Thursday, December 10, 2009

IsLaM MenJamIn KeadiLan duNia dan AkhiRaT


Mbah Minah, Prita Mulya Sari, dan jutaan manusia semisal mereka adalah manusia negeri ini yang haus akan keadilan ...
Namun bagaimana mungkin mereka menemukan keadilan dalam sistem pro kapitalis yang korup dan anti rakyat semacam ini?!

Mbah Minah harus berjuang sendiri melawan Robert Tantular yang menyeretnya ke pengadilan hanya karena mencuri buah semangka, Dan Prita Mulya Sari harus berjuang sendiri melawan RS Omni internasional yang menggugatnya 204 juta hanya karena mencurahkan isi hatinya pada sahabatnya tentang ketidakpuasannya terhadap pelayanan rumah sakit tersebut via email.
Sementara di sisi lain, bank Century yang telah jelas-jelas melakukan korupsi dana nasabah serta menyengsarakan rakyat sebesar 6,7 trilyun atas rekomendasi Budiyono dan Sri Mulyani, belum tersentuh oleh jeratan sanksi hukum hingga detik ini..
Ini hanya 3 dari ribuan bahkan jutaan persoalan korupsi yang dilakukan para kapitalis dan ketidakadilan yang diderita wong cilik di negeri kaya raya namun penuh dengan rakyat miskin.

Pemerintah SBY dan atau pemerintah manapun yang akan memimpin negeri ini 5 tahun mendatang seharusnya malu melihat wajah ironis hukum indonesia warisan VOC dan warisan negara super kapitalis sekuler ala AS yang mereka terapkan atas negeri berpenduduk mayoritas muslim ini.
Malu kepada siapa?
Malu kepada rakyat
Malu kepada dunia internasional
dan terpenting,malu kepada Allah SWT
Rakyat dan dunia internasional bisa saja tak berhak menghisab perbuatan mereka
tetapi Allah? Dia pasti akan menghisab perbuatan mereka sebagaimana perbuatan manusia manapun sekecil hingga sebesar apapun..di hari dimana manusia tak bisa menyembunyikan rasa malu dan takutnya dihadapan Allah
Hari penuh terror dan penuh kecemasan itu bernama yaumil hisab

Berapa banyak manusia dunia mendambakan keadilan yang tak pernah jika jarang sekali mereka daptkan dalam sistem hidup kapitalis?Yang mereka dapatkan justru ketidakadilan alias kezaliman dalam hukum buatan manusia yang telah berulang kali :
---Mengeksekusi manusia tak bersalah
---Memenjarakan manusia tak bersalah
---Memenangkan 'maling' super kaya atas 'orang baik' super miskin

Slogan-slogan 'pro rakyat dan wong cilik' hanya pemanis bibir untuk menutupi keburukan sistem demokrasi itu sendiri.
Demokrasi~karena bersumber dari hawa nafsu manusia~maka tak heran jika ia bersikap zhalim kepada wong cilik.
Slogan-slogan 'perangi korupsi sebagaimana terorisme serta bersihkan indonesia dari korupsi' hanya lip service atau lipstick untuk menyembunyikan ketidakmampuan demokrasi dalam memberantas korupsi hingga akar-akarnya.

Sudah saatnya kita menyadari hanya hukum Allah sajalah yang mampu menyelamatkan negeri kita dan dunia dari krisis global dalam segala aspek kehidupan ...
Allah telah terang-terangan menampakkan kerusakan yang diakibatkan ulah kotor manusia dan makar para musuhNya, menampakkan kematian komunisme di masa lalu dan kini kapitalisme yang berada di ujung tanduk kematian serta menampakkan tanda-tanda kemenangan Islam, Dinullah dan Rahmatan lil alamiin...

Mari perangi korupsi dan aparat negara korup hanya dengan syariahNya yang di implementasikan secara kaffah oleh khilafah Islamiyah
Dunia komunis kapitalis sekuler bisa saja berteriak 'No!' kepada syariah dan khilafah tetapi karena khilafah adalah janji Allah dalam Qs An Nuur : 55 dan Allah maha menepati janji,apa yang mereka benci dan tak ingin ia kembali,insya Allah atas ijin Allah khilafah akan kembali memimpin dunia sebagaimana sejarah peradaban Islam membuktikan bahwa Islam dibawah naungan daulah khilafah pernah menaungi umat manusia di dunia selama kurang lebih 13 abad (1302 tahun/622-1924) meskipun menurut standard matematis manusia, 13 abad adalah waktu yang lama namun menurut standard matermatis Allah, 13 abad adalah waktu yang begitu singkat...Subhanallah!


Di bawah naungan sistem Islam, insya Allah penguasa yang biasa korup dalam sistem kapitalis takkan berani bersikap korup karena Islam tak tebang pilih dalam menghukum para kriminal termasuk para koruptor dan rakyat akan mendapatkan keadilan Allah yang selama ini tidak hanya mereka cari di akhirat tetapi juga di dunia.
Hukuman dalam islam akan berfungsi sebagai :
---Penebus dosa manusia dihadapan Allah di akhirat
---Pencegah agar manusia lain takkan berani bertindak zhalim/jahat kepada sesamanya di dunia
Di bawah naungan sistem Islam, insya Allah habis gelap (abad kejahiliyahan) terbitlah terang (abad cahaya Islam)

Saturday, November 28, 2009

Dian Puspita Sari: AIDS is kinda 'SUPERSTAR' on 1st december: I Care.Don't you?


1 Desember hari Selasa besok adalah hari AIDS sedunia. AIDS masih jadi superstar! Di manapun ia diperbincangkan masih tetap menjadi bahan obrolan yang hangat. Bagaimana tidak, penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini tetap konstan menduduki posisi sebagai masalah nasional . Hanya dalam waktu 20 tahun sejak ditemukan, AIDS sudah menjadi penyakit yang paling mengerikan. Dalam rentang waktu ini, sudah lebih dari 60 juta orang di dunia yang terinfeksi HIV. Data WHO tahun 2001 menunjukkan, di dunia terdapat 40 juta orang yang terinfeksi HIV, dengan 5 juta kasus baru, dan 3 juta orang yang meninggal akibat AIDS. Saat itu, AIDS adalah pembunuh nomor 4 di dunia.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah satu kumpulan gejala yang timbulkan oleh virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus. Pada awalnya penyakit ini memang banyak ditemukan pada kaum homoseksual. Banyak orang yang menganggap dirinya kebal dari AIDS karena merasa berada di jalan yang "lurus". Padahal, AIDS ini bisa mengenai siapa saja. tidak kenal jenis kelamin, usia, dan ras. Data menunjukkan jumlah terbesar penderitanya adalah kaum heteroseksual, dewasa muda pada usia produktif, dan peningkatan jumlah yang mencolok pada wanita.

Jika menilik perjalanan pada saat seseorang terkena virus HIV, maka diperlukan waktu 5-10 tahun untuk sampai pada tahap yang disebut AIDS. Setelah virus masuk ke dalam tubuh manusia, maka selama 2-4 bulan keberadaan virus tersebut belum bisa terdeteksi dengan pemeriksaan darah, namun demikian virus tersebut sendiri sudah ada dalam tubuh manusia. Tahap ini disebut periode jendela (windows period). Dalam kelangsungannya, virus HIV menyerang sel CD4 (sebagai daya tahan tubuh) sehingga akan menurunkan secara drastis kekebalan tubuh penderita.
Kecenderungan naiknya laju prevalensi dari problem HIV/AIDS ini sukses membuat pemerintah kelimpungan. Pada akhir September 2006 kasus yang terdata sebanyak 11.604 kasus . Sedangkan kasus yang sebenarnya diprediksi mencapai angka 90-120 ribu dengan 53% mengenai kelompok usia 20-29 tahun, kelompok remaja 16-20 tahun dan terakhir kelompok usia 31-35 tahun (Ditjen Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Depkes RI). Lebih heboh lagi, Jawa Timur menduduki peringkat keempat penyebaran HIV/AIDS se-Indonesia. Dengan Surabaya sebagai kota pencetak kasus HIV/AIDS tertinggi, bahkan di kota Madiun HIV/AIDS dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). (Ditjen PPM dan PL-Depkes RI).
Memang, perilaku seksual merupakan faktor penyebaran yang utama. Tapi banyak pula ditemukan kasus yang penularannya. Melalui transfusi darah yang tercemar, pada pencandu norkoba lewat penggunaan jarum suntik bergantian ataupun pemindahan dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya.
Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan laju peningkatan HIV/AIDS di Indonesia.
Salah satunya adalah kampanye ABCD :
'A' untuk Abstinentia (puasa seks),
'B' untuk Be Faithful (setia pada pasangan),
'C' untuk Condom maksudnya jika A dan B gagal maka digunakanlah kondom,
'D' untuk no drugs.
Abstinentia dan Be Faithful adalah cara yang efektif untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS. Namun, jika upaya ini hanya dilakukan sebatas kampanye belaka tanpa disertai oleh tindakan hukum yang tegas, maka hasilnya akan sia-sia belaka.
Penggunaan kondom bukan jaminan seseorang bebas tertular virus HIV, alat kontrasepsi ini memiliki pori-pori yang memungkinkan untuk ditembus virus. Karena, pada dasarnya fungsi kondom adalah untuk mencegah masuknya sperma bukan untuk membendung serangan virus. Hasil konferensi AIDS di Chiang Mai, Thailand pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa, Penggunaan kondom aman, tidaklah benar. Bayangkan saja, pori-pori kondom yang terbuat dari bahan lateks diameternya 1/100 mikron dalam keadaan tidak meregang dan bisa 10 kali lebih besar bila meregang. Sedangkan ukuran virus HIV hanya ber diameter 1/250 mikron.
Dengan semakin banyak juga bervariasinya kasus tentang pornoaksi dan pornografi, pemerintahpun tampakya menutup mata terkait semakin maraknya free sex. Hal ini dipertegas dengan bebasnya pimpinan redaksi majalah porno (Playboy); RUU APP disahkan menjadi UU PP sehingga sanksi bagi pelanggarnya tidak lagi menjadi tegas; semakin menjamurnya lokalisasi; ATM kondom yang justru membuka pintu bagi seks bebas. Dampaknya, sebagaimana yang diwartakan RCTI (25/5/2007), seks bebas di kota-kota besar sudah melampaui batas. Salah satu contohnya, seks bebas dikalangan remaja Makasar: di SMP sudah mencapai 40-50%, dikalangan SMA 60-90%, di tingkat mahasiswa sudah mencapai angka 90%.

