkaitan dengan kasus terbaru pernyataan Ahmadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah rilis dan pernyataan sikap. Di bawah ini adalah pernyataan MUI yang terbaru:

Setelah mendengar penjelasan dari Kepala Badan Litbang Departemen Agama RI, Sekjen Departemen Agama RI, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI dan melakukan diskusi secara intensif, MUI berkesimpulan :

  1. Bahwa 12 (dua belas) butir penjelasan yang disampaikan Pengurus Besar Jema’at Ahmadiyah Indonesia (PB JAI) dihadapan rapat Badan Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) Selasa, 15 Januari 2008 bukan merupakan kesepakatan antara PB JAI dengan Departemen Agama RI, tetapi merupakan pernyataan sikap dari PB JAI sendiri.
  2. Bahwa Bakor Pakem, belum membuat keputusan apapun tentang status hukum Ahmadiyah.
  3. Bahwa Bakor Pakem akan terus mengkomunikasikan masalah penyelesaian Ahmadiyah ini dengan MUI.
  4. MUI berpendapat bahwa 12 butir penjelasan Ahmadiyah tersebut belum menunjukkan dan mencerminkan adanya perubahan sikap dan keyakinan dari Ahmadiyah dari sikap dan keyakinan awalnya.
  5. Untuk penyelesaian masalah ini, MUI mendorong pemerintah untuk segera menyelesaikan masalah ini dan menghimbau masyarakat dan ummat Islam untuk tenang dan tidak melakukan tindakan sendiri-sendiri yang melanggar hukum.

Jakarta, 16 Januari 2008

Ketua MUI: KH. Ma’ruf Amin

Sekretaris Umum MUI : Drs. HM. Ichwan Sam

Sumber: http://hidayatullah.com

MUI Belum Akan Cabut Fatwa Sesat

Majelis Ulama Islam (MUI) mengatakan, 12 pernyataan yang dirilis Ahmadiyah hanya sebatas retorika alias kata-kata “karet”. MUI perlu sikap tegas Ahmadiyah. Selama Ahmadiyah belum mengakui Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi dan rasul maka MUI pun tidak akan mencabut fatwa sesat itu. “Tidak. Fatwa itu belum dicabut,” kata Ketua Dewan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin kepada detikcom di Kompleks Masjid Istiqal, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1) tadi siang.

Menurut Ma’ruf, 12 pernyataan Ahmadiyah rumusannya karet semua. “Di sana tidak ada yang menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu bukan nabi dan rasul melainkan apa itu terserah. Tetapi ketika itu belum ada, mereka masih belum klarifikasi,” ujarnya. Tetapi dalam 12 pernyataan Ahmadiyah telah disebutkan Mirza adalah guru?

“Iya rumusan itu ngaret bahwa mereka mengatakan nabi sebagai akhir membawa syariat. Jadi di sini tidak menutup kemungkinan ada nabi lagi yang tidak membawa syariat. Jadi kalimat itu belum mengunci. Mereka masih mengakui karena tidak ada kalimat yang straight… menyatakan tidak ada nabi dan rasul setelah Nabi Muhammad,” paparnya.

Sementara itu, MUI mengaganggap terlalu terburu-buru sikap Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Pusat memberi waktu bagi Ahmadiyah selama 3 bulan untuk membuktikan 12 pernyataan yang dirilisnya.

“Itu terlalu terburu-buru Pakem. 12, 13 (pernyataan) atau berapa sebenarnya intinya 1 saja sudah cukup bahwa Mirza bukan rasul dan nabi, itu saja,” kata Ketua Dewan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, KH Ma’ruf Amin kepada detikcom di Kompleks Masjid Istiqlal.

[http://www.hidayatullah.com/]

