
بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu’alaikum wr.wb,…
Allah meninggikan Islam dan umatnya :
" Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah kamu bersedi hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang beriman " (Qs ali Imran : 139)
" Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman pada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka ; diantara mereka ada yang beriman. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik " (Qs ali Imran : 110)
Jika Allah berfirman demikian tentang Islam dan umatnya, dunia pun tidak kuasa berkata tidak! termasuk musuh-musuhNya semisal :
~ Snouck Hurgronje (Orientalis)
" Islam di masa depan akan meluas ke penjuru dunia, tidak melalui penyiaran, melainkan melalui perjuangan "
~ Robert D. Caplan ( pakar AS tentang dunia ke-3) :
" Di asia tengah, di bagian bumi ini, Islam akan menjadi daya tarik terbesar karena dukungan mutlak dari orang-orang yang terindas dan terzhalimi. Agama yang banyak tersebar luas di level dunia ini adalah satu-satunya yang siap bertempur dan berjuang "
Cukuplah dua musuh Allah ini mengakui 'kejujuran' mereka tentang islam.
Kebenaran firman Allah diatas tak bisa ditolak oleh dunia termasuk musuhNya apalagi oleh seorang muslim yang mengaku dirinya beriman pada Allah,nabi,agama,dan kitabNya. Sebagaimana yang dikatakan oleh shahabat Umar Bin Khaththab Ra :
" Jika ada 1000 orang yang membela kebenaran (Islam), aku salah seorang diantaranya. Jika ada 100 orang membela kebenaran, aku tetap berada diantaranya. Jika ada 10 orang pembela kebenaran, aku tetap ada di barisan itu. Dan jika ada 1 orang yang tetap membela kebenaran, akulah orangnya "
Lalu, mengapa kita, umat Muhammad SAW di era millenium ini, harus berfikir 1000 kali untuk mencintai dan membela Islam dengan sepenuh hati?
Sejarah mencatat, Islam lahir, tumbuh besar hingga bangkit dan berjaya karena diperjuangkan oleh umatnya bahkan oleh negara Islam (daulah Islam) selama 13 abad melalui dawah dan perjuangan (jihad).
Umat Islam mencerminkan gambaran figur muslim yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Qs ali Imran : 110 dan 139 diatas.
Mereka adalah pejuang Islam yang hanya memiliki dua pilihan : hidup mulia dibawah naungan Islam atau mati syahid karena membela Islam.
Mereka mencintai kehidupan dan menjalaninya sesuai Al Qur'an dan as sunnah. Mereka pun tak segan untuk mati jika Allah hendak meminta nyawa mereka sewaktu-waktu.
Lebih dari itu, sejarah juga membuktikan, pertolongan pertama berupa kemenangan yang Allah anugerahkan pada baginda Muhammad SAW dan para pengikutnya terjadi ketika negara Islam pertama berdiri di Madinah. Sejak saat itu, Islam tumbuh besar dan bangkit hingga mampu menaklukan sebagian dunia termasuk Makkah. Sepeninggal rasulullah, eksistensi daulah Islam dilanjutkan secara estafet oleh khulafa'ur rasyidin,khulafa' bani Umayyah,Abbasiyah,dan Utsmaniyah selama 13 abad.
Bagaimana mungkin Islam berjaya selama 13 abad tanpa adanya daulah, sementara musuh-musuh Allah pada akhirnya juga bisa bangkit hanya dengan adanya daulah? (e.g Uni Sovyet dengan komunismenya-namun hancur pada 1991 ; AS dan uni eropa dengan kapitalismenya namun kini sedang di ujung tanduk )
Perbedaannya yang tajam terletak pada kebenaran/kebathilan fondasi bernama akidah yang melandasi tegaknya daulah dengan karakteristik ideologinya masing-masing.
Islam ditakdirkan Allah sebagai al haq (kebenaran). Selain Islam ditakdirkan Allah sebagai al bathil (kebathilan). Maka Allah tidak akan ridha melihat diin Nya terkalahkan oleh selain diinul Islam (meskipun perjalanan kehidupan Islam dan umatnya berputar seperti perputaran bumi).
Perbedaan tajam lainnya juga terletak pada keadilan/kezhaliman negara adidaya terhadap warga negara dunianya, baik di dalam dan luar negeri.
Daulah Islam menjamin segala aspek kehidupan umat manusia-lintas agama,negara,budaya(suku/ras),bahasa.Di satu sisi, negara Islam menjaga akidah umat Islam agar mereka masuk Islam secara kaffah dan tetap konsisten dalam kebenarannya. Di sisi lain, Islam tidak memaksa non muslim untuk masuk Islam. Bahkan menjamin kebebasannya untuk menjalankan syariahnya sendiri dalam urusan makan/minum, pakaian, ibadah, pernikahan/perceraian, hingga kematian (selama hak-hak tersebut mereka gunakan sebatas dalam komunitas mereka dan tidak mengganggu stabilitas keamanan iman dan Islam umat Islam)
Di bawah naungan daulah (khilafah) Islam :
~ Musuh Allah segan dan takut untuk memerangi dan menindas umat Islam bahkan manusia. Karena negara akan melindunginya dan takkan membiarkan hal itu terjadi,sebagaimana seorang ibu yang melindungi anaknya dari ancaman para penjahat.
~ Setiap warga negara,apapun agama dan bangsanya,berhak mendapatkan haknya untuk menikmati kehidupan yang layak dalam segala aspek selama mereka bersedia untuk melaksanakan kewajibannya sebagai warga negara yang dinaungi oleh daulah Islam.
~ Bahkan ketika terjadi perseteruan diantara 2 musuh Allah hingga memaksa salah seorang diantara mereka meminta suaka, negara akan melindunginya dan membuat perjanjian diantara mereka.
~ Ada saatnya bagi daulah untuk menyerukan perdamaian ketika mereka terikat perjanjian damai dengan musuh-musuh Allah. Ada saatnya bagi daulah untuk menyerukan jihad/perang ketika perjanjian damai itu dilanggar oleh musuh-musuhNya.
Itulah kondisi kehidupan manusia dibawah naungan daulah Islam. Tatkala daulah Islam terakhir dihancurkan oleh agen Inggris, Mustafa Kemal Attaturk, kondisi kehidupan manusia khususnya kaum muslimin berubah menjadi buruk. Kesatuan negeri-negeri mereka tercabik-cabik oleh sekat nasionalisme dibawah kepemimpinan para penguasa zhalim. Bahasa Arab digantikan oleh bahasa Inggris sebagai bahasa pemersatu dunia. Identitas muslimah dengan jilbab dan khimarnya ditanggalkan dan diganti dengan identitas barat oleh institusi pemerintahan yang kufur.
Segala upaya umat Islam untuk mengembalikan khilafah diperangi oleh rejim Attaturk dan rejim-rejim Inggris lainnya. Hingga tak satupun tersisa. Lambat laun, kenangan tentang khilafah terhapus dari benak umat Islam. Seiring perjalanan waktu, umat Islam telah melupakan kejayaan dan keterpurukan mereka di masa lalu. Bahkan dengan atau tanpa mereka sadari, mereka menikmati keterpurukannya hingga saat ini.
Islam tergantikan oleh sistem kufur bernama Demokrasi. Dalam sistem ini, Allah disekutukan oleh dua hal yang kontradiktif dilakukan oleh hambaNya. Di satu sisi, mereka taat pada sebagian syariahNya dan disisi lain, mereka mencampakkan sebagian syariahNya sekehendak hawa nafsu mereka. Allah 'tersakiti' oleh kekafiran,kefasikan,kemunafikan dan kezhaliman manusia ; meskipun Allah maha kuasa atas segala sesuatu. Dia telah menciptakan manusia dan 'bekerja keras' sepanjang masa memenuhi kebutuhan hidup dan nalurinya. Tetapi manusia tak pandai bersyukur bahkan mengkufuri nikmat Nya yang tak terhingga.
Ketika daulah Islam lenyap, otomatis tak ada naungan bagi manusia untuk berlindung dari ancaman imperialisme,zionisme,liberalisme,pluralisme,dan demokrasi dalam segala bentuknya.