Lalu bagaimana dengan kita, apakah cukup dengan memasang poster tentang AIDS, memperbanyak obrolan tentang AIDS, menjual red ribbon untuk menggalang dana, membuat acara/quiz tentang AIDS, menyebarkan booklet/brosur tentang AIDS akan menyelesaikan masalah tentang AIDS?
Jika kita merujuk pada Islam, maka akan kita temukan sebuah bentuk penjagaan yang indah agar terhindar dari seks bebas. Allah SWT memerintahkan menahan pandangan dan memelihara kemaluan.
" Hendaknya mereka menahan pandangannya dan kemaluannya "(QS.An-Nur:31).

Interaksi antara lawan jenis, juga diatur dalam Islam. Sebagaimana Rasulullah saw. Telah mengingatkan kita dalam sabdanya, " Siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, jangan ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, sebab bila demikian setanlah yang menjadi pihak ketiganya." (HR Ahmad).
Sebab dalam Islam, hubungan antara lawan jenis itu hanya diperbolehkan dalam hal-hal yang di dalamnya mengharuskan mereka berinteraksi. Seperti dalam aspek pendidikan antara guru dan murid; muamalah antara penjual dan pembeli; atau kesehatan antara dokter dan pasien.
Terbukti rasa cinta ataupun kepada lawan jenis merupakan fitrah yang dimiliki sejak manusia ada di bumi. Dari zaman Nabi Adam sampai era sinetron Adam dan Hawa, rasa itu tidak hilang ditelan bumi. Kehadian rasa ini juga membantu manusia untuk tetap lestari. Rasa cinta merupakan bagian dari naluri yang dikenal dengan naluri melestarikan jenis(gharizatul nau').
Untuk memenuhi naluri ini, Islam telah mengaturnya dalam sebuah pernikahan. Selain menganjurkan menikah, Rasulullah saw. juga mengingatkan agar kita jangan sampai menyesal jikalau meninggal dalam keadaan membujang. Beliau bersabda, " Orang meninggal di antara kalian yang berada dalam kehinaan adalah bujangan. Dan sebagian besar penghuni neraka adalah bujangan. "

Berbeda dengan masyarakat sekular yang mendorong masyarakat membujang karena alasan karier, ekonomi, menganggap nikah adalah beban tetapi menyalurkannya melalui hubungan yang tidak jelas statusnya. Islam mengharamkan perzinaan dan segala yang terkait dengannya. Allah swt berfirman:
" Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra:32).
Mewujudkan sikap dan budaya menyalurkan naluri secara Islami dalam kehidupan bukanlah perkara mudah. Peran bersama, kontrol masyarakat, dan penegakan hukum Islam oleh negara mutlak diperlukan.
Secara individual, agar kesadaran individu terwujud diperlukan adanya pendidikan dan pembinaan serius yang berkesinambungan dengan berbagai cara. Pembinaan diterapkan harusnya memiliki karakter mendasar dengan proses berpikir yang jernih. Dengan begitu, keimanan yang mendalam bisa tertanam. Dengan itu pula seorang muslim akan selalu terdorong untuk terikat dengan seluruh aturan Allah SWT.
Yang lebih penting dari sekedar peran individu dan kontrol masyarakat, tentu saja adalah penegakan hukum oleh negara. Hukum yang dimaksud adalah hukum Allah, bukan hukum sekular buatan manusia yang terbukti lemah dan tidak bisa diharapkan dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada. Disini peran negara amatlah vital, negara sebagai perisai yang mengurusi urusan rakyatnya, sebagaimana sabda Rasulullah saw," Seorang imam (Khalifah) adalah pemelihara dan pengatur urusan rakyat dan dia dimintai pertanggung jawaban terhadap rakyatnya " (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, masihkah kita berpangku tangan dan belum bergerak untuk bersegera menerapkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Tentunya kita harus peduli dengan keadaan yang terjadi di sekitar kita, termasuk juga untuk mencegah lebih luasnya penyebaran AIDS

i Care. Don't you?

P.S taken from one of my sist's notes...

Wednesday, November 11, 2009

“War on Terrorism”, Alibi AS untuk Memerangi Islam


AS yang telah membunuhi rakyat Afganistan dan Iraq tak disebut teroris. Demikian juga, Israel yang membunuhi rakyat Palestina tidak disebut teroris

Hidayatullah.com--Terjadinya global war and terrorism diawali dengan tragedi serangan pada gedung WTC dan Pentagon. Saat itu Presiden AS George W Bush mengultimatum pihak yang dituduhnya melakukan hal tersebut, yakni jaringan Al-Qaidah.

Ancaman Bush tersebut sebenarnya bertujuan jangka panjang. Sebab Barat menilai, setelah usai perang dingin melawan Komunis, yang menjadi ancaman Barat berikutnya adalah dunia Islam. Demikian salah satu kesimpulan Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto dalam seminar bertajuk, “International Security Facing the Challenge of Terrorism: International Cooperation and Domestic Support” di Fakultas Hubungan Internasional (HI) Unair di Gedung C FISIP Unair, Selasa (10/9).

Menurut Ismail, indikasi tersebut telah dibaca oleh para ilmuwan dan pakar. Contoh Samuel P Huntinton dengan perspektifanya yang tertuang dalam buku Clash of Civilization. Oleh karena itu, pascahancurnya WTC dan Pentagon, AS berusaha memberikan efek global dengan istilah war on terrorism (perang terhadap teroris), dan itu berarti perang terhadap Islam. Karena bagi mereka, “teroris” adalah Islam.

Hal itu tak mengherankan. Sesaat setelah itu, FBI merilis daftar jaringan “teroris”, 90 persen adalah jaringan dan sel-sel Islam.

Anehnya, menurut Ismail Yusanto, kampanye ‘perang melawan teror’ yang dikampanyekan Amerika itu bertolak belakang dengan tindakan AS sendiri yang juga melakukan “teror”.

AS sendiri yang telah membunuh rakyat Afganistan dan Iraq tak disebut teroris. Bahkan, Israel yang telah membunuh, mengintimidasi, dan merebut tanah rakyat Palestina tak disebut sebagai teroris.

“Seharusnya mereka ini disebut mbahnya teroris,” ujar Ismail yang disambut tawa para peserta.

Dia menegaskan, seharusnya AS dan Israel-lah yang harus disebut teroris internasional. Seperti Obama, Presiden AS sekarang, hanya diam saja ketika Israel melancarkan agresinya terhadap warga di Gaza. Seolah-olah Obama tidak tahu hal tersebut.

Terkait masalah pengeboman di tanah air, Ismail juga sempat mempertanyakan motif serta sejumlah kejanggalan yang terjadi. Dari sejumlah kasus pengeboman yang ada, ternyata bukan ditujukan ke tempat sasaran perwakilan AS ataupun Australia secara langsung, seperti Bom Bali 1 dan 2. Padahal target yang dibidik adalah AS dan Australia.

Yang tak kalah menarik, kaum Muslim yang terkait kasus peledakan, tiba-tiba dikait-kaitkan dengan simbol-simbol Islam dan institusi pendidikan: apakah sang pelaku lulusan pesantren atau lulusan kampus tertentu. Sehingga secara tidak langsung menstigmatisasi, tidak hanya pelaku, namun juga institusinya.