Wednesday, January 16, 2008

DuNiA~iNsPiRaSi PeNa KaMi

Apa yang sedang dirasakan jutaan umat islam dan manusia di Iraq?Palestina?Afghanistan?Kashmir?Pakistan?Chechnya?di manapun mereka tinggal tapi merasakan kejamnya dunia dibawah terjangan timah panas,bom,dan meriam musuh-musuh Allah dan umat islam?
Apa yang sedang dirasakan jutaan umat islam dan manusia yang menahan rasa lapar karena busung lapar dan kemiskinan?mencari nafkah karena ayah mereka di PHK?mencari tempat berteduh karena rumah mereka habis terbakar atau hancur digusur aparat yang seharusnya melindungi mereka?mencuri,merampok,membunuh asal asap dapur mengepul,asal bisa berfoya-foya diatas penderitaan orang lain?mencari keadilan bagi hilangnya harta dan nyawa saudara mereka akibat ketidakadilan hukum jahiliyah manusia?
Pernahkah kita berfikir,ketika sedang ber-shopping atau sekedar window shopping di mall-mall,ketika sedang hang out bersama teman atau kerabat kita,kita rela merogoh kocek 50 ribu,ratusan ribu bahkan jutaan rupiah untuk membeli makanan dan minuman bermerk,pakaian bermerk,perabotan mewah atau menikmati hobi kita atau ketika kita sedang ber-window shopping di mall-mall,kita telah meluangkan waktu kosong kita yang sangat berguna untuk sesuatu yang lebih berharga tapi kita sia-siakan dengan sesuatu yang tak bernilai pahala atau dosa sekalipun hanya untuk 'cuci mata' demi menghilangkan rasa bosan kita di rumah;sementara jutaan bahkan miliaran saudara kita meregang nyawa dengan kondisi kesepian mereka akibat ketiadaan dan egoisme diri kita,saudara mereka?
Pernahkah kita berfikir ketika sedang 'stress' dan 'depresi' berat dengan persoalan pribadi kita hingga berfikir seolah-olah semua masalah dan penderitaan milik kita sendiri dan tak sempat berfikir tentang persoalan orang lain?kita berfikir se'dahsyat' itu masalah kita hingga tak ada waktu meluangkan waktu 2,3 jam,bahkan lebih untuk menjalankan amanah-amanah Allah seperti mengkaji islam sebagai bekal kita untuk menjalani hidup di dunia dan akhirat,sebagai bekal kita untuk bersosialisasi dengan masyarakat melalui da'wah/amar ma'ruf nahi munkar,dan sebagai bekal kita untuk mengubah dunia menjadi lebih baik?
Allah telah memberi banyak nikmat tak terhitung secara matematis tapi kita kurang pandai mensyukurinya dengan cukup satu permintaan Allah i.e.meenjadi orang-orang yang bertaqwa/taat kepada perintah Allah dan menjauhi laranganNya(taat pada syariahNya).Allah menciptakan manusia dengan seperangkat perlengkapannya yang dibutuhkan untuk hidup.Allah memberi potensi kepada manusia berupa akal dan hati untuk berfikir dan beramal,Allah memberikan kita fasilitas materi berupa sumber daya alam yang kaya raya agar bisa dimanfaatkan untuk menyempurnakan ibadah mereka pada Allah.Allah juga memberi SDM kaum muslimin yang melimpah untuk menjadi umat yang terbaik diantara umat yang lain(Qs ali imran:110).Namun semua nikmat Allah tersebut diatas kurang kita syukuri.Ada lebih dari 1,5 miliar kaum muslimin di dunia.Namun berapa banyak diantara mereka yang peduli dengan rakyat dunia ini?berapa banyak diantara mereka ambil pusing dengan berkorban harta,tenaga,fikiran,waktu dan nyawa untuk mengubah kondisi dunia yang terpuruk menjadi dunia yang bangkit dan lebih baik?berapa banyak diantara mereka yang berfikir bahwa hanya dengan syariah dan khilafah yang dijanjikan Allah-lah manusia akan hidup tenang dan damai?berapa banyak diantara mereka yang bangga dan pe-de menjadi muslim yang terasingkan(baca:unik dan beda dengan yang lain)?..
Sumber daya alam yang Allah limpahkan kepada kita telah kita sia-siakan dengan menebang hutan secara legal/ilegal(legal/illegal logging),menjual tambang emas freeport kepada pihak asing,dan menjual aset-aset sumber daya alam lainnya kepada mereka bukan menggunakannya untuk kepentingan rakyat negeri ini...alhasil,ketika kita tak bersahabat dengan Allah dan alam semesta dengan taat pada syariahNya,ke'fasad'an yang kita dapatkan di muka bumi ini..
Ditengah minimnya jumlah SDM kaum muslimin yang sadar akan kewajiban mereka untuk mengubah dunia dengan potensi terbaik yang mereka miliki,ada hal yang membahagiakan kita.Mengikuti seruan Allah dalam Qs ali imran:104:"hendaklah ada segolongan umat diantara kalian yang menyeru kepada kebaikan(islam)dan mengajak kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar.Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung",ada sebagian diantara umat islam yang sadar waspol(wawasan politik) secara islamiy dan menyambut seruan Allah dengan keseriusan mereka untuk mengubah dunia baik dengan tangan,kekuasaan,maupun pena mereka di media yang pengaruhnya terhadap perubahan opini dunia setajam pedang.Itulah yang telah,sedang dan akan terus dilakukan oleh para penulis islam baik pemula/amatir maupun professional i.e.menjadikan dunia ini sebagai inspirasi bagi pena mereka untuk menyuarakan suara islam di media untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Tuesday, January 15, 2008

Analysis: Bush's Middle East Tour

Monday, 14 January 2008

This visit comes at a time when the Zionist State is rather dissatisfied with the US's somewhat lukewarm response towards the Iranian nuclear dispute especially in the aftermath of the American intelligence reports that have 'acquitted' Iran on charges of its efforts to acquire nuclear weapons. This is a critical issue that the Zionist State is preoccupied with. Hence they have prepared a special dossier on the subject for President Bush after secret confabulations between the security agencies on one hand and the Israeli body politic that were held on 6th January, 2008. This was reported by newspaper Ye'diot Aharonot.

The Israeli State carried out a massive campaign to heat up the Iranian nuclear issue internationally and particularly in the United States, while the US is disinclined to rake up the issue militarily. Americans consider it important to engage the Iranians politically since the Iranians have been positive on the Afghan issue as well as to safeguard the repetitive negotiations over Iraq.

The Israelis realized that the US has found in the recent intelligence reports, a convenient excuse to refrain from heating up the atmosphere for a military action against Iran, and this has disappointed them. The reaction of the Jewish lobby in Washington was evident and yet Bush's statement did nothing to assuage them. He asserted that despite the reports, the people of the region must be aware that all options against Iran are still open, thus indicating a military option. But he added "We believe a diplomatic solution is possible".

The visit comes amidst an intense campaign by the Democratic Party attacking Bush and his Republican Party for the failure in their international policies. The Democrats have stressed that America has become a most hated country in the Middle East region which is the main source of their petroleum requirement. The Democrats further charged the Bush administration of having exposed the lives of US soldiers in Iraq and being unconcerned about them.

It is in such a period that this visit to the occupied Palestine, Gulf and Egypt has come about. Bush seeks to assuage the Zionists frustration resulting from the recent intelligence report and offer promises and guarantees to them to the effect that the US will not allow Iran to acquire nuclear weapons. In addition to these promises, Bush also wants to give advanced weaponry and financial assistance to them.

In addition to this, Bush will also bolster their security by preventing Mahmoud Abbas's Palestinian Authority to cause any security threat to the Zionist State in the West Bank. After this, he will entrust to Hosni Mubarak the job of calming down Hamas and the issue of the Israeli prisoner Galid Shalit.[captured in 2006]

This is how Bush will try to allay the fears of the Israeli State with regard to the Iranian nuclear issue and offer them security assurances; on one side by preventing Mahmoud Abbas's Palestinian Authority to cause any security disruption to them, and on the other hand from Hamas through talks in Egypt on the subject including the Shalit issue. All this will reflect in the reactions of the American Jewish lobby vis a vis the US elections.