Hak-hak mereka terabaikan dengan berbagai kasus kriminalitas,pornografi-aksi,pengangguran,tuna wisma,drop out sekolah,kemiskinan sistemik,dan persoalan lainnya.
Lebih parahnya, para pengemban dan pembela Islam dicurigai dan di beri lebel 'terrorist,fundamentalis,ekstrimis,radikal-dan julukan ekstrim lainnya--istilah yang sudah tak asing dalam kondisi Islam yang terasingkan dan kemaksiyatan merajalela. Islam, bagi sebagian penganutnya, bukan menjadi kebanggaan, bahkan dianggap sebagai monster yang menakutkan. Jika tak menakutkan-dengan segala keterbatasan pemahaman yang mereka miliki yang didasari niat ikhlas membela Islam-pembelaan mereka terkesan malu-malu kucing dan kurang berani.Ketika musuh Allah mengklaim bahwa Islam tak demokratis, mereka terburu-buru mengatakan,'siapa bilang Islam tak sejalan dengan demokrasi? Islam demokratis!'
Inilah puncak dari segala kesedihan kita sebagai hamba Allah dan umat Muhammad yang seharusnya menjadi pembela dan pejuang agamaNya.
Kita tak merasa begitu tersakiti ketika melihat rasulullah SAW dinistakan dan dihina melalui publikasi karikatur/kartun tak sepatutnya disandangkan pada seorang nabi yang agung.
Kita tak merasa begitu tersakiti ketika mendengar al Qur'anul kariim yang suci dilemparkan oleh tentara iblis AS ke dalam toilet yang najis, ketika melihat saudara-saudara kita teraniaya hingga syahid di Guantanamo,Abu Gharib,penjara-penjara penguasa zhalim dan belahan bumi manapun.
Kita tak merasa begitu murka melihat semua ini.
Namun, tiba-tiba kita merasa begitu murka ketika melihat semua ini menimpa musuh-musuh Allah---atas nama perang melawan terorisme dan terorist yang pertama kali dicanangkan oleh G.W Bush---padahal semua itu penuh dengan rekayasa dan konspirasi kotor musuh Allah untuk membunuh karakter seorang muslim yang shalih--dengan cara memfitnahnya atau menjebaknya dalam permainan dan tipu daya musuh-musuh Allah hingga mereka ikut bermain untuk memperjuangkan Islam sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh musuh-musuhNya.
Allah maha besar. Semoga Allah membalas konspirasi kotor mereka. Minimal,itulah do'a yang kita panjatkan. Namun, kita tak cukup berpuas diri dengan berdoa tanpa berusaha menghentikan kezhaliman yang menimpa agama dan saudara-saudara kita.
Allah menghendaki yang terbaik dari apa yang kita miliki. Allah hendak membeli harta,tenaga,waktu hingga nyawa yang kita cintai dengan ganjaran pahala dan syurgaNya. Lantas,mengapa kita menolaknya?
Sudah saatnya kita umat Islam,untuk menyadari bahwa :
~ Allah dan Islam sajalah yang besar
~ Allah hanya mengandalkan diri kita untuk menolong agamaNya dan mendapatkan pertolonganNya dengan kemenangan Islam
~ Allah memuliakan dan meninggikan kita dengan Islam dan menghilangkan ketakutan dan ketidak percayaan diri kita pada potensi luar biasa yang kita miliki.
Allah menciptakan potensi luar biasa di dunia Islam
Jumlah sumber daya manusia yang beragama Islam di dunia paling banyak
berdasarkan laporan CNN, hampir di dunia ini,setiap 1 dari 4 orang beragama Islam. Dan kemungkinan bisa bertambah http://www.cnn.com/2009/WORLD/asiapcf/10/07/muslim.world.population/index.html .
Allah juga menciptakan sumber daya alam yang tak pernah habis meskipun diperas dan dirampas oleh keserakahan imperialis kafir. Bahkan kekayaan itu juga diberikan Allah pada sebuah negeri muslim yang memiliki provonsi berpenduduk mayoritas non muslim, yakni Papua.Keserakahan manusia tak kan sanggup menghabiskan nikmat Allah.
Sudah saatnya kita menjadi umat Muhammad yang tersanjung dan percaya diri karena pujian Allah. Serta merasa bangga menjadi seorang muslim karena dipercaya Allah untuk membela dan memperjuangkan Islam, meski untuk itu, kita butuh mengembalikan sebuah institusi yang telah lama hilang dalam hidup kita. Institusi itu bernama daulah khilafah Islamiyah.
" Allahumma innaa nas'aluuka ridhaaka wal jannah bi 'iqaamati daulah khilafah rasyida tu'izzu bihaal islaama wa ahlahu wa tudzillu bihaal kufra wa ahlahu. Innaka alaa kulli syai'in qadiir.Innaka ni'mal maulaa wa ni'man nasyiir. Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa laa tahrimnaal aisya fii dhillihaa, wa akrimnaa birof'i liwaa'ihaa yaa rabbal alamiin "
Jadikan setiap dari diri kita salah seorang dari ribuan bahkan jutaan manusia semisal Umar Bin Khaththab Ra...
I'm proud to be a muslim
for I love Allah and Islam
بســــــــــــــــــــــــــــــم الله الرحمـــــــــن الرحيــــــــم
" Sesungguhnya kelak di hari kiamat Allah akan berfirman,' di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu? Pada hari ini Aku akan memberikan naungan kepadanya dalam naunganKu disaat tidak ada naungan kecuali naunganKu " (HR Muslim)
" Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang kafir " (Qs ali imran : 32)
" Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena takut pada Allah hingga air susu kembali lagi ke payudara. Dan tidak akan berkumpul debu perang fii sabilillah dengan asap neraka jahannam " (HR At Tirmidzi)
Yaa Allah..
Tak ada cinta dalam diriku kecuali cinta karenaMu
Tak ada benci dalam diriku kecuali benci karenaMu
Tak ada takut dalam diriku kecuali takut karenaMu,takut pada murka dan azhabMu
" Maka apakah penduduk negeri-negeri tersebut merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri tersebut merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka disaat matahari sepenggalan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azhab Allah yang tidak terduga? Tiadalah yang merasa aman dari azhab Allah kecuali orang-orang yang merugi " (Qs al A'raaf : 97-99)
" Dan peliharalah dirimu dari siksa yang tak khusus menimpa orang-orang yang zhalim diantara kalian. Dan ketahuilah, bahwa Allah amat dahsyat siksaNya " (Qs al Anfaal : 25)
Yaa Allah...
Ku merasa aman dalam naunganMu dan perlindunganMu
amankanlah hamba dalam naunganMu
Ku tak merasa aman dari azhab dan murkaMu
lindungilah hamba dari azhab dan murkaMu
Selama hamba bernafas,hamba masih ber-asa :
Allahumma innaa nas'aluka ridhaaKa wal jannah
bi iqaamati daulah khilafah rasyidah
alaa minhaaji nubuwwah
tu'idzdzu bihaal islaama wa ahlahu
wa tudzdzilu bihaal kufra wa ahlahu
innaka alaa kullii syai'in Qadiir
innaka ni'mal maulaa wa ni'ma nasyiir
Allahumma laa tahrimnaa ajrahaa
wa laa tahrimnaal aisya fii dhillihaa
wa akrimnaa bi rof'in liwaa'ihaa
yaa Rabbal Alamiin
yaa Allah
Hamba memohon keridhoan-dan syurgaMu
dengan berdirinya daulah khilafah rasyidah
atas manhaj kenabian
yang dengannya
Engkau muliakan Islam dan umatnya
yang dengannya
Engkau hinakan kekufuran dan pengikutnya
Sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemimpin dan pelindung
(Perkenankanlah asa dan do'a hamba)
Janganlah Engkau haramkan atas diri kami
untuk mendapatkan pahala
dengan perjuangan mendirikan/menegakkan khilafah
dan Janganlah Engkau haramkan atas kami
untuk hidup dibawah naungannya
serta muliakanlah kami
dengan ikut mengibarkan al liwaa
yaa Rabbal alamiin...

Difficult times are at every hand
I've clearly seen them nearest by
* in December 26,2004 tsunami shook and came down on acheh.