Ini sangat berbeda dengan kasus korupsi. “Seharusnya, para koruptor harus diusut, lulusan dari mana? Sehingga jelas, kampus mana yang melahirkan koruptor,” tegasnya. [ans/www.hidayatullah.com]

Friday, November 6, 2009

BeBasKan BaiTuL MaQdiS,UsiR IsRaeL DeNgAn kHILAfaH



BAITUL MAQDIS
Di sanalah Masjidil Aqsa berada
Di sanalah...
Kiblat pertama umat Islam
Tempat tujuan isra' mi'raj Rasulullah
Satu dari tiga tempat suci umat Islam
selain Masjidil haram dan masjid Nabawi

BAITUL MAQDIS
Tak pernah bebas dari keserakahan manusia
orang-orang kafir dengan misi perang salib,imperialisme,dan zionisme
Sejak masa kegemilangan Islam dan umatnya
hingga keterpurukannya sekarang

Dunia melihat
BAITUL MAQDIS
Dahulu selalu dibebaskan dari keserakahan manusia
dengan semangat kepahlawanan Islam
semacam Shalahuddin al Ayyubi
beserta Tentara-tentara (mujahidin) Islam
Selama 13 abad kegemilangan Islam dan umatnya
dibawah naungan daulah khilafah Islamiyah
dibawah naungan :
Rasulullah SAW
Khulafa'ur rasyidin
Khulafa Bani Umayyah
Khulafa Bani abbasiyah
Khulafa Bani Utsmaniyah
Meskipun kebebasan itu harus terbayar mahal
dengan harta dan darah para syuhada

Dunia melihat
BAITUL MAQDIS
Kini terenggut kebebasannya
Sejak kehancuran khilafah Islamiyah Turki Utsmaniyah
Umat Islam jatuh tertimpa tangga
tak terbilang jumlah nyawa umat Islam terenggut
Masjidil Aqsa pun jatuh ke tangan najis para zionis yahudi Israel
Masjidil Aqsa bagaikan kuburan
Umat Islam tak bebas beribadah
Senjata zionis mengotori kesucian Masjidil Aqsa
Anjing-anjing Israel dibiarkan lepas mengotori Masjidil Aqsa
kiblat pertama kita, tempat tujuan isra' mi'raj Rasulullah, dan satu dari tiga tempat di dunia yang disucikan Allah bagi umat Islam

Dunia pun juga melihat
pengkhianatan para penguasa muslim
kepada Allah,Rasulullah,Islam dan umatnya
Mereka lebih cinta pada kehidupan dunia daripada akhirat dan takut pada kematian
Mereka lebih cinta pada iblis daripada Allah
Mereka lebih cinta pada orang-orang kafir daripada orang-orang beriman
Mereka lebih cinta pada hukum thaghut daripada hukum Allah
Mereka lebih takut pada setan/iblis serta pengikutnya daripada Allah
Padahal iblis yang mereka takuti
sesungguhnya masih takut pada Nya
meskipun selama-lamanya dalam kesesatannya dan kutukan Allah

Dunia juga melihat
penguasa palestina sekarang
Semakin tenggelam dalam kemunafikannya
Setiap kali mereka berkompromi dengan zionist dalam perjanjian
selama itu pula tanah palestine terenggut
hingga rakyatnya pun tergadaikan
karena martabat rendah para penguasanya dihadapan musuh Allah
Mereka khilanati perjuangan berdarah
para syuhada dalam mempertahankan eksistensi Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsa
Semoga Allah membalas perbuatan keji mereka
Semoga Allah segera menolong hamba-hambaNya
dan menggantikan penguasa zhalim dan munafik
dengan penguasa adil, amanah dan mu'min

yaa Allah..
Bebaskan Baitul Maqdis, Masjidil Aqsa
Musnahkan zionist Israel
hanya dengan kembalinya al khilafah ar rasyidah alaa minhaaji nubuwwah


Wednesday, October 28, 2009

Nasionalisme dan Persatuan Bangsa, Koreksi Total Atas Sumpah Pemuda 1928


Oleh: Andi Perdana G (Bendum BKIM IPB 2006-2007, Ketum Al-Marjan FPIK 2007-2008)

Syabab.Com - Sebagaimana kita ketahui bersama setiap tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari sumpah pemuda, sumpah pemuda diyakini oleh bangsa Indonesia sebagai momen pemersatu bangsa dan juga momen mengkokohkan nasionalisme. Masih mampukah nasionalisme itu menjadi ikatan untuk menyatukan bangsa?

Hakikat Nasionalisme

Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, dengan jernih menjelaskan nasionalisme ini dalam bukunya, Nizham al-Islam, beliau membedakan nasionalisme/kebangsaan dengan patriotisme. Meskipun sama-sama lahir dari naluri mempertahankan diri. Dalam patriotisme, perasaan yang dominan adalah upaya untuk mempertahankan diri dari ancaman luar, sementara dalam nasionalisme yang dominan adalah keinginan yang muncul dari kecintaan akan kekuasaan, terutama atas bangsa-bangsa lain.

Pada awalnya keinginan mempertahankan diri atau mencintai kekuasaan adalah sah-sah saja. Namun kemudian, ia menjadi berbahaya tatkala dijadikan sebagai ikatan untuk mempersatukan manusia atas dasar ras/etnik sebagai sesuatu yang paling suci dan paling tinggi. Nasionalismelah yang menyebabkan konflik terus-menerus, karena satu nation (bangsa/suku) sering bersaing untuk saling menguasai dan menaklukkan bangsa/suku yang lain. Semangat nasionalisme ini pula yang turut mendompleng ambisi bangsa-bangsa kapitalis untuk melakukan kolonialisasi yang penuh darah atas bangsa-bangsa lain.

Sama halnya nasionalisme yang merusak, patriotisme merupakan ikatan yang lemah, rapuh dan tidak kekal. Pasalnya, patriotisme akan muncul kalau ada ancaman/musuh dari luar. Setelah ancaman/musuh ini hilang, pudarlah ikatan ini; Di beberapa negara patriotisme menjadi senjata ampuh untuk melawan kolonialisme, namun menjadi lumpuh setelah penjajah lenyap. Ironisnya, kaum patriotis dan kaum nasionalis ini kemudian menerima dan mengadopsi sistem politik, ekonomi, dan pemerintahan warisan bangsa penjajah. Walhasil penjajahan sesungguhnya masih langgeng hingga kini.

Lagipula, nasionalisme maupun patriotisme tidak memiliki konsepsi untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Rasa kesatuan kebangsaan hanya dimanfaatkan untuk memadukan kekuatan demi mengusir penjajah dan tidak dijabarkan dalam strategi penataan struktur sosial, politik, dan ekonomi yang merealisasikan kesatuan dan kedaulatan bangsa-bangsa pasca penjajahan.

Pandangan Islam tentang Nasionalisme

Dalam konteks inilah Syaikh Taqiyuddin menyebutkan bahwa ikatan yang terkuat bagi suatu masyarakat/bangsa adalah ikatan ideologis yang memiliki solusi komprehensif atas seluruh persoalan manusia. Untuk itu, dalam konteks dunia Islam, ideologi Kapitalisme hanya akan bisa dilawan dengan ideologi islam, bukan dengan nasionalisme.

Lebih dari itu, dalam pandangan Islam, nasionalisme maupun patriotisme jelas diharamkan. Bahwa umat islam harus mempertahankan dirinya, itu benar. Namun, dorongannya bukanlah nasionalisme/patriotisme, tetapi perintah Allah SWT untuk berjihad. Islam tidak melarang kaum muslim untuk meraih kekuasaan dan memperluas kekuasaan. Namun, kekuasaan dalam islam bukanlah kekuasaan itu sendiri. Tetapi untuk menerapkan syariah di tengah-tengah umat Islam sekaligus menyebarluaskan dakwah Islam ke seluruh dunia.

Ikatan nasionalisme ini semakin jelas keharamannya ketika menjadi tujuan tertinggi dan mengalahkan ikatan akidah islam. Dalam islam, ikatan tertinggi yang menyatukan manusia adalah akidah islam. Dengan tegas Allah SWT berfirman yang artinya: "sesungguhnya kaum mukmin itu bersaudara" (QS al-Hujurat [49] : 10). Artinya, bangsa atau etnis manapun, selama ia mukmin, adalah saling bersaudara.

Ikatan nasionalisme sesungguhnya telah memecah belah umat islam dalam negara bangsa (nation state) yang berbeda- beda. Padahal, sebelum itu mereka dipersatukan selama berabad-abad dalam wadah Daulah Islamiyah. Sepertinya sikap mementingkan keselamatan bangsa sendiri ini akan menyelamatkan. Nyatanya tidak. Tindakan seperti itu justru akan memperkuat penjajah kapitalis seperti AS untuk memperluas penjajahannya. Diamnya umat islam karena lebih mendahulukan kepentingan bangsanya membuat AS secara leluasa menyerang negeri-negeri islam dulu hingga sekarang seperti Afganistan dan Irak sekaligus mendukung Israel menyerang palestina. Iran pun berada dalam ancaman AS. Bukan mustahil, Indonesia adalah giliran selanjutnya.