As for his trip to the Arabian Gulf, it is intended to counter the Democrats campaign that the US is regarded as a hated entity. Through this visit, Bush intends to demonstrate to the Americans that his country is well accepted and popular contrary to what the Democrats are presenting. In addition, Bush will pay a visit to the American soldiers in these States and thus demonstrate his concern for their well-being. Though no announcement is expected to be made, he may include it in his itinerary to visit Iraq and get together with the US soldiers.

His visit is designed to be the crowning touch; this will be seen as securing the US interests in the region and will be regarded as Arab approval for them. This will also stone-wall European political influence and curb any resistance to the American influence.

What the Palestinian Authority is projecting is the illusion that the Bush visit will usher in plentiful bounties for the Palestinians and they will be given a State with defined borders and sovereignty. It is like a man trying to reach his hand in a deep well, hoping against hope that the water will reach his mouth, but off course it does not! Bush has come to pacify the Zionists and offer them security assurances, not to promise a sovereign State to Mahmoud Abbas and his Palestinian Authority. Even the widely publicised issue of vacating the settlements which are in any way nomadic mobile structures that are designed for a rough terrain may well be compromised in exchange of a humiliating back down from the Palestinian Authority to accept a disjointed housing scheme in certain parts selected by the Israelis.

As for his initiative of carving an independent Palestinian state, Bush is well aware that an election year is not the opportune time to take up such projects, in fact he clarified this before embarking on his trip and said: "Even if the Palestinian and Israeli leaders do not reach an agreement before the end of the year, I an hopeful that we can lay the general broad line for a Palestinian state". Certainly it is known that these broad lines mean a continuation of the humiliating negotiations with the Zionist entity resulting in giving away concession after concession.

Certainly Bush comes to the Palestine in order to offer security assurances to the cowardly Israelis,to calm them, and this means standing side by side with Bush against the so-called Iranian nuclear weapons. He is visiting the Gulf States to counter the Democrats campaign that America is despised and unpopular in the petrol-rich region. While his visit to Egypt, the largest Arab State in the region, is aimed at demonstrating his strength versus the Democrats.

In fact Bush has embarked upon an election campaign for his Republican Party from our lands: the holy Palestine, the vital and strategic Gulf States and Egypt. Our Islamic lands are not only reduced to being merely a foreign policy issue for the imperialist colonialist countries, but they have also become a matter of their internal politics as well. Such a humiliation would not have been our fate but for the rulers who have sold out not only their world but also have mortgaged others for their sake. Woe to them and their actions!

Palestine is not a crawling insect that these rulers have made it to be for the sake of extending welcomes to Bush, nor is it something to be bargained with the Israelis. What will restore the honour and pride of Palestine is the marching of soldiers from across the borders.

The man who will restore to Palestine its honour will be the sincere ruler who will seek Allah (swt) for one of the two good things: either victory or martyrdom. The man who will restore to Palestine its honour will be the Khaleefah, under whose banner the Muslims fight and behind him they seek protection.

What will restore to Palestine its honour is the rule by what Allah (swt) has revealed, a Khilafah Rashidah on the model of the Prophethood. This is the only way for salvation of Palestine, the entire Palestine.

"Verily, this! This is an absolute Truth with certainty." [TMQ al-Waqi'ah:96]

30th Dhil Hijjah, 1428 A.H
8th January, 2008 C.E

Arabic Source: Website of Sheikh Ata Abu Rashta

Sunday, January 13, 2008

Hidup Sejahtera Dibawah Naungan Khilafah

Sejak pertama kali Allah mewahyukan risalah islam kepada rasulullah Muhammad SAW di Makkah hingga ketika islam diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Madinah,umat manusia merasakan indahnya hidup dibawah naungan daulah islam.Bahkan indahnya hidup dibawah naungan islam terus berlanjut pada masa khulafa'ur rasyidin dan para khalifah yang silih berganti memimpin dunia selama 13 abad.Keberadaan pemimpin(khalifah)adalah keharusan bagi manusia,seperti adanya air untuk kehidupan.Karena sesungguhnya tidak ada kebahagiaan bagi manusia kecuali bila ada pemimpin.Keadilan dan kebenaran tidak akan tampak kecuali dengan adanya kekuasaan pemimpin.Manusia akan menjadi lemah tanpa pemimpin.Dan jika mereka lemah,maka mereka tidak akan mendapatkan kemaslahatan,hukum-hukum syariah tidak bisa ditegakkan,dan hukum-hukum islam tidak dilaksanakan sehingga mereka merasa tidak nyaman dan tidak mendapatkan kemuliaan.

KEMASLAHATAN BAGI UMAT MANUSIA DENGAN ADANYA KHILAFAH

1.khilafah menjamin dan menjaga keamanan,pertahanan serta persatuan dan keutuhan negeri-negeri islam
Sejarah membuktikan bahwa khilafah pernah menjadi negara adidaya di dunia selama 13 abad.Namun keadidayaan khilafah sungguh berbeda dengan keadidayaan negara yang menerapkan sistem sekuler seperti saat ini.Saat ini,dunia dibayang-bayangi oleh teror negara adikuasa yang menerapkan sistem kufr dan bersikap rakus dalam mengeruk sumber daya alam terutama di negeri-negeri islam...namun ketika khilafah menjadi negara adidaya,khilafah akan benar-benar menjamin keamanan bagi dunia.Persis seperti apa yang terjadi pada masa kegemilangan islam.Para khalifah telah menjamin keamanan bagi umat manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka.Para khalifah juga sungguh telah menyediakan bernagai peluang bagi siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam keluasan wilayah yang belum pernah tercatat lagi fenomena semacam ini setelah masa mereka.Selain itu,para khalifah juga menjaga pertahanan dan keutuhan serta persatuan di negeri-negeri islam.Ketiadaan khilafah membuat kaum muslimin bagaikan kehilangan rumah mereka.Akibatnya,orang-orang jahat dengan mudah keluar masuk dan membuat kerusakan di negeri-negeri islam.Keberadaan khilafah yang kembali menyatukan umat islam dalam satu tubuh bukan hal yang mustahil dilakukan.Karena ini pernah terbukti selama 13 abad.Khilafah islam berhasil menyatukan umat manusia dari berbagai ras,suku,bangsa,warna kulit dan latar belakang agama yang sebelumnya berbeda.Semuanya melebur dengan prinsip ukhuwah islamiyah.