Afterwards,line of (natural)disasters never stopped dropping by some lands of the country as yet e.g.earthquake,massive flood,...on and on. The lastest one is the earthquake in west sumatra
All above disasters led to large number of material (infrastructure) and immaterial (casualties) loss.
* instead of natural disasters,we have also been through hard times in the life of :
~ Politics---Corruption,trick/fast-talk
~ Social intercourse---Free sex and drugs causing the increasing number of HIV AIDS and abortion
~ Health---Sick people are more and more.Only the rich can afford to pay for their cure.Health is not free but expensive
~ Laws---Man-made laws are so weak to punish the criminals.Notwithstanding the punishment,the criminals remain at large.When money talks,the case is close.
~ Education---Many students dropped out of their study for their parents' poor economy. Capitalistic education does not bring about the ideal pious muslim scholars but liberal ones far away from their values of deen
~ Economy---In islam,riba is haraam and trading is halaal (Qs al baqarah : 275). But in capitalism,riba is allowed in people's every way of life.Riba is the heart of capitalistic economy.The gap between the haves and the have-nots are widely open.Whilst trading and the fair distribution of wealth are the heart of islamic economy.
~ Many more...
Islam seems to be looked upon as a mere spiritual but not political belief.Yet,in capitalistic life,I've seen the more and more muslims seem to 'look down' on their spiritual side of belief such as praying,fasting,zakat,hajj i.e.when they do not pray,get fasting in ramadan,or pay zakat,they do not feel ashamed of the Lord and they do not fear Him.They also have no fear of sins.
What makes this happen?
This happens since capitalism brings forth democracy,liberalism,freedom in all ways of life.
Capitalism through its derivation allows one's nafs to take over the Lord (Allah)'s role as God.
Whilst Allah has admonished us :
" Seest thou such a one as taketh for his god His own passion (or impulse)?Couldst thou be a disposer of affairs for him?or thinkst thou that most of them listen or understand?They are only like cattle - nay,they are farther astray from the way " (Qs al Furqaan : 43-44)
IS IT A TEST OR WRATH?
Looking at these frequent hard times through natural and unnatural disasters, I wonder if it's just a test or wrath of Allah or even both of which.
Whatsoever it is, it always reminds me of Allah's admonition :
~ Qs al A'raaf (7): 96-99 :
" If the people of the towns had but believed and feared Allah, We should indeed have opened out to them all kinds of blessings from heaven and earth; But they rejected the truth,and We brought them to book for their misdeeds . Did the people of the towns feel secure against the coming of our wrath by night while they were asleep? Or else did they feel secure against its coming in bright daylight while they played about care-free? Did they then feel secure against Allah's devising but noone can feel secure from the plan of Allah except those (doomed) to win ! "
~ Qs al Israa' (17) : 16 :
" When We decide to destroy a town, We command those among them who are given the good things of the life to be obedient but they continued to transgress ; so that the word is proved true against them; then We destroy them utterly "
IF IT'S A WRATH,ONLY ISLAM CAN STOP ALLAH'S WRATH
If it's a test, may Allah give strenght of faith and patience with His reward jannah for those muslims who're patient of this test.
If it's a wrath, It's no doubt that only islam can stop Allah's wrath upon the people of the world.
Only Islam with its shari'a implemented whole-heartedly by its state,ad daulah al khilafah ar rashida,can please Allah; then we'll gain His pleasure of the world and hereafter.
Allahu Akbar!
Masihkah terbesit dalam benak kita bagaimana luapan euforia seorang muslim dalam menyambut kedatangan bulan Ramadan?
RAMADAN,
Bulan dimana Allah menjamu kita sebagai tamu yang dimuliakanNya dengan berbagai keistimewaan dalam setiap waktu, amal bahkan nafas.
Nafas kita ikut bertasbih dengan berpuasa, tidur kita bernilai ibadah, amal shalih kita--selama diniatkan ikhlas karena Allah dan dilakukan sesuai ajaran rasulullah SAW--diterima disisi Allah, dan doa-doa kita di ijabah.
Pintu surga terbuka lebar, pintu neraka tertutup rapat, dan iblis terbelenggu. Ramadan adalah mimpi buruk bagi iblis (sehingga tak ada alasan bagi kita untuk bermaksiyat karena kita tak punya alasan mengkambing hitamkan iblis atas dosa-dosa kita. Iblis bisa saja terbelenggu tapi tidak dengan hawa nafsu manusia. Hanya manusialah yang bisa mengendalikannya dengan akal yang dibimbing oleh keimanannya kepada Allah SWT).
RAMADAN,
Bulan yang memiliki 30 hari ;
10 hari pertama sebagai rahmat Allah
10 hari kedua sebagai maghfirah Allah
10 hari ketiga sebagai hari pembebasan manusia dari dosa-dosanya
Di bulan ini, ada satu malam (lailatul Qadar) yang lebih baik dari pada 1000 bulan
Di bulan ini, Allah tak sia-siakan amal manusia sekecil apapun. Amal wajib diganjar pahala 70X lipat, amal sunnah diganjar pahala seperti amal wajib.
RAMADAN,yang didahului bulan rajab dan sya'ban,
bulan dimana terjadi beberapa peristiwa bersejarah Islam;
Isra' Mi'raj, pemindahan kiblat umat Islam, nuzulul Qur'an, perang Badar (17 Ramadan) yang memenangkan kaum muslimin, dan pembebasan kota Mekkah (20 Ramadan).
Setiap waktu yang kita gunakan untuk amal kebaikan bernilai pahala.
Merugilah orang-orang yang :
--- Menyia-nyiakan peluang Ramadan yang diberikan Allah setahun sekali
--- Berpuasa tetapi hanya mendapatkan pahala menahan lapar dan haus tetapi tidak dapat menahan hawa nafsu dari perbuatan dosa
--- Hanya mencukupkan dirinya dengan aktivitas minimalis bukan maksimalis.
--- Tak mendapatkan berkah rahma dan mahfirah Allah di bulan suci ini.
LEPAS RAMADAN, JELANG FITRAH
Di bulan Ramadan,
Allah melatih kita untuk menjadi muslim yang tetap istiqamah dengan ketakwaan utuh sepeninggal Ramadan (Qs al Baqarah : 183)
Seandainya kita ditunjukkan Allah 'dzat' keistimewaan yang terkandung dalam bulan Ramadan, niscaya kita berharap agar seumur hidup kita adalah Ramadan.
Muslim yang berpuasa Ramadan dengan benar akan terlahir suci kembali seperti bayi yang terlahir suci tanpa dosa dari rahim ibu. Karena Allah telah mengampuni dosa-dosanya terdahulu.
Allah ta'alaa berfirman :
" Hadapkanlah wajahmu dengan lurus pada agama Allah ; tetaplah lurus atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya " (Qs ar Ruum : 30)
Fitrah manusia adalah fitrah yang diciptakan Allah agar manusia tetap dalam karakteristik penciptaannya sebagai manusia yang siap menerima kebenaran Allah, Islam.
Ketika Allah menyempurnakan, meridhai dan mencukupkan Islam sebagai agama kita, Allah menjadikan akal, kebutuhan jasmani dan naluri kita siap untuk tunduk dan patuh pada Islam.
Puasa debfab serangkaian aktivitas Ramadan sejatinya telah mengkondisikan diri kita untuk menyadari dan memahami fitrah kita sebagai hamba Allah yang taat dan berserah diri padaNya.
Ramadan melatih kita untuk menerima Islam apa adanya, yakni Islam sebagai way of life (jalan hidup) yang mengatur aspek spiritual dan politis manusia.
Islam sesuai dengan fitrah manusia. Ketika Islam menolak sekulerisme dan demokrasi dalam bentuk komunisme dan kapitalisme, sejatinya muslim menolak sistem hidup selain Islam.
Sebaliknya, jika manusia menolak fitrah tersebut (Islam), penolakan tersebut akan berdampak pada :
1 DEHUMANISME
penanggalan sebagian / seluruh fitrah manusia sama halnya dengan menanggalkan sifat humanis (manusiawi) dari diri manusia.