Namun, perlu juga kita tegaskan, menolak nasionalisme sebagai paham bukan berarti kita tidak mencintai bangsa. Perjuangan kaum muslimin seharusnya untuk menolak kapitalisme sekaligus berupaya menerapkan syariah Islam dalam wadah Khilafah justru didorong oleh rasa cinta kepada bangsa ini. Bukankah akibat penerapan ideologi kapitalisme bangsa ini termasuk bangsa-bangsa lain di dunia islam menderita? Bukankah pula hanya syariah Islam yang akan menjadi solusinya?

Menolak nasionalisme bukan pula berarti kita menginginkan negara dan bangsa ini terpecah-belah. Justru syariah Islam akan memperkuat sekaligus memperluas persatuan dan kesatuan bangsa dan negara ini. Sebab, syariah Islam telah mengharamkan setiap upaya pemisahan dan disintegrasi umat. Khilafah Islam akan menjadi negara global yang lintas bangsa, suku, warna kulit, bahkan agama. Ikatan yang mengikat mereka adalah ikatan ideologi bukan ikatan nasionalisme. Oleh karena itu maka sudah saatnya kaum muslim pada umumnya dan para pemuda atau mahasiswa pada khususnya berjuang menegakkan syariah dan khilafah sebagai konsekuensi keimanan kita kepada Allah SWT.

Terselengaranya Kongres Mahasiswa Islam Indonesia yang dihadiri lebih dari 5000 mahasiswa Islam dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia yang bersumpah untuk perjuangkan syariah dan khilafah yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) pada 18 Oktober 2009 yang lalu harus direspon positif karena sebagai wujud koreksi atas pergerakan mahasiswa atau pemuda yang selama ini ada dan momentum tonggak perubahan sejarah mahasiswa atau pemuda menuju kehidupan yang lebih baik.

Sumpah generasi muda negeri ini, telah menyatakan secara intelektual solusi mendasar atas segala persoalan yang menimpa negeri ini. Mereka menyatakan, bahwa syariah Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah sebagai solusi tuntas persoalan yang menimpa masyarakat Indonesia dan juga negeri-negeri Muslim lainnya. Semoga, Allah SWT mendengarkan sumpah yang telah mereka nyatakan. Semoga, sumpah ini menjadi titik awal kebangkitan para intelektual muda Muslim untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Insya Allah, Khilafah Rasyidah yang telah dijanjikan tidak akan lama lagi segera berdiri, amin. Allahu Akbar! Wallah a’lam bi ash-shawab. [opini/pemuda/syabab.com]

Wednesday, October 21, 2009

aKu BaNgGa jaDi MusLiM..


بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu’alaikum wr.wb,…

Allah meninggikan Islam dan umatnya :

" Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedi hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang beriman " (Qs ali Imran : 139)

" Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman pada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka ; diantara mereka ada yang beriman. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik " (Qs ali Imran : 110)

Jika Allah berfirman demikian tentang Islam dan umatnya, dunia pun tidak kuasa berkata tidak! termasuk musuh-musuhNya semisal :

~ Snouck Hurgronje (Orientalis)
" Islam di masa depan akan meluas ke penjuru dunia, tidak melalui penyiaran, melainkan melalui perjuangan "

~ Robert D. Caplan ( pakar AS tentang dunia ke-3) :
" Di asia tengah, di bagian bumi ini, Islam akan menjadi daya tarik terbesar karena dukungan mutlak dari orang-orang yang terindas dan terzhalimi. Agama yang banyak tersebar luas di level dunia ini adalah satu-satunya yang siap bertempur dan berjuang "

Cukuplah dua musuh Allah ini mengakui 'kejujuran' mereka tentang islam.
Kebenaran firman Allah diatas tak bisa ditolak oleh dunia termasuk musuhNya apalagi oleh seorang muslim yang mengaku dirinya beriman pada Allah,nabi,agama,dan kitabNya. Sebagaimana yang dikatakan oleh shahabat Umar Bin Khaththab Ra :
" Jika ada 1000 orang yang membela kebenaran (Islam), aku salah seorang diantaranya. Jika ada 100 orang membela kebenaran, aku tetap berada diantaranya. Jika ada 10 orang pembela kebenaran, aku tetap ada di barisan itu. Dan jika ada 1 orang yang tetap membela kebenaran, akulah orangnya "

Lalu, mengapa kita, umat Muhammad SAW di era millenium ini, harus berfikir 1000 kali untuk mencintai dan membela Islam dengan sepenuh hati?
Sejarah mencatat, Islam lahir, tumbuh besar hingga bangkit dan berjaya karena diperjuangkan oleh umatnya bahkan oleh negara Islam (daulah Islam) selama 13 abad melalui dawah dan perjuangan (jihad).
Umat Islam mencerminkan gambaran figur muslim yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Qs ali Imran : 110 dan 139 diatas.
Mereka adalah pejuang Islam yang hanya memiliki dua pilihan : hidup mulia dibawah naungan Islam atau mati syahid karena membela Islam.
Mereka mencintai kehidupan dan menjalaninya sesuai Al Qur'an dan as sunnah. Mereka pun tak segan untuk mati jika Allah hendak meminta nyawa mereka sewaktu-waktu.
Lebih dari itu, sejarah juga membuktikan, pertolongan pertama berupa kemenangan yang Allah anugerahkan pada baginda Muhammad SAW dan para pengikutnya terjadi ketika negara Islam pertama berdiri di Madinah. Sejak saat itu, Islam tumbuh besar dan bangkit hingga mampu menaklukan sebagian dunia termasuk Makkah. Sepeninggal rasulullah, eksistensi daulah Islam dilanjutkan secara estafet oleh khulafa'ur rasyidin,khulafa' bani Umayyah,Abbasiyah,dan Utsmaniyah selama 13 abad.
Bagaimana mungkin Islam berjaya selama 13 abad tanpa adanya daulah, sementara musuh-musuh Allah pada akhirnya juga bisa bangkit hanya dengan adanya daulah? (e.g Uni Sovyet dengan komunismenya-namun hancur pada 1991 ; AS dan uni eropa dengan kapitalismenya namun kini sedang di ujung tanduk )
Perbedaannya yang tajam terletak pada kebenaran/kebathilan fondasi bernama akidah yang melandasi tegaknya daulah dengan karakteristik ideologinya masing-masing.
Islam ditakdirkan Allah sebagai al haq (kebenaran). Selain Islam ditakdirkan Allah sebagai al bathil (kebathilan). Maka Allah tidak akan ridha melihat diin Nya terkalahkan oleh selain diinul Islam (meskipun perjalanan kehidupan Islam dan umatnya berputar seperti perputaran bumi).
Perbedaan tajam lainnya juga terletak pada keadilan/kezhaliman negara adidaya terhadap warga negara dunianya, baik di dalam dan luar negeri.
Daulah Islam menjamin segala aspek kehidupan umat manusia-lintas agama,negara,budaya(suku/ras),bahasa.Di satu sisi, negara Islam menjaga akidah umat Islam agar mereka masuk Islam secara kaffah dan tetap konsisten dalam kebenarannya. Di sisi lain, Islam tidak memaksa non muslim untuk masuk Islam. Bahkan menjamin kebebasannya untuk menjalankan syariahnya sendiri dalam urusan makan/minum, pakaian, ibadah, pernikahan/perceraian, hingga kematian (selama hak-hak tersebut mereka gunakan sebatas dalam komunitas mereka dan tidak mengganggu stabilitas keamanan iman dan Islam umat Islam)

Di bawah naungan daulah (khilafah) Islam :
~ Musuh Allah segan dan takut untuk memerangi dan menindas umat Islam bahkan manusia. Karena negara akan melindunginya dan takkan membiarkan hal itu terjadi,sebagaimana seorang ibu yang melindungi anaknya dari ancaman para penjahat.
~ Setiap warga negara,apapun agama dan bangsanya,berhak mendapatkan haknya untuk menikmati kehidupan yang layak dalam segala aspek selama mereka bersedia untuk melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang dinaungi oleh daulah Islam.
~ Bahkan ketika terjadi perseteruan diantara 2 musuh Allah hingga memaksa salah seorang diantara mereka meminta suaka, negara akan melindunginya dan membuat perjanjian diantara mereka.
~ Ada saatnya bagi daulah untuk menyerukan perdamaian ketika mereka terikat perjanjian damai dengan musuh-musuh Allah. Ada saatnya bagi daulah untuk menyerukan jihad/perang ketika perjanjian damai itu dilanggar oleh musuh-musuhNya.