2.khilafah m
enyatukan umat manusia
Karena umat
islam wajib mengemban da'wah islam kepada seluruh umat manusia,maka wajib bagi kaum muslimin dan daulah islam untuk membebaskan berbagai negeri demi menyelamatkan mereka dari kehidupan yang menyengsarakan dan dari sistem yang rusak.Berbagai futuhat(pembebasan)tersebut tidak lain merupakan bentuk pelaksanaan dan kewajiban untuk menyampaikan risalah islam ke seluruh umat manusia dengan cara yang sangat menarik perhatian yakni dengan menegakkan hukum-hukum islam kepada mereka dan menyebarluaskan pemikiran-pemikiran islam ditengah kehidupan mereka.Sejarah telah membuktikan bahwa islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari Cina,Indonesia,India,hingga Persia,Syam,jazirah arab,Mesir,bahkan hingga Maroko dan Spanyol.Islam pun telah menajamkan cita-cita mereka,memuliakan akhlaqnya,membentuk kehidupannya yang khas,dan membangkitkan harapan ditengah-tengah mereka,meringankan urusan kehidupan mereka,serta membangkitkan gelora dan semangat mereka untuk senantiasa memperjuangkan islam.Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka sehingga jumlah orang yang masuk kedalam islam kian hari kian bertambah.

3.Khilafah menjamin hak seluruh warga(muslim dan non muslim)dan melindungi orang yang lemah
Dalam islam,seorang khalifah bertanggung jawab atas pemenuhan kebutuhan rakyatnya,baik atas anggota keluarganya maupun anggota masyarakatnya.Telah tercatat dalam sejarah bahwa khalifah Umar Bin Khattab telah membangun sebuah rumah yang diberi nama 'daar ad daqiiq'(rumah tepung).Di sana tersedia berbagai jenis tepung,kurma,dan barang-barang kebutuhan lainnya,yang bertujuan untuk membantu orang-orang yang singgah dalam perjalanan dan memenuhi kebutuhan orang-orang yang membutuhkan sampai ia terlepas dari kebutuhan itu.Rumah itu dibangun di jalan antara Makkah dan Syam di tempat strategis dan mudah dicari oleh para penyinggah jalan(musafir).Rumah yang sama juga dibangun di jalan antara Syam dan Hijaz.Sementara pada masa khalifah Khalid Bin Walid,terhadap penduduk al hairah yang beragama nasrani dan merupakan ahlu dzimmah,diterapkan atas mereka suatu kebiijaksanaan bahwa jika ada orang tua atau siapapun yang lemah,tidak mampu bekerja,tertimpa kemalangan atau jatuh miskin,maka ia dibebaskan dari tanggungan jizyah dan ia menjadi tanggungan baitul maal kaum muslimin selama ia tinggal di daarul islam.

4.khilafah akan memuliakan dan menjaga kehormatan perempuan
Islam sangat memuliakan perempuan dan menjaga kehormatan perempuan dengan kewajiban menutup aurat dan mengatur pergaulan perempuan.Perempuan diposisikan oleh islam pada tempat yang sangat mulia dalam keluarga sebagai ummu wa rabbatul bait(ibu dan pengatur rumah tangga).Lebih dari itu,perempuan diberikan peran politik yang agung dalam masyarakat.Dengan demikian,para ibu menjadi ujung tombak terciptanya generasi islam yang berkualitas dan bertaqwa.

5.Sistem islam unggul dalam berbagai aspek kehidupan.
Penerapan islam secara kaffah dalam sistem khilafah islam akan meniscayakan keberhasilan dan kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan seperti aspek politik,ekonomi,pendidikan,sosial budaya,dan militer.Namun perlu ditegaskan bahwa keberhasilan dan kemajuan tersebut tidak akan muncul secara kebetulan atau tanpa syarat,melainkan ada syarat mutlaknya.Keunggulan sistem islam hanya akan tampak dan eksis jika islam diterapkan secara kaffah dalam masyarakat islam.Sebab sistem kehidupan islam bersifat intergral dan saling melengkapi.
Berikut adalah keunggulan sistem islam dalam bidang:
*Politik
Politik Dalam Negeri
Politik dalam negeri khilafah adalah melaksanakan hukum-hukum islam di negeri-negeri yang tunduk pada kekuasaan islam,yakni meliputi pengaturan muamalah,memberlakukan hudud,melaksanakan uqubat(sanksi),memelihara akhlaq,mengarahkan penegakkan syiar dan ibadah,serta memlihara seluruh urusan masyarakat sesuai hukum islam:
-seluruh hukum islam dilaksanakan atas kaum muslimin.
-membiarkan non muslim dengan akidah dan ibadah mereka.
-khilafah juga memberlakukan bagi non muslim dalam urusan makanan dan pakaian sesuai agama mereka dalam koridor peraturan umum.
-urusan pernikahan dan perceraian diantara non muslim ditetapkan sesuai agama mereka oleh qadhi(hakim)yang berasal dari kalangan mereka sendiri.
-khilafah melaksanakan syariat islam seperti muamalah,uqubat,sistem pemerintahan,sistem ekonomi,dll atas seluruh warga baik muslim dan ahlu dzimmah/non muslim.
-setiap orang yang memiliki kewarganegaraan islam adalah rakyat negara sehingga negara wajib memelihara mereka secara keseluruhan tanpa membedakan kaum muslimin dan ahlu dzimmah.