Ketika manusia memiliki mata, telinga, dan hati/akal, tetapi tidak digunakannya untuk menerima kebenaran Allah, Allah menilai manusia semacam ini seperti bahkan lebih sesat dari pada binatang,
" Mereka mempunyai kalbu tetapi kalbu itu tidak ia gunakan untuk memahami ayat-ayat Allah. Mereka mempunyai mata, tetapi mata itu tidak ia gunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah. Mereka mempunyai telinga, tetapi telinga itu tidak ia gunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi " (Qs al A'raaf : 179)
Manusia juga sering melampaui batas.
Fitrah manusia tidak membenarkan manusia untuk berposisi kecuali sebagai makhluk Allah yang lemah dan terbatas yang menyembah pada Nya. Fitrah tersebut juga tidak membenarkan manusia untuk menempati posisi Tuhannya sebagai pembuat hukum (al Hakim).
Fitrah tersebut juga tak membenarkannya untuk membatasi otoritas Allah dalam aspek spiritual saja sementara ia mengabaikan otoritas Nya dalam mengatur aspek politis manusia. Sekulerisme adalah bentuk penolakan manusia atas fitrahnya. Sekulerisme menjadikan manusia sebagai hamba yang diperbudak oleh hawa nafsunya.
" Terangkan padaKu tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.Apakah kamu menjadi pemelihara atasnya? ataukah kamu mengira bahwa mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain hanyalah binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya " (Qs al Furqan : 43-44)
Ketika manusia melanggar pantangan Allah untuk tidak mendekati zinah apalagi melakukannya, yang terjadi adalah merebaknya virus mematikan HIV AIDS dan marak aborsi yang membunuh jutaan manusia.
Pola hidup sekuler semacam ini akan menggerus dan menanggalkan sifat humanis manusia.
2. KEHANCURAN KEHIDUPAN
Penolakan terhadap fitrah manusia juga akan berdampak pada hancurnya stabillitas kehidupan manusia dengan sesamanya.
Free sex dan narkoba serta akibat buruk yang ditimbulkannya telah merusak kelestarian jenis manusia. Sistem ekonomi liberal ribawi juga telah menjerumuskan negara dunia ketiga dan rakyatnya dalam jerat hutang tak terbayar dan kemiskinan dan kebodohan.
Maha benar Allah dengan firmanNya :
" Barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit " (Qs Thaha : 124)
3. KEHANCURAN ALAM
Sistem hidup yang mengabaikan kepedulian pada lingkungan alam akan merusak eksistensi ekosistem yang hidup dalam alam semesta.
Penggundulan,illegal logging, dan pembakaran hutan berakibat pada tanah longsor, dan banjir bandang,
Paceklik di musim kemarau dan banjir di musim hujan serasa belum mendatangkan 100% berkah dr langit dan bumi namun musibah dan bencana. Perbuatan manusia yang merusak telah menhancurkan alam beserta ekosistem yang hidup didalamnya. Dalam kondisi semacam ini, kita hanya bisa bermimpi tentang manusia yang hidup akur dengan alam.
Demikianlah sebagian dampak buruk akibat penolakan manusia terhadap fitrahnya (Islam).
Islam adalah agama sempurna yang menyempurnakan kehidupan manusia dan menjadikan umat Islam sebagai umat terbaik dan teladan bagi umat lainnya (Qs ali Imran : 110).
Ramadan adalah moment tepat untuk mengawali perubahan yang lebih baik bahkan terbaik.
Dengan segala keterbatasan kita, masih ada peluang untuk mengoptimalkan ibadah di sisa 10 hari terakhir bulan Ramadan sebelum Ramadan meninggalkan kita dan hari yang fitri menjelang...Hari raya sejatinya untuk merayakan kemenangan umat Islam yang berpuasa ramadan dengan benar, dengan semangat hidup baru, dan jalan hidup baru yang lebih baik dari hari kemarin...
" Allahumma laa taj'alhu aakhiral ahdi min shiyaaminaa iyyahu. Fa inji'altahu faaj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuman "
( Yaa Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai ramadan terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau berketetapan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yang dirahmati bukan puasa yang hampa semata)
" Masyarakat ini mewakili cita-cita umat manusia dari akhir tujuan mereka! ",demikian kata presiden legendaris AS,Abraham Lincoln (1860-1865) tentang negaranya. Kala itu,AS menjadi pusat perbincangan dunia karena disanalah seluruh ide revolusi di Eropa pada akhir abad XVIII M di implementasikan. Pada tahun 1783, saat masyarakat Eropa muak dengan monarki,sikap zalim para raja dan gereja serta gaya hidup manja para bangsawan ; pantai timur Amerika justru menampung semua aspirasi kemuakan tersebut, lalu mewujudkannya dalam sebuah negara baru yang mewakili cita-cita masyarakat Eropa. Kepala negara dalam negara tersebut bukan lagi raja tapi presiden yang langsung dipilih oleh rakyat. Kedaulatan bukan lagi ditangan raja yang memepralat gereja sebagai 'wakil tuhan' (sebagai dalih untuk menindas rakyat),melainkan kedaulatan ditangan rakyat. Negara tersebut adalah negara demokrasi (setelah sekian lama demokrasi mati suri dinegara kelahirannya-Yunani). " Democracy is from the people, by the people, and for the people ",demikian kata Abraham Lincoln.
Demokrasi! Itu juga yang disuarakan lantang tidak hanya di Amerika dan Eropa,tapi juga di dunia,termasuk dunia Islam. Di Indonesia, demokrasi semakin naik daun saat diteriakkan oleh kaum reformis yang menghendaki reformasi pemerintahan orde baru pada bulan Mei 1998. Sebelumnya, Indonesia dijuluki sebagai ' kerajaan feodal jawa ' yang dipimpin oleh 'raja' Soeharto (meskipun bentuk sistem pemerintahannya Republik dengan kepala negaranya seorang presiden).
Apa yang terjadi pada tahun 1998 tersebut hanya pengulangan kejadian serupa di AS dan Eropa dua abad sebelumnya.
REALITAS DEMOKRASI
Di balik pesta demokrasi dalam sistem pemerintahan dunia dan gaya hidupnya, bagaimana realitas demokrasi dan akibat yang ditimbulkan dari implementasinya di dunia?
Kita awali terlebih dahulu dari negeri pembangkit demokrasi, AS.
Di dunia,saat ini ada kebanggaan pada negara paman Sam itu. Karena AS adalah simbol kemajuan dunia abad 21. Kiblat politik,ekonomi,pendidikan,iptek,bahkan gaya hidup berpusat disana. Kantor PBB pun bermarkas di New York,AS. Kongres,dimana rakyat Amerika biasa menyalurkan aspirasinya,sangat menentukan kebijakan PBB atas persoalan dunia. Gaya hidup-dari cara berpakaian,bermusik,dan bergaul-ala AS digemari banyak anak muda di dunia.
Apakah berarti semua cita-cita umat manusia telah terwakili oleh idealisme masyarakat Amerika?
Ternyata tidak. Tidak pula di negaranya sendiri.
Kehidupan politik dan ekonomi Amerika tidak mencerminkan kedaulatan rakyatnya. Rakyat memang berpartisipasi langsung dalam pemilu legislatif dan pilpres. Namun, partisipasi tersebut diawali dengan proses pembohongan publik oleh media setempat. Rakyat diminta memilih satu diantara dua pilihan : partai demokrat ataukah republik.