Itulah kondisi kehidupan manusia dibawah naungan daulah Islam. Tatkala daulah Islam terakhir dihancurkan oleh agen Inggris, Mustafa Kemal Attaturk, kondisi kehidupan manusia khususnya kaum muslimin berubah menjadi buruk. Kesatuan negeri-negeri mereka tercabik-cabik oleh sekat nasionalisme dibawah kepemimpinan para penguasa zhalim. Bahasa Arab digantikan oleh bahasa Inggris sebagai bahasa pemersatu dunia. Identitas muslimah dengan jilbab dan khimarnya ditanggalkan dan diganti dengan identitas barat oleh institusi pemerintahan yang kufur.
Segala upaya umat Islam untuk mengembalikan khilafah diperangi oleh rejim Attaturk dan rejim-rejim Inggris lainnya. Hingga tak satupun tersisa. Lambat laun, kenangan tentang khilafah terhapus dari benak umat Islam. Seiring perjalanan waktu, umat Islam telah melupakan kejayaan dan keterpurukan mereka di masa lalu. Bahkan dengan atau tanpa mereka sadari, mereka menikmati keterpurukannya hingga saat ini.
Islam tergantikan oleh sistem kufur bernama Demokrasi. Dalam sistem ini, Allah disekutukan oleh dua hal yang kontradiktif dilakukan oleh hambaNya. Di satu sisi, mereka taat pada sebagian syariahNya dan disisi lain, mereka mencampakkan sebagian syariahNya sekehendak hawa nafsu mereka. Allah 'tersakiti' oleh kekafiran,kefasikan,kemunafikan dan kezhaliman manusia ; meskipun Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Dia telah menciptakan manusia dan 'bekerja keras' sepanjang masa memenuhi kebutuhan hidup dan nalurinya. Tetapi manusia tak pandai bersyukur bahkan mengkufuri nikmat Nya yang tak terhingga.

Ketika daulah Islam lenyap, otomatis tak ada naungan bagi manusia untuk berlindung dari ancaman imperialisme,zionisme,liberalisme,pluralisme,dan demokrasi dalam segala bentuknya.
Hak-hak mereka terabaikan dengan berbagai kasus kriminalitas,pornografi-aksi,pengangguran,tuna wisma,drop out sekolah,kemiskinan sistemik,dan persoalan lainnya.
Lebih parahnya, para pengemban dan pembela Islam dicurigai dan di beri lebel 'terrorist,fundamentalis,ekstrimis,radikal-dan julukan ekstrim lainnya--istilah yang sudah tak asing dalam kondisi Islam yang terasingkan dan kemaksiyatan merajalela. Islam, bagi sebagian penganutnya, bukan menjadi kebanggaan, bahkan dianggap sebagai monster yang menakutkan. Jika tak menakutkan-dengan segala keterbatasan pemahaman yang mereka miliki yang didasari niat ikhlas membela Islam-pembelaan mereka terkesan malu-malu kucing dan kurang berani.Ketika musuh Allah mengklaim bahwa Islam tak demokratis, mereka terburu-buru mengatakan,'siapa bilang Islam tak sejalan dengan demokrasi? Islam demokratis!'

Inilah puncak dari segala kesedihan kita sebagai hamba Allah dan umat Muhammad yang seharusnya menjadi pembela dan pejuang agamaNya.
Kita tak merasa begitu tersakiti ketika melihat rasulullah SAW dinistakan dan dihina melalui publikasi karikatur/kartun tak sepatutnya disandangkan pada seorang nabi yang agung.
Kita tak merasa begitu tersakiti ketika mendengar al Qur'anul kariim yang suci dilemparkan oleh tentara iblis AS ke dalam toilet yang najis, ketika melihat saudara-saudara kita teraniaya hingga syahid di Guantanamo,Abu Gharib,penjara-penjara penguasa zhalim dan belahan bumi manapun.
Kita tak merasa begitu murka melihat semua ini.
Namun, tiba-tiba kita merasa begitu murka ketika melihat semua ini menimpa musuh-musuh Allah---atas nama perang melawan terorisme dan terorist yang pertama kali dicanangkan oleh G.W Bush---padahal semua itu penuh dengan rekayasa dan konspirasi kotor musuh Allah untuk membunuh karakter seorang muslim yang shalih--dengan cara memfitnahnya atau menjebaknya dalam permainan dan tipu daya musuh-musuh Allah hingga mereka ikut bermain untuk memperjuangkan Islam sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh musuh-musuhNya.
Allah maha besar. Semoga Allah membalas konspirasi kotor mereka. Minimal,itulah do'a yang kita panjatkan. Namun, kita tak cukup berpuas diri dengan berdoa tanpa berusaha menghentikan kezhaliman yang menimpa agama dan saudara-saudara kita.
Allah menghendaki yang terbaik dari apa yang kita miliki. Allah hendak membeli harta,tenaga,waktu hingga nyawa yang kita cintai dengan ganjaran pahala dan syurgaNya. Lantas,mengapa kita menolaknya?

Sudah saatnya kita umat Islam,untuk menyadari bahwa :
~ Allah dan Islam sajalah yang besar
~ Allah hanya mengandalkan diri kita untuk menolong agamaNya dan mendapatkan pertolonganNya dengan kemenangan Islam
~ Allah memuliakan dan meninggikan kita dengan Islam dan menghilangkan ketakutan dan ketidak percayaan diri kita pada potensi luar biasa yang kita miliki.

Allah menciptakan potensi luar biasa di dunia Islam
Jumlah sumber daya manusia yang beragama Islam di dunia paling banyak
berdasarkan laporan CNN, hampir di dunia ini,setiap 1 dari 4 orang beragama Islam. Dan kemungkinan bisa bertambah http://www.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/10/07/muslim.world.population/index.html .
Allah juga menciptakan sumber daya alam yang tak pernah habis meskipun diperas dan dirampas oleh keserakahan imperialis kafir. Bahkan kekayaan itu juga diberikan Allah pada sebuah negeri muslim yang memiliki provonsi berpenduduk mayoritas non muslim, yakni Papua.Keserakahan manusia tak kan sanggup menghabiskan nikmat Allah.

Sudah saatnya kita menjadi umat Muhammad yang tersanjung dan percaya diri karena pujian Allah. Serta merasa bangga menjadi seorang muslim karena dipercaya Allah untuk membela dan memperjuangkan Islam, meski untuk itu, kita butuh mengembalikan sebuah institusi yang telah lama hilang dalam hidup kita. Institusi itu bernama daulah khilafah Islamiyah.

" Allahumma innaa nas'aluuka ridhaaka wal jannah bi 'iqaamati daulah khilafah rasyida tu'izzu bihaal islaama wa ahlahu wa tudzillu bihaal kufra wa ahlahu. Innaka alaa kulli syai'in qadiir.Innaka ni'mal maulaa wa ni'man nasyiir. Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa tahrimnaal aisya fii dhillihaa, wa akrimnaa birof'i liwaa'ihaa yaa rabbal alamiin "

Jadikan setiap dari diri kita salah seorang dari ribuan bahkan jutaan manusia semisal Umar Bin Khaththab Ra...

I'm proud to be a muslim
for I love Allah and Islam


CinTa,BencI,TakuTku KareNa AllaH & aSaku


بســــــــــــــــــــــــــــــم الله الرحمـــــــــن الرحيــــــــم


" Sesungguhnya kelak di hari kiamat Allah akan berfirman,' di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naunganKu disaat tidak ada naungan kecuali naunganKu " (HR Muslim)

" Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir " (Qs ali imran : 32)

" Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu kembali lagi ke payudara. Dan tidak akan berkumpul debu perang fii sabilillah dengan asap neraka jahannam " (HR At Tirmidzi)

Yaa Allah..
Tak ada cinta dalam diriku kecuali cinta karenaMu
Tak ada benci dalam diriku kecuali benci karenaMu
Tak ada takut dalam diriku kecuali takut karenaMu,takut pada murka dan azhabMu


" Maka apakah penduduk negeri-negeri tersebut merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri tersebut merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka disaat matahari sepenggalan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azhab Allah yang tidak terduga? Tiadalah yang merasa aman dari azhab Allah kecuali orang-orang yang merugi " (Qs al A'raaf : 97-99)

" Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tak khusus menimpa orang-orang yang zhalim diantara kalian. Dan ketahuilah, bahwa Allah amat dahsyat siksaNya " (Qs al Anfaal : 25)

Yaa Allah...
Ku merasa aman dalam naunganMu dan perlindunganMu
amankanlah hamba dalam naunganMu
Ku tak merasa aman dari azhab dan murkaMu
lindungilah hamba dari azhab dan murkaMu

Selama hamba bernafas,hamba masih ber-asa :

Allahumma innaa nas'aluka ridhaaKa wal jannah
bi iqaamati daulah khilafah rasyidah
alaa minhaaji nubuwwah
tu'idzdzu bihaal islaama wa ahlahu
wa tudzdzilu bihaal kufra wa ahlahu
innaka alaa kullii syai'in Qadiir
innaka ni'mal maulaa wa ni'ma nasyiir

Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa
wa laa tahrimnaal aisya fii dhillihaa
wa akrimnaa bi rof'in liwaa'ihaa
yaa Rabbal Alamiin

yaa Allah
Hamba memohon keridhoan-dan syurgaMu
dengan berdirinya daulah khilafah rasyidah
atas manhaj kenabian
yang dengannya
Engkau muliakan Islam dan umatnya
yang dengannya
Engkau hinakan kekufuran dan pengikutnya
Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemimpin dan pelindung

(Perkenankanlah asa dan do'a hamba)
Janganlah Engkau haramkan atas diri kami
untuk mendapatkan pahala
dengan perjuangan mendirikan/menegakkan khilafah
dan Janganlah Engkau haramkan atas kami
untuk hidup dibawah naungannya
serta muliakanlah kami
dengan ikut mengibarkan al liwaa
yaa Rabbal alamiin...