Politik Luar Negeri
Politik luar negeri khilafah adalah hubungan antara negara dengan negara,bangsa,dengan umat lain sebagai bentuk pemeliharaan urusan umat di luar negeri.Politik luar negeri khilafah dilakukan atas dasar penyebarluasan islam ke seluruh dunia.Maka politik luar negeri khilafah adalah mengemban da'wah islam ke penjuru dunia dengan metode jihad.

*Ekonomi
Politik ekonomi islam(PEI)adalah pengaturan urusan masyarakat dalam aspek ekonomi,dalam dan luar negeri,sesuai syariat islam.PEI bertujuan untuk memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan pokok orang perorang dan memberikan kemungkinan kepada semua orang untuk memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier mereka dalam bingkai life style masyarakat islam.Maka yang disasar PEI adalah kesejahteraan orang perorang seluruh rakyat,bukan secara makro/agregat/kolektif,sehingga PEI akan memastikan kesejahteraan dan kemiskinan dapat diatasi dengan benar dan riil.Dalam sistem ekonomi islam(SEI),ada 3 pilar yang menunjukkan keunggulan ekonomi islam,yakni:
-konsep milkiyah al maal(kepemilikan harta),meliputi kepemilikan individu,kepemilikan umum,dan kepemilikan negara
-konsep tasharruf al maal(pengelolaan harta),yang didalam islam akan dianggap sah pula.Tasharruf ini mencakup pemanfaatan dan pengembangan harta yaitu mengutamakan pembelanjaan wajib,sunnah,baru yang mubah.Islam melarang pemanfaatan harta yang tidak syar'i dan negara wajib memberikan sanksi ta'zir atasnya seperti pemanfaatan harta haram.
-tawzi' ats tsarwah(distribusi kekayaan).Islam mengharamkan penimbunan emas,perak,uang atau modal yaitu jika ditimbun bukan untuk membiayai sesuatu yang direncanakan.Islam juga hanya membolehkan ekonomi riil dan melarang praktik ekonomi non riil.Semua ini menjamin pendistribusian kekayaan masyarakat secara adil,dan menjamin semua aktivitas ekonomi bersifat riil serta memiliki efek langsung terhadap kesejahteraan dan peningkatan taraf ekonomi.
Pada masa khalifah Umar Bin Abdul Aziz,beliau dikenal sebagai khalifah yang sukses menyejahterakan rakyatnya.Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan,Yahya Bin Said,seorang petugas zakat masa itu,berkata,'saya pernah diutus Umar Bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke afrika.Setelah memungutnya,saya bermaksud memberikannya kepada orang-orang miskin.Namun saya tidak menjumpai seorangpun.Umar Bin Abdul Aziz telah menjadikan semua rakyat pada masa itu makmur.Akhirnya saya memutuskan untuk membeli budak lalu memerdekakannya.'Dan sekalipun rakyatnya makmur,khalifah Umar Bin Abdul Aziz tetap hidup sederhana,jujur,dan zuhud.Bahkan sejak awal menjabat khalifah,beliau telah menunjukkan kesederhanaannya dengan tindakannya mencabut semua tanah garapan dan hak-hak istimewa bani umayyah,serta mencabut hak-hak mereka atas kekayaan lainnya yang mereka peroleh dengan jalan kekerasan dan penyalahgunaan kekuasaan khalifah bani umayyah.Khalifah Umar memulai dari dirinya sendiri dengan menual semua kekayaan seharga 23.000 dinar(Rp 12 miliar)lalu menyerahkannya semua uang hasil penjualannya ke baitul mall.Subhanallah!

*Pendidikan
Dalam sistem islam,pendidikan bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang berkepribadian islam,yaitu memiliki pola fikir dan sikap islami.Jadi,pendidikan dalam islam bukan sekedar 'trasfer of knowledge' dan 'transfer of values' tetapi memperhatikan apakah ilmu pengetahuan yang diberikan akan dapat mengubah pola sikap ataukah tidak.Produk pendidikan yang dihasilkan haruslah handal dalam penguasaan tsaqafah islam,penguasaan ilmu terapan(science&tech),serta penguasaan skill yang tepat dan berdaya guna.Khilafah wajib untuk mengatur segala aspek yang berkaitan dengan sistem pendidikan yang diterapkan,seperti: yang berkaitan dengan kurikulum,akreditasi sekolah/perguruan tinggi,metode pengajarannya,bahan ajarannya,serta mengupayakan agar pendidikan dapat diakses dengan mudah oleh rakyat.

*Sosial Budaya

Dalam sistem islam,keimanan menjadi azas interaksi laki-laki dan perempuan.Azas iman inilah yang akan menyelamatkan laki-laki dan perempuan dari kebobrokan pergaulan bebas.Sedangkan pernikahan dipandang sebagai wujud ketaqwaan laki-laki dan perempuan.Pernikahan bukan hanya sarana untuk mencapai kenikmatan lahiriyah tapi merupakan bagian dari pemenuhan salah satu naluri yang disandarkan pada aturan Allah yang bernilai ibadah.Dengan begitu,pernikahan akan memberikan kontribusi bagi kestabilan dan ketentraman masyarakat.