Di satu sisi, Untuk maju ke setiap putaran pemilu, para kandidat dari dua partai itu harus mendapat dukungan penuh dari media para konglomerat kapitalis. Untuk itu,mereka harus membayar berapapun untuk dukungan media. Di sisi lain, rakyat tertipu. Mereka memilih berdasarkan pemberitaan media tentang profil para kandidat. Rakyat kagum pada kepedulian Jimmy Carter terhadap HAM. Namun yang mereka dapati hanya seorang presiden yang cengeng dalam politik luar negerinya. Mereka muak lalu memilih Ronald Reagen. Apa yang mereka dapatkan hanya seorang presiden yang membuat hutang luar negeri AS membengkak tiga kali lipat. Mereka kecewa lalu memilih George Bush. Lalu rakyat dikecewakan kesekian kalinya olehnya setelah mendapati George Bush hanya seorang presiden maniak perang yang menghabiskan dana anggaran AS untuk memerangi dan melawan Islam dan umatnya di timur tengah (perang teluk-antara Irak dan kuwait). Rakyat beralih pada figur demokrat, Bill Clinton. Apa yang mereka dapatkan? Clinton penggila wanita dan tidak banyak membantu AS keluar dari krisis negaranya. Kemudian mereka memilih G.W Bush, putra George Bush. Buah tak jauh dari pohonnnya. Di awal abad XXI, G.W Bush, adalah seorang hitler abad XXI yang maniak perang,manusia tanpa empati dan haus darah jiwa tak berdosa dan giat memerangi Islam,umatnya dan aktivisnya di Irak,Afghanistan,dan dunia Islam dengan slogan 'war on terrorism'nya. War on Terrorism yang dipropagandakan G.W Bush pada dunia Islam pasca bom WTC, semakin menambah kebencian umat Islam pada demokrasi barbar ala Amerika. Rakyat AS juga dibuat merana dengan krisis global. Tak ada pilihan lain bagi Bush kecuali mundur. Harapan jatuh pada figur demokrat dengan gaya kepemimpinan 'soft power' nya, Barrack Obama. Ribuan bahkan jutaan massa tumpah dijalan menyaksikan pesta pelantikan Obama sebagai presiden baru AS. Rakyat dan dunia dibuat terpesona dengan janji manis Obama untuk segera mengeluarkan AS dan dunia dari krisis global dan bersikap manis pada umat dan dunia Islam. Setelah terpilih, rakyat AS dan dunia menunggu janji tersebut terealisasi. Namun,apa dikata. Dunia maklum inilah gambaran politik sekuler ala kapitalis (maupun sosialis-komunis). Sudah menjadi tradisi bagi para elit politik untuk sekedar memberikan rakyatnya janji kosong. Alhasil, Obama hanya bisa melanjutkan masalah krisis global yang diwariskan para pendahulunya dan perang melawan terrorisme (=melawan Islam,umat,dan aktivisnya) dengan gaya kepemimpinannya yang soft,tanpa merubah metode kejam AS untuk menguasai dunia ,yakni imperialisme dalam berbagai bentuk.
Media pun tak kalah gencar dalam memberikan kontribusi untuk menjerumuskan dunia dalam keterpurukannya. Media AS yang medominasi informasi dan berita dunia dan nota bene dikuasai oleh yahudi, tak hanya mendikte rakyat dalam berpolitik, tetapi juga menjadikan mereka sebagai obyek komersiil. Di dunia, televisi dipenuhi tayangan hiburan destruktif,penuh kekerasan dan pornografi. Wajar jika banyak generasi muda yang mengalami degradasi dan kerusakan akhlaq/moral. Pada saat yang sama, tokoh agama nyaris bahkan sama sekali tak terdengar suaranya kecuali jika mereka berkompromi dengan media meskipun harus membayar mahal dengan kehilangan idealisme spiritual mereka.
Inilah AS dengan wajah buruk demokrasinya! Negara demokratis yang di 'tuhankan' oleh dunia. Sakit ini menulari dunia Islam, termasuk Indonesia. Bahkan kebrobokan demokrasi di Indonesia jauh lebih parah.
Dengan arogansi nafsunya melalu ideologi kapitalis yang melahirkan demokrasi dan SEPILIS (Sekulerisme,pluralisme, dan liberalisme),AS berusaha mengajarkan pada kita dunia, khususnya umat Islam bagaimana belajar untuk :
- Beriman dan berislam;
Islam dan umatnya dibagi menjadi tiga bagian : Liberal,moderat dan radikal
Islam dan muslim yang baik adalah Islam dan muslim liberal dan moderat, muslim yang tidak taat (gemar bermaksiyat) pada aturan Allah dan agamaNya.
Islam dan muslim yang buruk adalah Islam dan muslim radikal yang ingin kembali kepada ajaran Islam kaffah dan mereka yang taat pada aturan Allah dan agamaNya
Pernahkah kita mendengar Allah membagi Islam dan umatnya dalam tiga golongan?
Yang selalu kita dengar dalam al Qur'an dan hadist, Allah hanya membagi ajaran dunia dalam dua atau tiga golongan : Islam dan atau kekufuran. Jika tidak termasuk salah satu diantara keduanya,ia termasuk nifak (sifat munafik).Islam adalah Islam. Begitu pula muslim.Kekufuran adalah kekufuran. Begitu pula orang kafir/musyrik. Jika tidak termasuk salah satu dari keduanya,maka ia termasuk orang munafik yang paling dibenci Allah.
Kini, dunia termasuk umat Islam lebih percaya dengan informasi yang diberitakan CNN,NBC,BBC,NY.Times,dan media sekuler daripada media Islam dan media non Islam independen
Padahal Allah telah berpesan :
" Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah pada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu "
(Qs al Hujurat : 6)
Dunia termasuk sebagian umat Islam dan para penguasanya lebih percaya musuh-musuh Allah daripada percaya pada Allah, lebih ridho untuk bertahkim pada hukum-hukum selain Allah daripada bertahkim pada hukum-hukumNya.
Padahal Allah telah berpesan :
" Hai orang-orang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaan mu orang-orang yang diluar kalanganmu karena mereka tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkanmu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan dalam hati mereka lebih besar lagi. Beginilah kamu. Kamu menyukai mereka. Padahal mereka tidak menyukaimu. Dan kamu beriman pada kitab-kitab semuanya. "
(Qs ali Imran : 118-119)
" Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman pada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum engkau? Mereka hendak berhakim pada thaghut,padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan penyesatan sejauh-jauhnya."
(Qs An Nisaa' : 60)
Umat Islam sedang diuji dengan fitnah yang menimpa agama dan saudara-saudaranya.
ISLAM, CITA-CITA & TUJUAN HIDUP MUSLIM
Tatkala Islam difitnah,di nistakan,di caci,dan diasingkan melalui sebagian umat dan aktivisnya, adakan terbesit dalam benak kita untuk menjauhi Islam dan umat serta aktivisnya?
Sekali-kali TIDAK!
Pertama kali Islam datang dengan wahyu Allah yang disampaikan oleh nabiNya, Muhammad SAW,Islam dan Muhammad dianggap sesuatu dan seseorang yang terasingkan dari kabilah musyrik Quraisy. Islam adalah ajaran baru kala itu yang berbeda dari ajaran/tradisi nenek moyang Quraisy yang terbiasa menyembah dan menyekutukan Allah dengan lata dan uzza. Rasulullah dicaci,dihina,bahkan hendak dibunuh dan dihakimi oleh massa di Tho'if disebabkan oleh risalah Islam yang dibawa dan diajarkannya. Itu pula yang menimpa para sahabatnya. Mereka di hina,di usir,di embargo,bahkan dibunuh hingga syahid. (Bahkan penolakan terhadap setiap kebenaran Allah dan syariahNya itu pula yang senantiasa pada mulanya dialami oleh para nabi dan rasul beserta pengikutnya yang setia dari para penentangnya). Melihat nasib yang menimpa dirinya dan sahabatnya, rasulullah tak melakukan apapun kecuali tetap bersabar,istiqamah dalam berjuang mendawahkan Islam,dan berdoa kepada Allah agar umat Islam diberi ketabahan dan kemenangan atas musuh-musuhNya. Hingga saat kemenangan itu tiba ketika Islam diterima baik oleh masyarakat yang plural (muslim,yahudi,nasrani,majusi) di Madinah. Lalu,Islam dimenangkan olehNya dengan berdirinya daulah Islam pertama (622 H). Islam tersiar dan tersebar luas keluar Madinah (termasuk Makkah yang pada awalnya menolak Islam) bahkan terus keluar jazirah Arab. Islam berjaya sebagai sebuah negara dan peradaban yang menguasai dunia selama 13 abad (622 H-1924 H). Islam tak hanya memberikan rahmat bagi umat Islam tapi juga umat manusia.
Sudah menjadi sunnatulah bahwa perjuangan menuju kemenangan agama Allah harus dibayar mahal dengan pengorbanan untuk terasingkan,terenggut harta,tenaga bahkan jiwa para pembela dan pejuang agamaNya sepanjang masa. Semua nya akan terbalas kan dengan pahala syurga seluas langit dan bumi.
" Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula. Maka berbahagialah orang-orang yang terasing "
(HR Muslim)
Syeikh al Islam Ibn Taimiyyah dalam bukunya 'Gurbah al Islam' berkata :
" Setiap orang yang masuk Islam dari setiap tingkatan (generasi); sebagian dari mereka telah terasing dalam kehidupannya. Mereka terasing dari kabilahnya, tersembunyi dengan keislamannya. Sungguh, anak dan istri serta keluarganya telah memutuskan silaturahmi dengan mereka. Mereka adalah orang yang terhina dina, dan terus menanggung perlakuan kasar. Mereka adalah orang=orang yang selalu sabar atas penderitaan yang menimpa mereka. Hingga akhirnya Allah memenangkan Islam,memperbanyak penolongnya,menjayakan para pembela Islam dan menyungkurkan para pembela kebathilan "
Allah menguji sejauh mana keimanan dan pengorbanan orang-orang yang mengaku dirinya beriman padaNya dengan pengorbanan harta,tenaga dan jiwa mereka
" Tidaklah sama antara mu'min yang duduk (tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa nya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka, Allah menjanjikan pahala yang baik (syurga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar "
(Qs an Nisaa' : 95)
" Ada tiga perkara yang merupakan haq, yakni Allah tidak akan menjadikan orang yang memiliki andil dalam Islam seperti orang yang tidak memiliki andil apapun. Dan tidaklah seorang hamba menjadikan Allah sebagai kekasihnya lalu is menjadikan yang lain sebagai kekasihnya. Serta tidak ada seseorang yang mencintai suatu kaum kecuali ia akan dikumpulkan bersama mereka "
( HR At Thabrani)
Dalam keterasingan maupun kebangkitan/kejayaan Islam, tak pernah terbesit dalam benak orang-ornga muslim yang mengaku dirinya beriman pada Allah untuk menjauhi apalagi meninggalkan Islam dan pembelanya.
Islam dari Allah satu-satunya cita-cita dan tujuan akhir hidup seorang muslim. Bukan komunisme ala Uni Sovyet atau kapitalisme ala Amerika dengan berbagai bentuk derivat demokrasinya .
What is FREEDOM?
Is it DEMOCRACY? :
FREEDOM OF RELIGION
( to be free to believe in whoever God and whichever religion you want to believe-it comes under being free to abandon your islam-if you're a muslim )
FREEDOM OF SPEECH
( to be free to speak of/call for what you're desirous-it comes under calling for anti-islamic shariah and for SEPILIS i.e.secularism,pluralism,a
nd liberalism )
FREEDOM OF BEHAVIOR
( to be free to behave as you're desirous in sex,drugs and social-cultural interraction )
FREEDOM OF POSSESSION
( to be free to posses others' rights on wealth,money,and property even by imperialism,corruption and zionism )
PLUS FREEDOM OF GOVERNING PEOPLE WITH MAN-MADE LAWS
( to be free to govern the ummah with secular not shariah laws )
If you look at the above 4 freedom mentioned in the eyz of humankind/DEMOCRACY,Yes! It's freedom,irrespective from HALAL and HARAM standard in the eyz of Allah/ISLAM.
Or
Is it ISLAM ?:
If you look at the above 4 freedom mentioned in the eyz of Allah/ISLAM,No! It's not freedom,irrespective from humankind's BENEFIT/PROFIT standard in the eyz of human/DEMOCRACY
FREEDOM in Islam stems from :
1. FREEDOM for humankind from human's slavery under imperialism/zionism
" Fight in the cause of Allah those who fight you,but do not transgress limits "
(Qs al Baqarah : 190)
2. FREEDOM for muslims and mu'mins :
~ to obey Allah whole-heartedly
" O ye who believe! Enter into Islam whole-heartedly "
(Qs al Baqarah : 208 )
~ to be free from the worship to human fellows into the worship to Allah alone "
~ to believe :
in the six pillars of iman :
1. Belief in Allah
2. Belief in His angels
3. Belief in His holy books
4. Belief in His prophets and messangers
5. Belief in His judgement day
6. Belief in His fate (Qodho' wal Qodar)
in the five pillars of Islam :
1. Declaring shahadat
2. Praying (five times a day)
3. Fasting
4. Performing zakat
5. Performing hajj
~ to implement His shari'a both in the life of public i.e.economy,education,social-cultural interraction,laws and sanctions,governance,...and in the life of individuals i.e.worship,dressing,foods and drinks,akhlaaq,marriage & or divorce
3. FREEDOM for non muslims :
~ to believe in their own spiritual beliefs/religions e.g judaism, christianity, budhism, hinduism,paganism...
" Let there be no compulsion in religion.Truth stands out clear from Error.."
(Qs al Baqarah : 256)
~ to implement their individual laws in the life of marriage & or divorce,foods and drinks
CONCLUSION
Freedom in democracy lies in human's absolute rights on making laws for their life. This will destroy our souls in the world and hereafter.
Freedom in Islam lies in Allah's absolute rights on making laws for His man's life. This will save our souls in the world and hereafter.
" (yet) each individual in pledge for his deeds "
(Qs at Thuur : 21)
" every soul will be held in pledge for its deeds "
(Qs al Muddatstsir : 38)
There is noone's but Allah's absolute freedom in Islam
O Muslims ,are we now free with Islam or in jail with democracy ?

Duhai penguasa
Duhai dua pelita
Dengarkan suara hati kami
Bukalah fikiran dan hatimu
Bukalah dada dan jantungmu
dimana detak darah tauhidmu terasa
Gumpalan awan hitam
Menutup cahaya baskara negeri ini
Belumkah cukup kau belajar :
Dari musibah tiada henti
Menerjang bumi pertiwi?
Dari kesempitan hidup
Menghimpit hidup kita?
Tidakkah kau ingat
Atau seolah kau lupa
Janji manismu
Dengan sejuta alasan
Untuk meyakinkan umat
Agar memilihmu
Lalu,mereka memilihmu
Dengan tulus dan atau berat hati
Tak peduli dengan pengkhianatan yang kau berikan pada mereka
Apa yang kini mereka dapatkan?
Janji manis sepah dibuang
Tong kosong nyaring bunyinya
Itulah suaramu
yang terdengar oleh rakyatmu
Jika kalian muslim ;
apakah kalian :
- percaya (beriman) pada Allah?
- cinta dan benci karena Allah?
- H2c termasuk salah satu dari 7 golongan yang dinaungi olehNya di yaumil hisab, dengan menjadi pemimpin yang adil, sang penjaga amanahNya untuk mengatur urusan umat manusia dengan hukum-hukumNya?
- berharap masuk surga?
- berharap dijauhkan dari api neraka?
- takut pada azhab Allah?
- cinta rakyat kalian?
- cinta negeri ini?