Monday, October 5, 2009

a TesT or WraTh?





Difficult times are at every hand
I've clearly seen them nearest by

* in December 26,2004 tsunami shook and came down on acheh.
Afterwards,line of (natural)disasters never stopped dropping by some lands of the country as yet e.g.earthquake,massive flood,...on and on. The lastest one is the earthquake in west sumatra
All above disasters led to large number of material (infrastructure) and immaterial (casualties) loss.
* instead of natural disasters,we have also been through hard times in the life of :
~ Politics---Corruption,trick/fast-talk
~ Social intercourse---Free sex and drugs causing the increasing number of HIV AIDS and abortion
~ Health---Sick people are more and more.Only the rich can afford to pay for their cure.Health is not free but expensive
~ Laws---Man-made laws are so weak to punish the criminals.Notwithstanding the punishment,the criminals remain at large.When money talks,the case is close.
~ Education---Many students dropped out of their study for their parents' poor economy. Capitalistic education does not bring about the ideal pious muslim scholars but liberal ones far away from their values of deen
~ Economy---In islam,riba is haraam and trading is halaal (Qs al baqarah : 275). But in capitalism,riba is allowed in people's every way of life.Riba is the heart of capitalistic economy.The gap between the haves and the have-nots are widely open.Whilst trading and the fair distribution of wealth are the heart of islamic economy.
~ Many more...

Islam seems to be looked upon as a mere spiritual but not political belief.Yet,in capitalistic life,I've seen the more and more muslims seem to 'look down' on their spiritual side of belief such as praying,fasting,zakat,hajj i.e.when they do not pray,get fasting in ramadan,or pay zakat,they do not feel ashamed of the Lord and they do not fear Him.They also have no fear of sins.
What makes this happen?
This happens since capitalism brings forth democracy,liberalism,freedom in all ways of life.
Capitalism through its derivation allows one's nafs to take over the Lord (Allah)'s role as God.
Whilst Allah has admonished us :
" Seest thou such a one as taketh for his god His own passion (or impulse)?Couldst thou be a disposer of affairs for him?or thinkst thou that most of them listen or understand?They are only like cattle - nay,they are farther astray from the way " (Qs al Furqaan : 43-44)


IS IT A TEST OR WRATH?

Looking at these frequent hard times through natural and unnatural disasters, I wonder if it's just a test or wrath of Allah or even both of which.
Whatsoever it is, it always reminds me of Allah's admonition :

~ Qs al A'raaf (7): 96-99 :
" If the people of the towns had but believed and feared Allah, We should indeed have opened out to them all kinds of blessings from heaven and earth; But they rejected the truth,and We brought them to book for their misdeeds . Did the people of the towns feel secure against the coming of our wrath by night while they were asleep? Or else did they feel secure against its coming in bright daylight while they played about care-free? Did they then feel secure against Allah's devising but noone can feel secure from the plan of Allah except those (doomed) to win ! "

~ Qs al Israa' (17) : 16 :
" When We decide to destroy a town, We command those among them who are given the good things of the life to be obedient but they continued to transgress ; so that the word is proved true against them; then We destroy them utterly "


IF IT'S A WRATH,ONLY ISLAM CAN STOP ALLAH'S WRATH

If it's a test, may Allah give strenght of faith and patience with His reward jannah for those muslims who're patient of this test.
If it's a wrath, It's no doubt that only islam can stop Allah's wrath upon the people of the world.
Only Islam with its shari'a implemented whole-heartedly by its state,ad daulah al khilafah ar rashida,can please Allah; then we'll gain His pleasure of the world and hereafter.
Allahu Akbar!

Monday, September 14, 2009

LePaS RaMaDaN, JeLaNg FiTraH


Masihkah terbesit dalam benak kita bagaimana luapan euforia seorang muslim dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan?
RAMADAN,
Bulan dimana Allah menjamu kita sebagai tamu yang dimuliakanNya dengan berbagai keistimewaan dalam setiap waktu, amal bahkan nafas.
Nafas kita ikut bertasbih dengan berpuasa, tidur kita bernilai ibadah, amal shalih kita--selama diniatkan ikhlas karena Allah dan dilakukan sesuai ajaran rasulullah SAW--diterima disisi Allah, dan doa-doa kita di ijabah.
Pintu surga terbuka lebar, pintu neraka tertutup rapat, dan iblis terbelenggu. Ramadan adalah mimpi buruk bagi iblis (sehingga tak ada alasan bagi kita untuk bermaksiyat karena kita tak punya alasan mengkambing hitamkan iblis atas dosa-dosa kita. Iblis bisa saja terbelenggu tapi tidak dengan hawa nafsu manusia. Hanya manusialah yang bisa mengendalikannya dengan akal yang dibimbing oleh keimanannya kepada Allah SWT).
RAMADAN,
Bulan yang memiliki 30 hari ;
10 hari pertama sebagai rahmat Allah
10 hari kedua sebagai maghfirah Allah
10 hari ketiga sebagai hari pembebasan manusia dari dosa-dosanya
Di bulan ini, ada satu malam (lailatul Qadar) yang lebih baik dari pada 1000 bulan
Di bulan ini, Allah tak sia-siakan amal manusia sekecil apapun. Amal wajib diganjar pahala 70X lipat, amal sunnah diganjar pahala seperti amal wajib.
RAMADAN,yang didahului bulan rajab dan sya'ban,
bulan dimana terjadi beberapa peristiwa bersejarah Islam;
Isra' Mi'raj, pemindahan kiblat umat Islam, nuzulul Qur'an, perang Badar (17 Ramadan) yang memenangkan kaum muslimin, dan pembebasan kota Mekkah (20 Ramadan).

Setiap waktu yang kita gunakan untuk amal kebaikan bernilai pahala.
Merugilah orang-orang yang :
--- Menyia-nyiakan peluang Ramadan yang diberikan Allah setahun sekali
--- Berpuasa tetapi hanya mendapatkan pahala menahan lapar dan haus tetapi tidak dapat menahan hawa nafsu dari perbuatan dosa
--- Hanya mencukupkan dirinya dengan aktivitas minimalis bukan maksimalis.
--- Tak mendapatkan berkah rahma dan mahfirah Allah di bulan suci ini.


LEPAS RAMADAN, JELANG FITRAH

Di bulan Ramadan,
Allah melatih kita untuk menjadi muslim yang tetap istiqamah dengan ketakwaan utuh sepeninggal Ramadan (Qs al Baqarah : 183)
Seandainya kita ditunjukkan Allah 'dzat' keistimewaan yang terkandung dalam bulan Ramadan, niscaya kita berharap agar seumur hidup kita adalah Ramadan.

Muslim yang berpuasa Ramadan dengan benar akan terlahir suci kembali seperti bayi yang terlahir suci tanpa dosa dari rahim ibu. Karena Allah telah mengampuni dosa-dosanya terdahulu.
Allah ta'alaa berfirman :
" Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama Allah ; tetaplah lurus atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya " (Qs ar Ruum : 30)

Fitrah manusia adalah fitrah yang diciptakan Allah agar manusia tetap dalam karakteristik penciptaannya sebagai manusia yang siap menerima kebenaran Allah, Islam.
Ketika Allah menyempurnakan, meridhai dan mencukupkan Islam sebagai agama kita, Allah menjadikan akal, kebutuhan jasmani dan naluri kita siap untuk tunduk dan patuh pada Islam.
Puasa debfab serangkaian aktivitas Ramadan sejatinya telah mengkondisikan diri kita untuk menyadari dan memahami fitrah kita sebagai hamba Allah yang taat dan berserah diri padaNya.
Ramadan melatih kita untuk menerima Islam apa adanya, yakni Islam sebagai way of life (jalan hidup) yang mengatur aspek spiritual dan politis manusia.
Islam sesuai dengan fitrah manusia. Ketika Islam menolak sekulerisme dan demokrasi dalam bentuk komunisme dan kapitalisme, sejatinya muslim menolak sistem hidup selain Islam.
Sebaliknya, jika manusia menolak fitrah tersebut (Islam), penolakan tersebut akan berdampak pada :
1 DEHUMANISME
penanggalan sebagian / seluruh fitrah manusia sama halnya dengan menanggalkan sifat humanis (manusiawi) dari diri manusia.
Ketika manusia memiliki mata, telinga, dan hati/akal, tetapi tidak digunakannya untuk menerima kebenaran Allah, Allah menilai manusia semacam ini seperti bahkan lebih sesat dari pada binatang,
" Mereka mempunyai kalbu tetapi kalbu itu tidak ia gunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka mempunyai mata, tetapi mata itu tidak ia gunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Mereka mempunyai telinga, tetapi telinga itu tidak ia gunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi " (Qs al A'raaf : 179)

Manusia juga sering melampaui batas.
Fitrah manusia tidak membenarkan manusia untuk berposisi kecuali sebagai makhluk Allah yang lemah dan terbatas yang menyembah pada Nya. Fitrah tersebut juga tidak membenarkan manusia untuk menempati posisi Tuhannya sebagai pembuat hukum (al Hakim).
Fitrah tersebut juga tak membenarkannya untuk membatasi otoritas Allah dalam aspek spiritual saja sementara ia mengabaikan otoritas Nya dalam mengatur aspek politis manusia. Sekulerisme adalah bentuk penolakan manusia atas fitrahnya. Sekulerisme menjadikan manusia sebagai hamba yang diperbudak oleh hawa nafsunya.
" Terangkan padaKu tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.Apakah kamu menjadi pemelihara atasnya? ataukah kamu mengira bahwa mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya " (Qs al Furqan : 43-44)

Ketika manusia melanggar pantangan Allah untuk tidak mendekati zinah apalagi melakukannya, yang terjadi adalah merebaknya virus mematikan HIV AIDS dan marak aborsi yang membunuh jutaan manusia.
Pola hidup sekuler semacam ini akan menggerus dan menanggalkan sifat humanis manusia.