*Militer
Dalam islam,militer adalah bagian dari politik.Bahkan,militer menjadi ujung tombak dari manuver-manuver politik yang dilakukan oleh negara islam,khususnya dalam politik hubungan luar negeri,karena negara islam wajib menyebarluaskan risalah islam ke penjuru dunia dengan da'wah dan jihad.
Perihal hubungan militer dengan negara,negara islam adalah negara yang bersifat ideologis yang mengemban ideologi islam ke seluruh dunia,serta mempertahankan dan menjaganya dari serangan musuh-musuh Allah dan islam.OLeh sebab itu,militer yang kuat sangat dibutuhkan karena penyebaran risalah islam dilakukan dengan metode da'wah dan jihad,dan karena militer memiliki fungsi penting untuk:
-menghilangkan hambatan-hambatan fisik yang menghambat penyampaian risalah islam kepada umat manusia di wilayah-wilayah daarul kufr.
-mengemban da'wah islam di wilayah-wilayah daarul kufr tersebut.
-menjaga ketertiban pelaksanaan syariah islam di dalam negeri.
Adapun hubungan militer dengan rakyat/sipil,maka islam tidak mengenal dikotomi sipil-militer,karena keduanya adalah mukallaf,sama-sama ditaklif hukum islam.Islam juga tidak mengenal previlege(pengistimewaan)militer atas sipil atau sebaliknya.Mereka memiliki hak dan kewajiban yang sama sebagai warga negara islam dalam berpolitik,berda'wah,mengkoreksi penguasa(muhasabah lil hukaam),amar ma'ruf nahi munkar,mendirikan atau bergabung dengan partai politik islam,berjihad,dll.Islam juga tidak mengenal slogan-slogan peleburan militer dengan rakyat karena faktanya,masyarakat adalah orang-orang yang memiliki skill melalui wajib militer yang dilakukan negara sebagai seorang prajjurit yang siap sedia terjun ke medan perang.Pada masa rasulullah,mobilisasi umum dilakukan ketika jihad memanggil kaum muslimin.Para sahabat turut terlibat dalam pelatihan dan peperangan tersebut.Setelah perang usai,merekapun kembali beraktivitas sebagai petani,pedangang,dll.Bahkan dalam perang azhab,keterlibatan seluruh warga negara baik laki-laki maupun perempuan,sangat jelas.
Jadi,konsep peperangan rakyat semesta sesungguhnya telah dicetuskan pertama kali dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara islam 15 abad yang lalu.
Dengan demikian,militer dan rakyat adalah dua sisi mata uang,satu dengan yang lain mampu melakukan metamorfosis seketika itu juga sesuai dengan kebutuhan jihad fii sabilillah.

MARI BERJUANG TEGAKKAN KHILAFAH!
Selama 13 abad indahnya hidup dibawah naungan islam dirasakan oleh umat manusia dalam segala aspek kehidupan.Namun keindahan itu sirna ketika khilafah islam terakhir,yakni turki utsmaniy diruntuhkan oleh musthafa kamal attaturk pada tanggal 3 Maret 1924.Kemudian hukum-hukum islam dicampakkan dari kehidupan.Kesatuan tubuh dunia islam pun tercerai berai dalam berpuluh-puluh negara kecil.Dan negeri-negeri islam dipimpin oleh banyak pemimpin yang mengatur urusan umat dengan hukum sekuler yang tidak bersumber dari hukum Allah.Akibatnya,persoalan multidimensi datang silih berganti dan kesempitan hidup yang saat ini kita rasakan kian hari kian bertambah parah.Keberadaan khilafah yang mampu menyatukan kembali umat islam dalam satu tubuh dan umat manusia dalam satu kesatuan dunia serta menyelesaikan problem dan kesempitan hidup yang menghimpit dengan menerapkan syariah islam secara kaffah adalah suatu keniscayaan bukan utopia.Karena Allah telah menjanjikannya(dalam Qs an nuur:55).Pertolongan Allah amat dekat.Hanya ada dua opsi bagi kita,berdiam diri dengan kondisi sempit dibawah himpitan dan cengkeraman sistem kufr yang dimurkai Allah atau ikut berjuang tegakkan khilafah yang akan terapkan syariah Allah/islam yang diridhoi olehNya.
Allahu Akbar!!!


DUNIA BUTUH KHILAFAH

Dunia adalah tempat di mana umat manusia,muslim dan non muslim,hidup.Dalam hidup,islam mengenal istilah khilafah.Khilafah adalah bentuk pemerintahan atau negara dalam islam(khalifah adalah kepala negaranya) yang di contohkan oleh rasulullah,khulafa'ur rasyidin dan para khalifah sesudahnya hingga keruntuhannya pada tanggal 3 maret 1924 di turki.Sejak saat itu,umat manusia,terutama umat islam,bagaikan anak yang kehilangan ibunya.dunia pun merasakan hal yang sama.Karena khilafah adalah kepemimpinan umum bagi umat manusia,yang menerapkan seluruh hukum Allah yang tercantum dalam al Qur'an dan as sunnah di segala aspek kehidupan.Dalam sejarah peradaban dunia,khilafah amat di butuhkan oleh umat manusia,bahkan pernah memimpin selama 13 abad.

MUSLIM BUTUH KHILAFAH
Umat muslim butuh khilafah karena dengan khilafah,mereka akan mendapatkan kemuliaan dan kelapangan hidup di dunia dan mendapatkan ridho dan rahmat dari Allah SWT dengan pahala dan surga di negeri akhirat.Tanpa khilafah,amat besar kerugian yang di derita umat muslim di berbagai negeri.Amat besar keuntungan yang di raih para imperialis kufur di berbagai negeri muslim dan non muslim;iraq,afghanistan,kashmir,palestine,pakistan,saudi arabia,myanmar,timor leste,dan lain-lain.Maka,amat besar pula kebutuhan umat muslim dengan adanya khilafah.Dan tatkala khilafah kembali tegak,niscaya janji Allah akan terealisir:
"Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman dan megrjakan amal sholih di antara kalian,bahwa Dia akan menjadikan merka berkuasa di muka bumi,sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa;Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhoi untuk mereka dan Dia akan benar-benar menukar keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.Mereka akan tetap menyembahKu dengan tidak menyekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Siapa saja yang tetap kafir sesudah itu,mereka itulah orang-orang yang fasik."(Qs.an nuur:55)