Jika kalian jawab 'YA!',
maka kalian takkan pernah tega :
- menjual aset negeri sendiri kepada imperialis asing
- membohongi rakyat dengan mengambil harta mereka dengan bathil via KKN
- membohongi rakyat dengan janji-janji manismu
- menelantarkan rakyat dalam urusan sandang,pangan dan papan
- merusak generasi muda bangsa dengan free sex dan narkoba serta tayangan media tak mendidik
- merusak akidah dan agama umat Islam dengan membiarkan kesesatan ahmadiyah dan aliran sesat mengatasnamakan islam. Bahkan kalian akan menjaga kehormatan,kemuliaan dan kemurnian akidah umat ini dari bahaya pemurtadan, SEPILIS (sekulerisme, pluralisme, dan liberalisme)
- mengkhianati amanah kepemimpinan yang Allah percayakan pada pundak kalian
- mengkhianati Allah dan rasulNya dengan berwali pada musuh-musuhNya dan berhukum pada hukum-hukum thaghut
yaa Allah
Selama kami berpaling
dari peringatanMu
Selama kami bermain
dalam api dosa
Selama itu
Kau uji kami dengan azhab Mu
Disebabkan oleh kesalahan kami
kesalahan penguasa kami
kesalahan kami semua
" Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim diantara kalian.Dan
ketahuilah bahwa Allah amat dahsyat siksaNya " (Qs al Anfal : 25)
" Dan barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang
sempit, dan Kami akan menghimpunkannya di hari kiamat dalam keadaan buta " (Qs Thaha : 124)
yaa Allah
Hindarkan bangsa dan rakyat ini
dari musibah tiada henti
yang menerjang bumi pertiwi
dari kesempitan hidup
yang menghimpit hidup kami
Sudah cukup darah dan airmata
membasahi negeri dan umat ini
" Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, niscaya akan Kami limpahkan berkah dari langit dan bumi. Tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya " (Qs al A'raaf : 96)
yaa Allah
Bukalah fikiran dan hati mereka
Bukalah dada dan jantung mereka
agar mereka berpaling kepadaMu
menjauh dari musuh-musuhMu
kembali kepada al Qur'an dan as sunnah
kembali kepada Islam
Berkahilah negeri kami
seorang pemimpin
seadil dan sebaik :
- Rasulullah SAW (622-632 M/1-11 H)
- Khulafa'ur Rasyidin (632-661 M/11-40 H)
- Khulafa' Bani Umayyah (661-750 M/40-132 H)
- Khulafa' Bani Abbasiyah (750-1517 M/132-923 H)
- Khulafa' Bani Utsmaniyah (1517-1924 M/923-1349 H)
" Allah telah berjanji kepada orang-orang beriman dan beramal shalih diantara kalian, sungguh Dia akan menjadikan mereka menjadi pemimpin dimuka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan pemimpin orang-orang sebelum mereka. Dan sungguh Dia meneguhkan bagi mereka agama yang diridhaiNya untuk mereka. Dan sungguh Dia akan menggantikan ketakutan mereka dengan keamanan. Mereka menyembahKu, tidak menyekutukanKu dengan sesuatu. Dan barang siapa yang ingkar setelah demikian itu, mereka itulah orang-orang fasik " (Qs an Nuur : 55)

Dengan atau tanpa kita sadari, ketika mendengar keajaiban dunia, yang terbesit dalam benak manusia sat ini bisa jadi 7 keajaibannya:
1. Taj mahal
2. Piramida
3. Tembok Cina
4. Menara Pisa
5. Menara Eiffel
6. Candi Borobudur
7. Kuil Angkor
(7 keajaiban dunia ciptaan manusia versi lama dan baru)
Alangkah mudahnya klasifikasi keajaiban dunia ciptaan manusia dianggap AJAIB dan LUAR BIASA,sementara keajaiban dunia ciptaan Allah dianggap BIASA.
Di antara 7 keajaiban dunia ciptaan Allah itu :
1. Pergantian siang dan malam,apa yang Allah ciptakan dan sebarkan di langit dan bumi,darat dan laut (Qs al baqarah : 164,Qs ali imran : 190,Qs al ghasyiyah : 17-20)
2. Penciptaan manusia (Qs at thariq : 5-7)
3. Mata rantai kehidupan dan hubungannya dengan kehidupan sebelum dan sesudah dunia diciptakan (ada Allah (abadi) dan makhlukNya (tak abadi),hidup dan mati,dunia dan akhirat,surga dan neraka)
4. Potensi hidup manusia ciptaan Allah :
~ akal---pembeda haq dari bathil, benar dari salah, baik dari buruk, terpuji dari tercela, halal dari haram
~ kebutuhan jasmani (hajatul udwiyah)---makan, minum, tidur, buang hajat
~naluri-naluri (ghoro'iz)---melestarikan jenis (ghorizah nau'), beragama (ghorizah tadayyun), mempertahankan diri (ghorizah baqo')
dengan berbagai persoalan dan solusinya sesuai pedoman al Qur'an dan as sunnah
5. Kehidupan dunia memiliki pedoman hidup yakni al Qur'an dan as sunnah,pedoman hidup manusia,muslim dan non muslim.Islam diridhoi Allah sebagai diinul haq , rahmat bagi semesta alam
6. Manusia secara fitrah beragama tauhid~namun seiring perkembangan masanya,terjadi pergolakan diantara manusia hingga mereka beragama islam,nasrani,yahudi,majusi,hindu,budha...---namun mereka masih tak bisa berpaling dari aturan (syariah) fitrahNya yang mengatur hidup manusia dalam aspek pemerintahan,hukum,ekonomi,pendidikan,sosial-budaya,...;Jika mereka berpaling darinya, kesempitan hidup tak berujung solusi tuntas yang akan mereka derita
7. Manusia sebagai makhluk berakal yang berperasaan bisa menikmati nikmat Allah :
a. Melihat---gratis
b. Mendengar---gratis
c. Berbicara---gratis
d. Berjalan---gratis
e. Bernafas---gratis
f. Merasakan (manis/pahit,suka/duka,cinta/benci,tertawa/menangis..)---gratis
g. Berfikir---gratis
h. Bertindak sesuai pemikirannya---gratis
i. Menulis---gratis
j. Membaca---gratis
k. Beraktivitas---gratis
......
Betapa LUAR BIASAnya keajaiban dunia ciptaan Allah hingga bilangan keajaibannya tak terbatas pada 7 macam saja. Setiap manusia pasti bisa merasakannya sejauh kemampuan akal dan panca indra menjangkaunya.
Allah tak meminta apapun kecuali rasa SYUKUR manusia dengan :
1. Mengikuti sunatullah kehidupan sesuai rambu-rambu yang ditetapkan olehNya
2. Menjadi orang-orang beriman dan bertaqwa
3. Memelihara kehidupan bukan merusaknya
4. Berhukum pada hukum Allah bukan hukum thaghut jahiliyyah
AYO! Jadikan dunia ini lebih baik,ajaib dan luar biasa dengan syariahNya
BAIK saja tidak cukup jika LEBIH BAIK dan TERBAIK ternyata masih ada
ISLAM is neither only GOOD nor BETTER but also THE BEST!
Kekuasaan peradaban Islam di masa keemasan terbentang begitu luas meliputi lautan dan daratan. Menguasai lautan merupakan salah satu faktor yang membuat Kekhalifahan Islam menjadi sebuah kekuatan baru dunia. Tak hanya soal perdagangan maritim, peradaban Muslim pun memiliki armada militer tangguh yang menguasai ganasnya lautan serta samudra. Salah satu bukti tangguhnya peradaban Islam di dunia maritim ataupun di bidang perdagangan dibuktikan dengan begitu banyaknya pelabuhan kecil di pinggir sungai-sungai besar dan di sepanjang pantai daerah teluk dan Laut Merah. Sedangkan, ketangguhan militer Muslim di lautan ditandai dengan berdirinya galangan kapal angkatan laut yang kokoh di sepanjang Mediterania.
Tak heran, jika peradaban Muslim dikenal sebagai bangsa Maritim yang besar. Sebagai penguasa lautan, kekhalifahan Islam juga menguasai teknologi pembuatan beragam jenis kapal. Pembuatan kapal pun menjelma menjadi sebuah industri yang besar, terutama di negara-negara Islam. Industri kapal dagang dan kapal perang menjadi primadona. ‘’Salah satu alasan umat Islam begitu mendominasi Mediterania adalah karena keunggulan mereka dalam teknik pemba - ngunan kapal,’‘ ujar Dr A Hakim Murad dalam sebuah artikelnya yang dipublikasikan islamic-study online. Saking berpengaruhnya kekuatan umat Islam di dunia maritim, istilah galangan kapal dar al-sinna pun menjadi kosakata dalam bahasa Inggris, yakni arsenal.
Menurut Ahmad Y Al-Hassan dan Donarld R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology:An Illustrated History disebutkan bahwa galangan kapal pertama pada era keemasan Is lam dibangun di pulau Rawdah, Sungai Nil, Mesir. ‘’Setelah itu, dibangunlah fasilitas pembuatan kapal di Acre dan Tyre,’‘ ujar Al-Hassan dan Hill. Di wilayah Mesir, terdapat pula galangan kapal lainnya, seperti di Iskandariah, Damietta, dan Fustat. Khalifah Al- Mutawakkil penguasa Kekhalifahan Abbasiyah turut memberi perhatian khusus pada kapal pelabuhan Mesir. Hal serupa dilakukan gubernur Ibnu Tulun (wafat 884 M) yang membuat 100 kapal perang di Rawdah serta banyak kapal kecil.