2. KEHANCURAN KEHIDUPAN

Penolakan terhadap fitrah manusia juga akan berdampak pada hancurnya stabillitas kehidupan manusia dengan sesamanya.
Free sex dan narkoba serta akibat buruk yang ditimbulkannya telah merusak kelestarian jenis manusia. Sistem ekonomi liberal ribawi juga telah menjerumuskan negara dunia ketiga dan rakyatnya dalam jerat hutang tak terbayar dan kemiskinan dan kebodohan.
Maha benar Allah dengan firmanNya :
" Barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit " (Qs Thaha : 124)

3. KEHANCURAN ALAM

Sistem hidup yang mengabaikan kepedulian pada lingkungan alam akan merusak eksistensi ekosistem yang hidup dalam alam semesta.
Penggundulan,illegal logging, dan pembakaran hutan berakibat pada tanah longsor, dan banjir bandang,
Paceklik di musim kemarau dan banjir di musim hujan serasa belum mendatangkan 100% berkah dr langit dan bumi namun musibah dan bencana. Perbuatan manusia yang merusak telah menhancurkan alam beserta ekosistem yang hidup didalamnya. Dalam kondisi semacam ini, kita hanya bisa bermimpi tentang manusia yang hidup akur dengan alam.

Demikianlah sebagian dampak buruk akibat penolakan manusia terhadap fitrahnya (Islam).
Islam adalah agama sempurna yang menyempurnakan kehidupan manusia dan menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik dan teladan bagi umat lainnya (Qs ali Imran : 110).
Ramadan adalah moment tepat untuk mengawali perubahan yang lebih baik bahkan terbaik.
Dengan segala keterbatasan kita, masih ada peluang untuk mengoptimalkan ibadah di sisa 10 hari terakhir bulan Ramadan sebelum Ramadan meninggalkan kita dan hari yang fitri menjelang...Hari raya sejatinya untuk merayakan kemenangan umat Islam yang berpuasa ramadan dengan benar, dengan semangat hidup baru, dan jalan hidup baru yang lebih baik dari hari kemarin...


" Allahumma laa taj'alhu aakhiral ahdi min shiyaaminaa iyyahu. Fa inji'altahu faaj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuman "
( Yaa Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai ramadan terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan puasa yang hampa semata)

Thursday, August 27, 2009

Allah & IsLam, ciTa-ciTa & TuJuan hiDup uMat IsLaM


" Masyarakat ini mewakili cita-cita umat manusia dari akhir tujuan mereka! ",demikian kata presiden legendaris AS,Abraham Lincoln (1860-1865) tentang negaranya. Kala itu,AS menjadi pusat perbincangan dunia karena disanalah seluruh ide revolusi di Eropa pada akhir abad XVIII M di implementasikan. Pada tahun 1783, saat masyarakat Eropa muak dengan monarki,sikap zalim para raja dan gereja serta gaya hidup manja para bangsawan ; pantai timur Amerika justru menampung semua aspirasi kemuakan tersebut, lalu mewujudkannya dalam sebuah negara baru yang mewakili cita-cita masyarakat Eropa. Kepala negara dalam negara tersebut bukan lagi raja tapi presiden yang langsung dipilih oleh rakyat. Kedaulatan bukan lagi ditangan raja yang memepralat gereja sebagai 'wakil tuhan' (sebagai dalih untuk menindas rakyat),melainkan kedaulatan ditangan rakyat. Negara tersebut adalah negara demokrasi (setelah sekian lama demokrasi mati suri dinegara kelahirannya-Yunani). " Democracy is from the people, by the people, and for the people ",demikian kata Abraham Lincoln.
Demokrasi! Itu juga yang disuarakan lantang tidak hanya di Amerika dan Eropa,tapi juga di dunia,termasuk dunia Islam. Di Indonesia, demokrasi semakin naik daun saat diteriakkan oleh kaum reformis yang menghendaki reformasi pemerintahan orde baru pada bulan Mei 1998. Sebelumnya, Indonesia dijuluki sebagai ' kerajaan feodal jawa ' yang dipimpin oleh 'raja' Soeharto (meskipun bentuk sistem pemerintahannya Republik dengan kepala negaranya seorang presiden).
Apa yang terjadi pada tahun 1998 tersebut hanya pengulangan kejadian serupa di AS dan Eropa dua abad sebelumnya.

REALITAS DEMOKRASI

Di balik pesta demokrasi dalam sistem pemerintahan dunia dan gaya hidupnya, bagaimana realitas demokrasi dan akibat yang ditimbulkan dari implementasinya di dunia?
Kita awali terlebih dahulu dari negeri pembangkit demokrasi, AS.
Di dunia,saat ini ada kebanggaan pada negara paman Sam itu. Karena AS adalah simbol kemajuan dunia abad 21. Kiblat politik,ekonomi,pendidikan,iptek,bahkan gaya hidup berpusat disana. Kantor PBB pun bermarkas di New York,AS. Kongres,dimana rakyat Amerika biasa menyalurkan aspirasinya,sangat menentukan kebijakan PBB atas persoalan dunia. Gaya hidup-dari cara berpakaian,bermusik,dan bergaul-ala AS digemari banyak anak muda di dunia.
Apakah berarti semua cita-cita umat manusia telah terwakili oleh idealisme masyarakat Amerika?
Ternyata tidak. Tidak pula di negaranya sendiri.
Kehidupan politik dan ekonomi Amerika tidak mencerminkan kedaulatan rakyatnya. Rakyat memang berpartisipasi langsung dalam pemilu legislatif dan pilpres. Namun, partisipasi tersebut diawali dengan proses pembohongan publik oleh media setempat. Rakyat diminta memilih satu diantara dua pilihan : partai demokrat ataukah republik.
Di satu sisi, Untuk maju ke setiap putaran pemilu, para kandidat dari dua partai itu harus mendapat dukungan penuh dari media para konglomerat kapitalis. Untuk itu,mereka harus membayar berapapun untuk dukungan media. Di sisi lain, rakyat tertipu. Mereka memilih berdasarkan pemberitaan media tentang profil para kandidat. Rakyat kagum pada kepedulian Jimmy Carter terhadap HAM. Namun yang mereka dapati hanya seorang presiden yang cengeng dalam politik luar negerinya. Mereka muak lalu memilih Ronald Reagen. Apa yang mereka dapatkan hanya seorang presiden yang membuat hutang luar negeri AS membengkak tiga kali lipat. Mereka kecewa lalu memilih George Bush. Lalu rakyat dikecewakan kesekian kalinya olehnya setelah mendapati George Bush hanya seorang presiden maniak perang yang menghabiskan dana anggaran AS untuk memerangi dan melawan Islam dan umatnya di timur tengah (perang teluk-antara Irak dan kuwait). Rakyat beralih pada figur demokrat, Bill Clinton. Apa yang mereka dapatkan? Clinton penggila wanita dan tidak banyak membantu AS keluar dari krisis negaranya. Kemudian mereka memilih G.W Bush, putra George Bush. Buah tak jauh dari pohonnnya. Di awal abad XXI, G.W Bush, adalah seorang hitler abad XXI yang maniak perang,manusia tanpa empati dan haus darah jiwa tak berdosa dan giat memerangi Islam,umatnya dan aktivisnya di Irak,Afghanistan,dan dunia Islam dengan slogan 'war on terrorism'nya. War on Terrorism yang dipropagandakan G.W Bush pada dunia Islam pasca bom WTC, semakin menambah kebencian umat Islam pada demokrasi barbar ala Amerika. Rakyat AS juga dibuat merana dengan krisis global. Tak ada pilihan lain bagi Bush kecuali mundur. Harapan jatuh pada figur demokrat dengan gaya kepemimpinan 'soft power' nya, Barrack Obama. Ribuan bahkan jutaan massa tumpah dijalan menyaksikan pesta pelantikan Obama sebagai presiden baru AS. Rakyat dan dunia dibuat terpesona dengan janji manis Obama untuk segera mengeluarkan AS dan dunia dari krisis global dan bersikap manis pada umat dan dunia Islam. Setelah terpilih, rakyat AS dan dunia menunggu janji tersebut terealisasi. Namun,apa dikata. Dunia maklum inilah gambaran politik sekuler ala kapitalis (maupun sosialis-komunis). Sudah menjadi tradisi bagi para elit politik untuk sekedar memberikan rakyatnya janji kosong. Alhasil, Obama hanya bisa melanjutkan masalah krisis global yang diwariskan para pendahulunya dan perang melawan terrorisme (=melawan Islam,umat,dan aktivisnya) dengan gaya kepemimpinannya yang soft,tanpa merubah metode kejam AS untuk menguasai dunia ,yakni imperialisme dalam berbagai bentuk.
Media pun tak kalah gencar dalam memberikan kontribusi untuk menjerumuskan dunia dalam keterpurukannya. Media AS yang medominasi informasi dan berita dunia dan nota bene dikuasai oleh yahudi, tak hanya mendikte rakyat dalam berpolitik, tetapi juga menjadikan mereka sebagai obyek komersiil. Di dunia, televisi dipenuhi tayangan hiburan destruktif,penuh kekerasan dan pornografi. Wajar jika banyak generasi muda yang mengalami degradasi dan kerusakan akhlaq/moral. Pada saat yang sama, tokoh agama nyaris bahkan sama sekali tak terdengar suaranya kecuali jika mereka berkompromi dengan media meskipun harus membayar mahal dengan kehilangan idealisme spiritual mereka.