NON MUSLIM BUTUH KHILAFAH
Non muslim butuh khilafah karena
1.kehampaan spiritualitas,ketiadaan aqidah shohih yang mampu menyelesaikan problem kehidupan mereka dalam segala aspek.
Kesempitan hidup telah menjadikan sebagian manusia berbuat nekat dengan melakukan bunuh diri,pelecehan terhadap perempuan,penghancuran nilai-nilai moral,kemanusiaan,dan spiritual dalam diri mereka.Sebaliknya,mereka mendewakan individualisme,kepentingan pribadi,materialisme,dan nafsu jasadiyah.Tanpa khilafah,kehidupan macam inilah yang mereka jalani.Hanya dengan khilafah,kehampaan spiritualitas akan terpenuhi dengan adanya akidah shohih yang mampu memecahkan problem hidup manusia dalam segala aspek,dan dengan adanya masalah keimanan,moralitas,dan kemanusiaan yang senantiasa menjadi poros pengkajian dan pemikiran dunia.Hanya khilafah dengan politik luar negerinya yang bebas aktif,da'wah islam akan menyebar luar ke penjuru dunia dan mendorong manusia untuk melihat kebenaran dan keadilan Allah dengan islamNya.Jika dengan ketiadaan khilafah saja Allah mampu menerangi manusia dengan cahaya islam dengan bertebarannya para mu'allaf,terlebih lagi jika khilafah eksis kembali.Lalu ratusan ribu bahkan jutaan manusia akan berbondong-bondong masuk dalam islam tanpa paksaan:
"Jika pertolongan Allah dan kemenangan telah datang.lalu kamu menyaksikan manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya.Sesungguhnya Dia maha penerima taubat."(Qs.an nashr:1-3)
2.Hegemoni kapitalisme yang meneror dan menyiksa tidak hanya umat muslim tapi seluruh umat manusia.
Ideologi kapitalis dengan azas fashlu diin anil hayah wad daulah alias sekulerismenya telah menjadi justifikasi bagi para pendiri dan pengemban nya untuk melakukan berbagai kekejaman atas nama demokratisasi di berbagai negeri,baik muslim dan non muslim.Iraq,palestine,bosnia,kashmir,kosovo,ambon,afghanistan,lebanon,poso,chechnya,myanmar,dan belahan dunia lain adalah bukti nyata.Kapitalisme juga yang menjadi justifikasi bagi pemerintah AS dan sekutunya untuk mengeruk kekayaan negeri-negeri muslim seperti indonesia,arab saudi,iraq,dan negeri kaya lainnya seperti venezuela,timor leste,dan lain-lain.Inilah yang harus kita bayar dari perjuangan sia-sia demokrasi;dari,untuk dan oleh rakyat;dengan darah,harta karun kita yang terampas,dan harga diri yang tak ada nilainya.Kapitalisme juga yang telah menumbuhkan benih arogansi manusia 'fir'aun' abad 21 semacam George W Bush yang menyeru,"sesungguhnya aku adalah tuhanmu yang maha tinggi,..maka kalian tidak boleh memiliki pendapat lain kecuali pendapatku,...hanya ada dua pilihan bagi kalian:'charot'jika kalian berada di belakangku atau 'stick' jika kalian berada di balik para teroris itu(umat islam yang berjuang fii sabilillah)"..Tuhan macam inikah yang kini di dewakan oleh hampir seluruh pemimpin dan umat muslim kita?Tuhan macam inikah yang kini mereka takuti?bukankah Allah lagi yang mereka dewakan sebagi ilah yang tidak hanya mereka sembah tapi juga dengar,taati,dan takuti?mana syahadat mereka 'laa ilaaha ilallah Muhammadur rasulullah'?...
Hanya khilafah yang akan meruntuhkan arogansi manusia semacam Bush.Hanya khilafah yang mampu menghapus imperialisme para penjajah di berbagai negeri di dunia.Hanya khilafah yang mampu merealisasikan pernyataan Umar Bin Khattab ra,"sejak kapan engkau memperbudak manusia padahal merka telah di lahirkan oleh ibu-ibu mereka sebagai orang merdeka?"..hanya khilafah yang mampu meletakkan nilai-nilai perlindungan atas umat manusia;darah,harta,kehormatan dan kemuliaan mereka sebagai manusia yang beradab dan bermartabat.Khilafahlah yang menghalangi peperangan yang sia-sia dan menjaga hak generasi-generasi yang akan datang terhadap lingkungan yang bersih tanpa polusi.Kepemimpinan umat manusia dalam daulah khilafah akan di serahkan pada para laki-laki muslim yang hati mereka telah dihidupkan oleh keimanan.Mereka tidak menginginkan kerusakan dan kesombongan di dunia.Mereka mengetahui bahwa kepemimpinan adalah tanggung jawab dan amanah yang akan di mintai pertanggung jawaban oleh Allah di yaumil hisab:
"tahanlah mereka (di tempat pemberhentian)karena sesungguhnya mereka akan di tanya"(Qs.ash shaffat:24)
Walhasil,betapa besar umat manusia butuh kepemimpinan semacam ini.
Maha benar Allah dalam firmanNya:"tiadalah kami mengutus engkau melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam"(Qs.al anbiya':107)

TIME FOR KHILAFAH TO LEAD THE WORLD

how is like to be longing for?
longing for;
someone you're wildly in love with?
hometown when you're homesick?
family when yu're far from home?

let me stand if i were you
it's like glariously heavenly
to get what you're longing for
it's like terribly sad
not to get it all
everybody knows this
that a man is born with possessivity for his own world
then i'm just a caravan
with life in a short trip to eternity
i might(hopefully)be an avatar of Abu Dzar Al Ghifari
--he lived and died alone but his life ended happily--

then we'd better look at the world out there nearby us;
our neighbours with homes left burnt
people with life homeless,no jobs but tramps,beggars,and street children
and other people at the same boat
they have their own world but they lost it
then we look at the world out there far from us;
palestine,iraq,afghanistan,kashmir,bosnia in 90's,algeria in 30's,ambon,poso and the other troubled lands i can hardly name one by one
they have their own world but they lost everything

some and more people are longing for something
something weird,loathed,judged as an alien and a monster by some others
something we should have been longing for since 83 years ago
despite our different feel about it,
the world indeed needs that something to save it
with or without anyone's but Allah's pleasure
the world indeed needs it to save it
from its massive destruction of human civilization of the era

i'm talking about khilafah
without khilafah,imperialism never ends
without khilafah,slavery(human trafficking,prostitution),starvation,poverty,stupidity never end
without khilafah,the corruptors are at large with luxurious cars and houses
without khilafah,criminals remain at large and victims live in jail at homes
without khilafah,the nature is massively broken
man lives without khilafah is like fish lives without water
khilafah is a shelter where we feel at home

i'm longing for khilafah
to save the world--my and everyone's world--
so is the world
the world is longing for khilafah
coz "it is time for khilafah to lead the world"