Lalu, bagaimana kapal-kapal itu dibuat pada zaman kejayaan Islam? Semua kapalkapal di era kekuasaan Islam terbuat dari kayu. Kayu-kayu tersebut diikatkan satu sama lain pada sisinya sehingga tidak saling menindih seperti bangunan kapal yang berkampuh (clinker-built). Kayu yang sudah diikat itu membentuk seperti papan yang rata (carvel built). Kayu-kayu tersebut diikatkan dengan tali. Teknik pembuatan kapal seperti ini biasa dilakukan negara Islam bagian timur. Sedangkan, negeri Islam yang berada di bagian Mediterania sudah menggunakan paku besi. Setelah kayu menjadi satu, semuanya didempul dengan menggunakan aspal atau ter. Sedangkan, tali yang digunakan untuk mengaitkan kapal dengan jangkar dibuat dari bahan rami atau lontar. Kapal milik umat Muslim memiliki ciri khas yakni pada layar yang diigunakannya.
Mereka menggunakan layar laten yang dipasangkan pada sebuah tiang berat. Kemudian, layar tersebut dibentangkan pada tiang kapal, selanjutnya digantung sehingga membentuk sudut. Sedangkan, kapal Mediterania ciri khasnya ada pada layar laten yang mempunyai tiga sudut. Tak sembarang bahan bisa diguna kan untuk membuat kapal. Otoritas Muslim di zaman keemasan telah me ne tapkan standar bahan-bahan yang dapat dipakai membuat kapal. Salah satu syaratnya adalah kayu dan tali yang digunakan harus berkualitas tinggi. Selain itu, juga diperlukan besi, kain terpal, serta bidal penutup tali. Menurut Al-Hassan dan Hill, di masa kejayaan Islam terdapat beragam jenis kapal dari berbagai ukuran dan jenis. ‘’Ukurannya mulai dari perahu cardik yang kecil hingga perahu dagang besar berkapasitas lebih dari 1.000 ton,’‘ paparnya. Secara khusus, geografer Muslim, Al- Muqaddasi, pada abad keempat H atau ke-10 Masehi menyebutkan nama dan lusinan jenis kapal. Setiap kapal Muslim tersebut juga mencerminkan karakteristik tertentu.
Kapal dagang Kapal dagang umumnya merupakan kapal layar yang memiliki rentangan yang relatif lebar dan panjang. Pan jang nya layar berfungsi sebagai ruang penyimpanan (kargo) yang lapang. Pada masa kejayaan Islam, sungai Nil mempunyai peranan penting dalam perdagangan internasional dan industri pembuatan kapal. Kota itu dikuasai Islam sejak Amr bin Al-As menak - lukkan wilayah itu.
Kapal perang Berbeda dengan kapal dagang, kapal pe - rang bentuknya lebih ramping. Kapal ini bi - sa menggunakan dayung atau layar, tergantung dari fungsinya. Selain dibangun di pe - la buhan-pela buh an yang ada di Mesir, pada zaman kejayaan Islam kapal perang juga dibuat di wilayah Barat, seperti Tripoli dan Tunis di Afrika Utara, kemudian di Sevilla, Almeria, Pechina, dan Valencia di Spanyol. Selain itu, kapal- kapal perang juga di buat oleh kaum Muslim di Messina dan Palermo dengan mempekerjakan ribuan orang. Industri pembuatan kapal juga ber kembang pada zaman Dinasti Fatimiy yah. Mereka memperluas fasilitas pembuatan kapal perangnya di Tunis. Ada beberapa armada yang penting pada zaman kekuasaan Dinasti Fatimiyyah, yakni armada al-armada Sheen, al-Harariq, al- Harareeb, dan al-Taraid. Setelah kekuasaan Fatimiyyah meredup, industri pembuatan kapal dilanjutkan oleh Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk.
Pada 566 H (1170 M), Salahudin Al-Ayubi berhasil membuat bagian-bagian badan kapal di galangan kapal Mesir. Salahudin juga memerintahkan pendi rian dermaga perakitan kapal untuk memasok kapalkapal dalam pertempuran melawan pasukan tentara Perang Salib. Keunggulan industri pembuatan kapal juga berlangsung hingga di era Kekhalifan Usmani Turki. Pemerintahan Usmani mengembangkan Istanbul (kota Islam) menjadi pusat pelayaran. Sultan Muhammad II pun menetapkan lautan dalam Golden Horn sebagai pusat industri dan gudang persenjataan maritim. Pemerintahan Ottoman juga berhasil membangun sebuah kapal di Gallipoli Ma - ritime Arsenal. Di bawah komando Gedik Ahmed Pasha (1480), Daulah Usmani membangun basis kekuatan lautnya di Istanbul.
Tak heran, jika marinir Turki mendominasi Lautan Hitam dan menguasai Otranto. Saking kokohnya kekuatan militer Ot - toman di lautan, Sultan Salim I kerap ber - seloroh, ‘’Jika Scorpions (Kristen) menempati laut dengan kapalnya, jika bendera Paus dan raja-raja Prancis serta Spanyol berkibar di pantai Trace, itu semata-mata karena toleransi kami.
Ibnu Tulun Sang Pembuat 100 Kapal Perang
Ahmad Ibnu Tulun adalah seorang gubernur Mesir pada masa Dinasti Abbasiyah. Ia adalah anak dari seorang budak berkebangsaan Turki bernama Tulun, yang dalam bahasa Turki berarti kemunculan yang sempurna. Ahmad Ibnu Tulun dilahirkan di Baghdad saat bulan Ramadhan 220 H/ September 835 M.
Tak lama setelah kelahirannya, sang ayah meninggal dunia. Sang ibu kemudian dipersunting Bagha al- Ashghar, salah satu panglima militer Dinasti Abbasiyyah yang berasal dari daerah Turki. Tak lama, Bagha al-Ashghar juga meninggal dunia. Ibu Ahmad Ibnu Tulun kemudian menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang pembesar militer bernama Bakbak (Bayik Bey) yang menggantikan posisi mantan suami keduanya. Ibnu Tulun tumbuh besar dalam tradisi Turki dan didikan militer ayah tirinya. Sejak itu, ia aktif dalam dunia militer. Beranjak dewasa, Ibnu Tulun menikahi anak perempuan dari panglima militer lain Yarjukh, teman ayah tirinya. Ia ditunjuk sebagai gubernur Mesir di bawah kekuasaan Khalifah Al-Mu’tamad Billah penguasa Dinasti Abbasiyah.
Para sejarawan menjelaskan, Ibnu Tulun adalah orang yang kuat dan keras. Dia memerintah dan membuat suatu pertumbuhan dan stabilitas. Perawakannya tinggi dan tampan. Pada awal menjadi gubernur, ia menangani konflik dengan Ahmad Ibnu al-Mudabbir pengumpul pajak resmi dinasti Abbasiyah. Konon, Ibnu Al- Mudabbir lebih senang melaporkan hasil pajak kepada khalifah di Baghdad dibandingkan kepada Ahmad Ibnu Tulun. Merasa tidak dihormati, Ibnu Tulun mengambil tindakan. Akhirnya, ia berhasil menundukkan Ibn Al- Mudabbir. Setelah itu, pamornya langsung naik. Ibnu Tulun mempunyai kekuasaan yang begitu luas meliputi wilayah Mesir hingga Alexandria. Pada masa kejayaannya, Ibnu Tulun berhasil memerintahkan pembuatan 100 kapal perang dan ratusan kapal kecil. Inilah salah satu pencapaian terbesar Ibnu Tulun. Ia mampu menguasai lautan.
Tak heran, jika kekuasaannya semakin kuat. Sampai-sampai, Ibnu Tulun tak lagi menyebut dirinya sebagai gubernur, melainkan sebagai pemegang kebijakan independen yang tak lagi memiliki kaitan hierarkis terhadap Abbasiyah. Ia membangun dinasti sendiri Dinasti Tuluniyah di Mesir yang lepas dari pengaruh Dinasti Abbasiyah. Ia menunjukkan kekuasan yang dikendalikannya itu dengan memasang gambar wajahnya di mata uang, mengangkat pembantu (menteri), kepolisian, bea dan cukai, istana, perdagangan, dan dinas intelijen.