Inilah AS dengan wajah buruk demokrasinya! Negara demokratis yang di 'tuhankan' oleh dunia. Sakit ini menulari dunia Islam, termasuk Indonesia. Bahkan kebrobokan demokrasi di Indonesia jauh lebih parah.

Dengan arogansi nafsunya melalu ideologi kapitalis yang melahirkan demokrasi dan SEPILIS (Sekulerisme,pluralisme, dan liberalisme),AS berusaha mengajarkan pada kita dunia, khususnya umat Islam bagaimana belajar untuk :
- Beriman dan berislam;
Islam dan umatnya dibagi menjadi tiga bagian : Liberal,moderat dan radikal
Islam dan muslim yang baik adalah Islam dan muslim liberal dan moderat, muslim yang tidak taat (gemar bermaksiyat) pada aturan Allah dan agamaNya.
Islam dan muslim yang buruk adalah Islam dan muslim radikal yang ingin kembali kepada ajaran Islam kaffah dan mereka yang taat pada aturan Allah dan agamaNya
Pernahkah kita mendengar Allah membagi Islam dan umatnya dalam tiga golongan?
Yang selalu kita dengar dalam al Qur'an dan hadist, Allah hanya membagi ajaran dunia dalam dua atau tiga golongan : Islam dan atau kekufuran. Jika tidak termasuk salah satu diantara keduanya,ia termasuk nifak (sifat munafik).Islam adalah Islam. Begitu pula muslim.Kekufuran adalah kekufuran. Begitu pula orang kafir/musyrik. Jika tidak termasuk salah satu dari keduanya,maka ia termasuk orang munafik yang paling dibenci Allah.

Kini, dunia termasuk umat Islam lebih percaya dengan informasi yang diberitakan CNN,NBC,BBC,NY.Times,dan media sekuler daripada media Islam dan media non Islam independen
Padahal Allah telah berpesan :
" Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah pada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu "
(Qs al Hujurat : 6)

Dunia termasuk sebagian umat Islam dan para penguasanya lebih percaya musuh-musuh Allah daripada percaya pada Allah, lebih ridho untuk bertahkim pada hukum-hukum selain Allah daripada bertahkim pada hukum-hukumNya.
Padahal Allah telah berpesan :
" Hai orang-orang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan mu orang-orang yang diluar kalanganmu karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi. Beginilah kamu. Kamu menyukai mereka. Padahal mereka tidak menyukaimu. Dan kamu beriman pada kitab-kitab semuanya. "
(Qs ali Imran : 118-119)

" Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum engkau? Mereka hendak berhakim pada thaghut,padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan sejauh-jauhnya."
(Qs An Nisaa' : 60)

Umat Islam sedang diuji dengan fitnah yang menimpa agama dan saudara-saudaranya.


ISLAM, CITA-CITA & TUJUAN HIDUP MUSLIM

Tatkala Islam difitnah,di nistakan,di caci,dan diasingkan melalui sebagian umat dan aktivisnya, adakan terbesit dalam benak kita untuk menjauhi Islam dan umat serta aktivisnya?
Sekali-kali TIDAK!
Pertama kali Islam datang dengan wahyu Allah yang disampaikan oleh nabiNya, Muhammad SAW,Islam dan Muhammad dianggap sesuatu dan seseorang yang terasingkan dari kabilah musyrik Quraisy. Islam adalah ajaran baru kala itu yang berbeda dari ajaran/tradisi nenek moyang Quraisy yang terbiasa menyembah dan menyekutukan Allah dengan lata dan uzza. Rasulullah dicaci,dihina,bahkan hendak dibunuh dan dihakimi oleh massa di Tho'if disebabkan oleh risalah Islam yang dibawa dan diajarkannya. Itu pula yang menimpa para sahabatnya. Mereka di hina,di usir,di embargo,bahkan dibunuh hingga syahid. (Bahkan penolakan terhadap setiap kebenaran Allah dan syariahNya itu pula yang senantiasa pada mulanya dialami oleh para nabi dan rasul beserta pengikutnya yang setia dari para penentangnya). Melihat nasib yang menimpa dirinya dan sahabatnya, rasulullah tak melakukan apapun kecuali tetap bersabar,istiqamah dalam berjuang mendawahkan Islam,dan berdoa kepada Allah agar umat Islam diberi ketabahan dan kemenangan atas musuh-musuhNya. Hingga saat kemenangan itu tiba ketika Islam diterima baik oleh masyarakat yang plural (muslim,yahudi,nasrani,majusi) di Madinah. Lalu,Islam dimenangkan olehNya dengan berdirinya daulah Islam pertama (622 H). Islam tersiar dan tersebar luas keluar Madinah (termasuk Makkah yang pada awalnya menolak Islam) bahkan terus keluar jazirah Arab. Islam berjaya sebagai sebuah negara dan peradaban yang menguasai dunia selama 13 abad (622 H-1924 H). Islam tak hanya memberikan rahmat bagi umat Islam tapi juga umat manusia.

Sudah menjadi sunnatulah bahwa perjuangan menuju kemenangan agama Allah harus dibayar mahal dengan pengorbanan untuk terasingkan,terenggut harta,tenaga bahkan jiwa para pembela dan pejuang agamaNya sepanjang masa. Semua nya akan terbalas kan dengan pahala syurga seluas langit dan bumi.

" Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing "
(HR Muslim)

Syeikh al Islam Ibn Taimiyyah dalam bukunya 'Gurbah al Islam' berkata :
" Setiap orang yang masuk Islam dari setiap tingkatan (generasi); sebagian dari mereka telah terasing dalam kehidupannya. Mereka terasing dari kabilahnya, tersembunyi dengan keislamannya. Sungguh, anak dan istri serta keluarganya telah memutuskan silaturahmi dengan mereka. Mereka adalah orang yang terhina dina, dan terus menanggung perlakuan kasar. Mereka adalah orang=orang yang selalu sabar atas penderitaan yang menimpa mereka. Hingga akhirnya Allah memenangkan Islam,memperbanyak penolongnya,menjayakan para pembela Islam dan menyungkurkan para pembela kebathilan "

Allah menguji sejauh mana keimanan dan pengorbanan orang-orang yang mengaku dirinya beriman padaNya dengan pengorbanan harta,tenaga dan jiwa mereka

" Tidaklah sama antara mu'min yang duduk (tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa nya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka, Allah menjanjikan pahala yang baik (syurga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar "
(Qs an Nisaa' : 95)

" Ada tiga perkara yang merupakan haq, yakni Allah tidak akan menjadikan orang yang memiliki andil dalam Islam seperti orang yang tidak memiliki andil apapun. Dan tidaklah seorang hamba menjadikan Allah sebagai kekasihnya lalu is menjadikan yang lain sebagai kekasihnya. Serta tidak ada seseorang yang mencintai suatu kaum kecuali ia akan dikumpulkan bersama mereka "
( HR At Thabrani)

Dalam keterasingan maupun kebangkitan/kejayaan Islam, tak pernah terbesit dalam benak orang-ornga muslim yang mengaku dirinya beriman pada Allah untuk menjauhi apalagi meninggalkan Islam dan pembelanya.

Islam dari Allah satu-satunya cita-cita dan tujuan akhir hidup seorang muslim. Bukan komunisme ala Uni Sovyet atau kapitalisme ala Amerika dengan berbagai bentuk derivat demokrasinya .