KANGEN(LONESOME FOR..)

semua kata rindumu semakin membuatku

tak berdaya

menahan rasa

ingin jumpa

percayalah padaku

aku pun rindu kamu

kuakan pulang

menyimpan semua kerinduan

yang terpendam

(dewa 19;kangen)

Kangen.Rindu.Satu kondisi kala kita tak bersua dengan yang kita cinta.Jarak dan waktu memberikan nuansa lain pada hati,suatu rongga yang butuh diisi,Satu-satunya yang mampu mengisi hanyalah yang di rindui,yang dikangeni.

Bagi sang kekasih,rindu adalah siksaan yang indah.Mengangankan dia setiap saat,menguraikan benang waktu dalam sepersekian detik yang terasa bertahun-tahun.Menghitung elastisitas masa untuk sekedar bersua dengan nya.Menapaki hari dengan secercah asa untuk menjemput rindu dengan nya.Yah...hanya dengan nya.

Pelukan mesra dan hangat kala berjumpa setelah sekian lama berpisah,seakan enggan untuk di lepas.Airmata haru kerinduan menetes lembut di pipi,merangkul sang tercinta kembali.

Bagi pengembara,kerinduan adalah keinginan untuk pulang.Kampung halaman yang memahat jiwanya tak mungkin terlupa.Melepas canda ria dengan sanak saudara,handai taulan,karib kerabat,semua serasa begitu indah.Tapi apa daya,diri masih nun jauh di perantauan,hasrat ingin bersua pun harus tertunda.Maka basahlah rindu itu,kangen yang butuh dituntaskan harus dientaskan lebih dulu.

Bagi kapal yang berlayar,rindu adalah hasrat tuk berlabuh.Tak harus pantai indah menawan hati,cukup daratan kering tempat untuk berbaring.Kala sauh tlah di permainkan angin dan ombak,tiangpun tlah goyah menyangga layar agar tetap berkembang,dan kabin pun tlah basah oleh sapuan samudra,maka berlabuh adalah kerinduan yang penuh.

Bagi pejuang,kerinduan adalah hasrat tuk berkorban.Menyerahkan seluruh jiwa raga tanpa imbalan.Memberikan seluruh yang terbaik demi perjuangan.

Dan jiwa ini di sini,rindu untuk pulang.Ke satu rumah teduh sederhana tapi menjanjikan kenyamanan sejati.Tatkala kembara jiwa menyusuri gersangnya jalan,menggapai sebuah cita-cita dan impian,kangen untuk pulang menjai duatu keniscayaan.

Ketika debu-debu duniawi mengotori hati,mengaratkan nurani,menjadikannya caci maki,maka sungguh,kerinduan untuk pulang begitu kental.Bayangan satu sosok rumah yang hangat dan nyaman,lengkap dengan penghuninya yang menyejukkan hati,tempat berbaring dari rasa lelah,makanan yang menggugah selera,semua itu hanya membuat kangen semakin membuncah.

Tapi apa daya,tugas suci belum tertunaikan.Belum saatnya untuk pulang.Cita-cita masih di awan,dengan keyakinan membuncah Ia kan jadi hujan.Masih harus tertunda sekian demi sekian,meski rindu itu semakin meradang.

Lantunan merdu menyapa,ibarat aliran mata air,dalam beningnya jiwa,menyelusup lembut menyapa sukma,menjernihkan hati dan akal,kangen itu semakin terasa.Apalagi bila malam tiba,langit dan bumi tertunduk pasrah.Seluruh rasa terasa membuncah,mambalur segenap jiwa,tumpah ruah tanpa sisa.

Yah,..aku memang sedang merindu,kangen dengan kerinduan yang pernah aku punya.Dulu,satu kala yang hampir aku lupa.Kerinduan masa lalu yang lengkap dengan romantika.Mengajariku memaknai ciinta yang sebenarnya.Menuntunku mulai memahami perbedaan dalam cinta.Menceburkanku dalam makna islam kaffah.

Rindu.Yah...sebuah kerinduan terhadap 81 tahun lamanya.Bukan tentang masa yang sebentar.Apalagi ketika dalam perjalanannya bertambal luka,nanah,airmata,darah,bahkan nyawa.Kerinduan yang semakin terlupa,penuh dengan fitnah.Belum lagi terhadang mereka yang membawa pedang kata-kata demi meruntuhkan sebuah kerinduan yang belum menemukan sebuah muaranya.

Namun,adakah yang sanggup membendung bara api rindu itu?Ketika ia mulai bergulir menuju titik ujung sana,berputar erat dalam satu poros yang sama,mendekap asa yang terus ada,mengikatnya dalam satu rasa.

Sungguh,adakah satu cara menuntaskan kangen yang tertunda?kecuali medekapnya penuh cinta kala bersua,mendampinginya setiap masa tak hendak berpisah,dan membaktikan tiap detik untuk bersamanya.Dan bilapun kangen itu belum sempat tertunaikan,maka biarlah anak dan cucu yang kelak akan menuntaskannya.Biarlah ia menjadi tongkat estafet hingga lunas terbayar tuntas.

Karena aku adalah sang kekasih yang merindu tercintanya,seorang pengembara yang merindu kampung halamannya,sebuah kapal yang berlayar merindu tempat tambatannya,dan seorang pejuang yang menuju ke satu titik karena dorongan cinta dan asa; "SYARIAH DALAM NAUNGAN KHILAFAH"..

Dan sungguh,aku sedang merindu.....